Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Liburan Singkat: Keliling Dunia di Small World Purwokerto

Hari ini saya memutuskan untuk keluar dari sarang. After a super duper sibuk week (apaan dah ini bahasanya gak jelas banget πŸ˜‚), akhirnya ketemu weekend juga. Jadi ceritanya minggu kemarin adalah minggu crowded di kantor saya. Kenapa eh? Yap, karena hari Kamis (18/5) kantor kami kedatangan tamu dari divre. Tak tanggung-tanggung mereka adalah rombongan dewas atau dewan pengawas. Jadiii deeeh, seminggu sebelum kedatangan sang tamu agung, kami beres-beres kantor. Pokoknya kantor jadi manglingi tenan! Saya aja sampai pangling sama meja kerja yang biasanya kayak kapal pecah, eh tetiba jadi kinclong. Haha (ini berkas pada diumpetin dimana yhaaa. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…). Dan singkat cerita kunjungan dari dewas berakhir dengan sukses. Yes. Akhirnya bisa bobok nyenyak.

Dan weekend kali ini saya isi dengan jalan-jalan ke lokawisata di daerah Baturraden namanya Small World Purwokerto. Objek wisata Small World termasuk objek wisata baru di kabupaten Banyumas. Lokasinya ada di Desa Wisata Ketenger, kecamatan Baturraden. Kalau dari pusat kota Purwokerto ambilah arah utara. Dari kampus Unsoed ke arah BSI kemudian lurus terus ke utara (arah objek wisata alam Baturraden). Sebelum terminal Baturraden, di sebelah kiri jalan ada gang dengan plang bertuliskan Desa Wisata Ketenger. Masuk saja dan ikuti jalan, sekitar 300 meter maka akan ketemu tuh Small World Purwokerto. 

Isinya apa aja sih? 

Jadi objek wisata ini merupakan objek wisata edukasi dimana terdapat banyak miniatur landmark kota-kota besar dari seluruh dunia. Contohnya ada menara Pisa, Italia. Patung Liberty, USA atau tugu Monas, Indonesia. Pokoknya macem-macem deh. Ada juga tiruan bunga sakura dan maple tree. Jadi serasa berada di Jepang saat musim semi dan musim gugur haha. Soalnya letaknya berdekatan, jadi abis ngerasain musim semi langsung pindah ke musim gugur πŸ˜„ disitu kita juga bisa menyewa baju adat korea (hanbok) dan baju adat jepang (kimono). Tersedia untuk cowok dan cewek. Biaya persewaannya adalah 15k. Murah man? Oh iya biaya masuk Small World juga terjangkau banget loh, 10k saat weekdays dan 15k saat weekend. Lamanya kunjungan nggak dibatesin. Mau dari pagi sampai sore juga silahkan. Dari buka sampai tutup lagi juga gapapa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Ini foto-foto narsis saya selama disana. Dijepret sama mbak kembar yang kemampuan fotografinya kadang bikin ngiri πŸ˜…

​
Foto di bawah Sakura. Serasa jadi model Shin*ui wkwkwk.

​
Lost in New York. Ceritanya lagi nungguin mas Ale pulang kampung. Hahha. Drama bangetsss.

​
Jangan berani-berani sama saya. Lihat, menara Pisa saja bisa saya bikin miring!! 

​
          katanya sih ini London Bridge 

Yaaah, inilah liburan sederhana saya. Rencana pengen ke Jogja tapi belum kesampaian. Mungkin lain waktu kali yah. Alhamdulillah, meski liburannya sebentar, tapi cukup terhibur juga. By the way, saran aja nih kalau ada yang pengen main ke Small World Purwokerto, jangan lupa pake sunblock. Puanaaaasss bangettt rek. Saya sampai di lokasi sekitar pukul 10.00wib. Dan panasnya sudah bikin pusing. Kalau yang gak tahan panas, tenang saja disana banyak mamang mamang yang menyewakan jasa peminjaman payung. Sekali sewa 5k saja~

Okeee, kelar muterin Small World saya dan mbak kembar langsung ngibrit ke Gramedia. Si mbak katanya pengen beli buku. Dan taraaaaa! Saat sampai di Tamara Plaza lt. 1 (Gramedia ada di lt. 2, btw) ternyata ada diskon gede-gedean dari Matahari store. uuuwwww, cewek mana sih yang gak mupeng dengan diskon sampai 75% (bukan 50%+20% loh ya), ada juga baju buy 1 get 2 atau buy 1 get 1. Saya tergoda banget. Apalagi saat ke gerai triset (merk sandal). Ada diskon 50% juga untuk sandal yang saya taksir. Yaaa ampuuun seneng banget deh, kapan lagi dong bisa beli sendal triset just 115k saja? (biasanya harga normal triset paling murah >250k). karena mahalnya itu saya kadang mikir 2x untuk beli sendal ini. Tapi mungkin lagi jodoh ya, alhamdulillah dapet sendal murah meriah. Terus jadi beli buku gak? Haha itu urusan si mbak. Saya tinggal ngikut ajaaah. 

Okedeww. Ini cerita weekend saya. Nggak terasa ya, weekend minggu depan sudah masuk ramadhan :’) semoga kita semua bisa menyambut ramadhan dalam keadaan sehat walafiat. Aamiin. 

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Random Chat

“Des, BBM kamu nggak aktif ya? Kok aku bbm pending terus,” sebuah pesan baru masuk ke whatsappku. Rupanya kamu. Sepagi ini sudah riuh menanyakan perihal offnya BBMku.

“Iya, emang rada error tuh BBM, kalau mau cepet aku respons ya lewat wa aja. Emang napa sih mbak?” 

“Aku kirim sesuatu, tapi karena bbm kamu error, ya sudah aku kirim lewat pesan ini saja ya?”

Sebuah gambar.

Undangan.

Dua huruf pertama namamu dan namanya. Lantas aku heboh sendiri.

Dear, my bestfriend berinisial RN. Finally, you find him.

…typing….

“Mbak,” tulisku padanya. Meski usia dia lebih muda dariku, entahlah aku selalu merasa aku wajib memanggilnya ‘mbak’. Haha. Aneh ya.

“Mbak…how can you finally know that he’s the right one?”

…typing….

Dia mengetik ini, “Entahlah Des, aku ngerasa mantep aja,”

“Mantepnya gimana mbak? Jelasin dong yang detail,”

“Mantep ya mantep lah, nggak perlu dijelaskan dengan banyak kata maupun tulisan. Nanti juga kamu ngerasain kok,”

Aku tertawa. Tapi nggak mungkin juga dia dengar. Aku dimana, dia dimana.

“Makanya….kalau udah nemu yang mantep, cepet nyusul ya,”

“Doakan saja mbak, he he,”

“Pasti,”

Kemantapan. Yup. Ini memang hal yang katanya sangat penting dalam sebuah hubungan. Mantap mau dilanjutkan ke hubungan yang lebih serius atau tidak. Kata orang sih, misal sudah jodoh gitu, ada rasa kemantapan sendiri bahwa “he’s the right one”. Ini dia orangnya. Teman masa depan yang kelak akan berbagi suka dan duka.

Minggu depan, sahabatku ini akan mengakhiri masa lajangnya. Ia akan meniti kehidupan rumah tangganya. Ia akan menjadi seorang istri. Dan kelak akan menjadi ibu dari anak-anaknya.

Mbak..padahal dulu kita sering menggalau bersama tentang masalah nikah menikah ini ya…pulang dines pagi di Moewardi, beli cilok atau dawet terus kita cerita ini dan itu. Ngalor ngidul sampai cilok tinggal plastiknya dan gelas dawet kita sudah tandas semua. Haha. Terus aku tanya-tanya tentang taaruf. Kamu jelasin sebisa kamu. Mbak, kamu yang suka ngajak aku datang kajian meski lagi di kota orang. Katanya, seperti tubuh kita, hati juga butuh asupan. Dan mendatangi kajian adalah salah satu suplemen untuk ruhani kita. Kamu tahu mbak, selepas kuliah aku merindukan masjid kampus. Aku rindu suasana halaqohnya yang menentramkan jiwa. Dulu sempat kita satu liqo kan? Tapi cuma satu semester ya mbak. Habis itu aku punya kelompok liqo baru. Ah, semua itu hanya tinggal kenangan.

Mbak, banyak yang bilang kamu pendiam. Tapi bagiku enggak. Kamu cerewet kok. Hanya saja dengan orang baru kamu sedikit menjaga jarak. Sama seperti aku. 

By the way, aku ikut seneng mbak. Akhirnya kamu akan menggenapkan separuh agamamu :’) sekali lagi selamat ya mbak! Kamu keren! Doakan lah diriku cepet menyusul dirimu. Wkwkwk. Eh, doakan dulu saja mbak, temenmu ini dikurang-kurangi lah galaunya. Biar nggak ngomongin nikah mulu. Biar dia fokus dulu lah sama kerjaannya. Urusan cowok bisa nanti.

“Eh nanti? Seriusan? Tahun ini usiamu berapa? Kamu mau nikah kapaaaan heh??” *suara hati seseorang menjerit-jerit kehilangan nada*

Kemudian hening.

Ada rasa panas disela-sela jari jemari.

Dan aku baru ingat, tadi makan lele penyet sambel bawang lupa belum cuci tangan pakai sabun. Wk.

Diposkan pada Curhat Tentang Film

Nonton Critical Eleven

Hai. Minggu ini sepertinya jadi movie of the week bagi saya. Why?

Saya cerita deh, hari Senin tanggal 8 kemarin, saya dan teman-teman kantor nonton Guardian of the Galaxy vol. 2. Awalnya ini ide mbak Mey, pengin nonton bareng-bareng gitu. Akhirnya rame-rame pulang kantor kita nonton mamas Chriss Pratt yang ganteng itu loooh. Kami pilih film yang jam tayangnya 17.30 WIB. Dan tebak? Saya baru pertama kali berkunjung ke cinemanya Cilacap. Wait, cinema? Wkwk. Iya, cinema mininya Cilacap euy. Namanya Dakota. Karena mepet waktu maghrib, kami pun shalat dulu sebelum nonton. Jadi telat setengah jam-an gitu deh. Dan, saya suka banget sama filmnya! Menghibur banget, apalagi sama jokesnya si rocket racoon. Saya juga terpesona dengan kelucuan baby Groot yang ternyata diperankan sama Vin Diesel. Nggak nyangka deh, Vin Diesel yang kokoh keker gitu jadi Groot si bayi pohon πŸ˜† Kalau suka film-film DC atau Marvel, coba nonton film ini deh πŸ˜„. Dijamin…terhibur.

Dan hari ini saya kembali nonton lagi. Kali ini di CGV cinema di Rita Mall Purwokerto. Saya nonton bareng mbak kembar (ya iya lah, mau sama siapa lagi coba? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚). Yep, kami nonton Critical Eleven. Iyah! Ini loh film yang sudah saya tunggu-tunggu sejak beberapa bulan lalu. Β Sejak si penulisnya bilang kalau novelnya bakalan diadaptasi ke layar lebar. Terus doi spoiler aktor dan aktrisnya. Yang bikin cewek-cewek jejeritan karena ada Reza Rahardian dan Hamish Daud. Tipe lelaki idaman cewek banget kan? Haha.

Saya tertarik nonton karena saya suka novelnya. I’m really love it! Dari novel-novel karya Ika Natassa yang lain, Critical Eleven is my favorite!

So, how was the movie?

Hmm…bagus. Iya, apalagi pas scene di Nu York. Jadi kepengen tinggal disana. Eh.

As your expectations?

Nope. Tapi kan emang nggak boleh bandingin novel sama film ya? Nggak fair lah. Cuma kenapa ya, saya ngantuk di pertengahan film plus lapar jugaa haha πŸ˜‚πŸ˜ menurut saya sih durasinya terlalu lama. Saya masuk bioskop sekitar pukul 10.50 wib dan keluar sekitar pukul 13.15 wib. Dua jam lebih lah. Dan untuk ukuran film lokal ini lama loh.

How’s your Ale?

Hah? Nanyain Ale? Iya dia diperanin sama Reza Rahardian. Ganteng gak? Banget! Dan Β I give a thumb untuk babang Reza. Feel Bapak Aldebaran Risjadnya dapet banget. Apalagi pas akting dia di rig, pakai seragam engineer itu loh. Manly banget pemirsah! Pas dia keringetan habis ngapain gitu (pokoknya habis kerja deh ya). Haha level manly saya kok cetek abis siiiih πŸ˜‚. And gimana Tanya Laetitia Baskoro a.k.a Anya Risjad yang diperankan oleh mbak cantik Adinia Wirasti? ini saya juga sukaaaaa bangettt. Mbak Wirasti, cantik banget deh. She played well as Anya, cewek mandiri yang sok sokan strong tapi di dalam dirinya ia sebenarnya lemah dan butuh perlindungan. Hmm…begitulah. Ada juga si Haris Risjad (bagi penggemar karyanya Ika Natassa pasti nggak asing sama tokoh ini kan?) yang diperankan oleh Refal Hady. Awalnya saya kira Haris bakal diperankan oleh Hamish. Eh ternyata salah. Babang Hamish memerankan Donny, sahabatnya Anya. Terus ada Mika Tambayong juga. I guess dia bakalan jadi Keara, pacarnya Haris, eh ternyata enggak. Dia malah jadi girlfriend to be nya Donny. Hahaha saya banyak salah tebak. Habisnya jika membaca novelnya, mbak Mikha ini cocok jadi Keara sih 😁

Btw, bertemunya Reza-Adinia di Critical Eleven seperti melihat kembali Reza-Adinia berakting di Jakarta Maghrib. Chemistrynya dapet banget, aih. Apalagi pas akting marah-marahnya itu loh. Reza banget! *honestly, sedikit lebay emang.

Jika nonton film ini bersama pasangan, mungkin lain lagi ceritanya. Mungkin saya nggak ngantuk di tengah film. Maklum ye, samping kanan dan kiri saya nonton bareng pasangan mereka. Saya nonton sama pasangan kembar saya #miris πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Oh iya, film ini ratenya untuk Dewasa ya. Mohon diperhatikan bagi yang ingin menonton sebaiknya jangan bawa anak kecil atau anak-anak yang belum 17 tahun. Banyak adegan kissingnya, ada beberapa juga adegan ‘more than kissing‘ yang biasa dilakukan oleh pasangan suami istri (iykwim). Kan kasihan adik adik kita belum pada mudeng 😁😁😁 #sayajugamasihbelummudengsih. Masih samar-samar karena belum praktek langsung :p

Okedeh, ini cerita saya di Kamis ini. Jika hari ini adalah Kamis, besok adalah Jumat. Dan kejepit. Apanya? Harinya laaaah. Pengeeen liburrr ajaaa wakaka.

Yaa gitu deh.

Selamat nonton (bagi yang mau nonton).

p.s

Setelah tulisan ini dipost, terjadilah percakapan antara saya dan mbak kembar.

Dia (mbak kembar) : “Kok jadinya komennya bagus-bagus semua sih? tadi aja berisik mau komen ini mau komen itu,”

Saya : “Apalah aku ini mbak, cuma modal duit 35rebu merusak mood orang yang udah semangat mau nonton. biarlah rasa penasaran mereka terjawab oleh diri mereka sendiri,”

dan kemudian dia pamit mau shalat. Dan saya balik ngerjain tugas kantor. Hebat ya, udah kerja masih punya pe er juga.

​
Dua tiket dan saus sambal.

​
Mampir Gramed duluu sebelum nonton. Sakau belum nyium wangi buku baru. *dijepret oleh mbak kembar, seolah-olah candid.

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Biar Malam Lekas Berlalu

Fiuh, hari ini rasanya capek, capek banget. Baru pulang dari kantor sejam yang lalu. Ngedumel sendiri, ini kerjaan kok nggak beres-beres ya? Perasaan hampir tiap minggu lembur πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ hari ini banyak banget berkas baru menunggu dieksekusi. Rasanya minus saya bertambah karena kebanyakan menghadap layar komputer beserta berkas-berkas yang menumpuk. 

Dulu saat masih mahasiswa, dibebani tugas yang menggunung rasanya ingin cepat-cepat wisuda saja. Dikiranya habis itu langsung bisa leha-leha? Ah, ternyata salah besar. Dunia kerja ternyata lebih keras, sis. Harus mandiri, cepat tanggap, supel, mudah beradaptasi, dan yang paling penting adalah tahan banting! Wkwk.

Beberapa minggu yang lalu ditengah tumpukan deadline yang menggunung, saya iseng wasap abang saya.

“Capek ya kerja, rasa rasanya pengin nikah aja kalau gini,”

dibalas sama abang saya, “emang dengan nikah semua masalah langsung beres gitu?”

“Nggak tau kan aku belum pernah,”

“Nikah itu nggak segampang apa yang kamu pikir, bla bla bla bla”

Abang saya mulai ngoceh tentang konsep pernikahan. Iya sih, saya tahu dia sudah menikah, pastinya sudah berpengalaman tentang berumah tangga. Saya sebagai adik yang baik pun hanya diam mendengar nasihat-nasihat beliau.

 Di usia saya sekarang memperbincangkan tentang pernikahan memang bukan hal yang aneh, karena memang sudah masanya. Coba saja kalau ketemu teman lama pasti ditanya hal-hal yang tak jauh dari seputar “sekarang kerja dimana? Pacarnya siapa? Udah nikah belum?  Eh si A ternyata nikah loh sama si B, nggak nyangka ya!” Kemudian lanjut ngegosipin nikahan temen πŸ˜„ ah udahlah, ini kenapa jadi baper sih. Heum.

Omong-omong tentang baper, saya kok jadi laper ya? Haha nggak nyambung banget siiiih. Nengok makanan di kosan cuma ada roti lapis dan kacang sukro #sedihamat. Mau keluar kosan rasanya males banget. Pengennya pesen makan via Ojek onlen, apadaya kota kecil macam Cilacap paling banter ya cuma ojek orang xixixi. Yanasib. Semoga malam lekas berlalu. 

Selamat wiken! 

Diposkan pada Curhat Tentang Film

Nonton Film SPLIT

Hari sabtu kemarin saya baru sadar jika minggu ini ternyata ada long weekend lagi. Sudah gitu jatuhnya di hari Senin pula. Benar-benar membahagiakan bagi orang-orang seperti saya ini πŸ˜„. Jika long weekend kemarin saya habiskan di luar rumah, kali ini saya manfaatkan untuk istirahat di rumah saja. Yap, badan ini rasanya menuntut untuk take a rest sejenak setelah minggu kemarin lembur gila-gilaan. Gimana gak lembur? Setengah orang kantor ditugaskan diklat diluar kota seminggu full. Dan almost of them adalah dari bagian pelayanan. Jadi deh, kami para sisa orang di kantor harus meluangkan waktu lebih untuk mengejar deadline yang harus selesai akhir bulan ini. See? Remuk banget rasanya ni badan. Apalagi saya baru saja sembuh setelah dua minggu yang lalu nyusruk nyium aspal πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ berangkat kantor pun kaki masih senut-senut dan muka masih gak jelas. Haha. Tapi masih juga disuruh pelayanan. Hebat!

Okedeh, 3 hari di rumah ini saya habiskan buat tidur dan tidur. Selain itu saya habiskan waktu dengan menonton film. Kebetulan stok film baru sedang banyak gegara abang saya habis mudik (kalau abang mudik pasti restock film 😁). Dan film yang saya tonton adalah SPLIT. Ada yang udah pernah nonton? Film ini bergenre horror thriller psikologis. Rilis sekitar Februari 2017. Mengisahkan seorang laki-laki yang memiliki kelainan yaitu DID (Dissociative Identity Disorder), sebuah kelainan yang membuat penderita memiliki lebih dari satu kepribadian. Di film ini tokoh utamanya adalah Kevin Crumb diperankan oleh mas ganteng James McAvoy yang memiliki 23 kepribadian berbeda-beda. Sifat dan karakter dari masing-masing kepribadian pun berbeda. Ada yang jahat dan ada yang baik. Empat kepribadian yang menonjol adalah Barry seorang desainer yang kemayu. Hedwig, seorang anak kecil berusia 9 tahun yang jahil dan usil. Patricia, seorang wanita dengan style bangsawan. Dan Dennis, laki-laki berkepala botak dan berkacamata yang terobsesi dengan gadis remaja dan kebersihan. Cerita berawal dengan peristiwa penculikan 3 gadis SMA yang dilakukan oleh orang bernama Dennis (McAvoy). Ketiga gadis SMA ini bernama Claire, Marcia dan Casey disekap dibawah tanah yang sempit dan pengap. Beneran deh bagi penderita klaustrofobia harus siap siap tarik napas panjang pas adegan di ruang bawah tanah ini. Setelah beberapa hari diculik, mereka merasa ada yang aneh dengan penculik mereka yang kadang-kadang bersikap baik, kekanakan, kemayu atau berubah menjadi jahat. Mereka pun berusaha mencari jalan keluar namun gagal. Akibat usaha mereka untuk kabur, Dennis marah dam memutuskan untuk mengurung mereka di 3 kamar berbeda. Kasihan banget :(. Dari ketiga cewek tersebut ada satu cewek bernama Casey (cewek paling nerd dan pendiam) yang menyadari jika penculik mereka memiliki kepribadian ganda. Ia pun mencoba memanfaatkan salah satu kepribadian tersebut untuk kabur dari si penculik. Berhasilkah Casey kabur dari tempat tersebut? Tonton sendiri aja yah πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ ane kagak mau spoiler. Wkwk. 

Nah, yang membuat film ini menarik adalah James McAvoy pinter banget membawa penonton masuk ke dunia dari tiap-tiap kepribadiannya. Saat berubah jadi Barry, saya seolah olah percaya jika ia adalah seorang desain fashion yang handal. Saat jadi si bocah Hedwig, ia pun bertingkah layaknya anak usia 9 tahun. Aaah, aktingnya keren banget pokoknya. Kesengsem deh πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„. Twist di film ini juga menarik. Banyak adegan yang memacu adrenalin karena beberapa adegan menampilkan acara kejar-kejaran antara si penculik dengan korbannya. Beberapa kali saya nonton film thriller psikologis seperti the Call, the Lovely Bones atau Gone Girl, saya kira Split yang paling membuat saya bergidik ngeri. Duh jadi ngebayangin diculik sama orang asing di ruang bawah tanah yang pengap dan terisolir dari dunia luar. Terus si penculik ini ternyata seorang psikopat. Hiii ngeri banget pokoknya 😱😱😱. Kelar  nonton ini saya jadi berpikir, memangnya di Amerika sono banyak bertebaran psikopat ya? Kok ngeri amat kalau emang beneran begitu adanya.

Oke, karena habis nonton SPLIT saya tak kunjung ngantuk juga. Saya lanjutkan nonton film SPY. Ini film genrenya action comedi  sih. Saya sukses ketawa sepanjang film. Duh apalagi ada mas gans Jude Law. Eh bukan mas ding tapi om ganteng πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ setelah nonton yang horor horor dan bikin tegang saya netralkan dengan menonton film komedi yang bikin ketawa πŸ˜‚. Film SPY bukan termasuk film baru sih, kalau gak salah keluaran tahun 2016. Ini film mengisahkan tentang agen CIA yang berusaha melindungi USA dari bisnis jual beli bom nuklir. Meski sepertinya film serius tapi ini beneran  jauh dari kata serious. Banyak lawaknya 😁😁😁

Hari ini sebenernya saya diajak main sama mbak kembar bareng gengnya dia. Tapi gak dapet ijin dari ibuk karena belum sembuh total pasca jatuh dari motor. Iyasih emang kaki saya masih senut-senut meski sudah agak mendingan. Tapi masih trauma aja naik motor jarak jauh huhu. Ya sudahlah, meski pagi ini rasanya sepi sekali karena ditinggal mbak kembar pergi main. Sepertinya saya masih akan membunuh waktu dengan menonton film. Hmm enaknya nonton film apa ya? Mungkin nonton Hacksaw Ridge kali yah biar rame 😁😁😁

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Bhay, Long Weekend!

Long weekend is about to end. Huaaa sedih kali harus berpisah dengan long weekend yang sudah dinanti dari jauh hari ini 😒.

Liburan kali ini alhamdulillah, abang saya dan mbak ipar mudik (itu artinya koleksi film ane bertambah πŸ˜„).  Kemarin, hari Minggu saya diajak ke kota untuk nemenin  mbak sama mas kondangan. Habis itu pulangnya diajak spa sama mbak ipar (hahaha gaya banget deh). Baru pertama kali itu saya spa, itupun saya milih paket hair spa. Penasaran hair spa itu diapain si? Eng ing eng ternyata to macam creambath gitu cuma ditambah dipijit-pijit sampai punggung. Oalaah ini to hair spa. Oya saya dan mbak ipar spa di Alina Day Spa Purwokerto. Lokasinya di deket alun-alun. Masuk ke jl Pungkuran, sampingnya Quattro cafe. Untuk harga gimana? Affordable lah menurut saya. Untuk hair spa saya dibarendol 80k saja (alhamdulillah ya, hari ini saya dapet traktiran dari mbak ipar xixixi jadi gratisss). Untuk spa sendiri, kami menghabiskan waktu kurleb 60 menit. Suasana di Alina sendiri menurut saya relaxing banget si. Ruangannya wangi, bersih dan mbak-mbaknya ramah. Cuma yhaa agak sempit saja.

Kelar spa kami pulaang dan besoknya diajak ke kota lagi untuk nonton! Yeah. Kali ini bareng Bapak Ibuk jugaa. Berenam kita ke kota untuk nonton. Mau nonton film apa sih sampai rombongan gini? Huehuee kami nonton film Kartini. Sebenernya tertarik juga pen nonton Guardian of the Galaxy vol. 2. Etapi kan masa bapak sama ibuk disuruh nonton gitu? Bisa-bisa walkout ditengah fim haha.

Bioskop lumayan penuh untuk pemutaran jam 2 siang. Saya amati untuk tipe penontonnya majemuk ya. Dari anak-anak sampai emak-emak. Dan guess what? Ibuk saya nangis di beberapa adegan yang emang touchable dan cocok bikin nangis. Saya nggak sampai nangis si karena tengsin aja soalnya duduk di samping Bapak. Omong-omong soal Bapak, sesebapak malah tidur cobaa di awal film. Katanya iklannya kelamaan jadi ngantuk. Ckck paaak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

So, how’s the movie? Saya disini nggak mau nulis review sih, karena di awal nggak niat ngreview juga. Komen saya sih film ini bagus. Dari departemsen akting nggak usah diragukan lagi yak. Ada trio Dian Sastro, Acha, dan Ayushita. Respek sama mereka, bahasa jawa mereka cukup fasih juga. I mean nggak aneh dan nggak bikin ketawa. Didukung juga dengan akting keren dari Christine Hakim, Reza Rahardian (meski munculnya bentar banget), dan juga ada Djenar Maesa Ayu. Saya pertama kali ini liat aktingnya Djenar, yang saya tau dia penulis eh ternyata bisa akting juga 😁. Durasi film kartini sendiri kurang lebih 120 menitan. Cukup lama juga. Kelar nonton Bapak jalan cepet banget keluar dari mall. Kukira kenapa. Eeh saat kutanya, “Kita belum solat ashar, ini udah mau jam 5!” πŸ™.

Yeaay, today was so awesome. Alhamdulilah bisa jalan berenam lengkap. Meski kaki saya masih senut-senut dan muka masih belum semulus semula (gegara nyusruk nyium aspal seminggu yang lalu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚), but I’m happy bcoz we can spent time together 😊😊😊. Besok dah harus kerja lagi, mbak sama mas harus balik Jakarta lagi. Huhuhuhu. Nanti ketemu lagi pas lebaran. Sehat-sehat terus yaaa mbak mas dan calon ponakan tercintaaah. Cant wait to Eid! Hehhe (Ramadhan juga belom).

And, gudbye long weekend kesayangan. Ditunggu lagi yak kedatanganmu agar orang-orang seperti saya ini bahagia. Wkwk. Bhaaay!

Btw besok udah selasa aja, udah kerja lagi aja. Aaaah semangaaaat!!!!! 

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Mengenang Masa Kecil

Mengingat masa kecil adalah hal yang sangat menyenangkan. Terinspirasi dari salah satu postingan temen blogger tentang generasi 80an saya jadi pengin flashback masa kecil nan bahagia hehe. Saya merupakan generasi 90an yang tumbuh dan berkembang di era lagu anak-anak sedang booming boomingnya. Siapa anak 90an yang tak kenal Trio Kwek-Kwek? Maisy? Chiquita Meidy, Sherina atau Tasya Kamila? Beuuuh nih penyanyi cilik memang jadi idola hampir semua anak-anak 90an.

Selain musik anak-anak yang mudah dijumpai, hal lain yang saya kangenin di masa kecil dulu adalah:

1. Dibeliin Majalah Bobo sama Bapak

Ini nih favorite dari segala favorite. Bukan sombong sih, kata ibu, sejak kecil saya sudah hobi baca. Sebelum masuk TK saya sudah lancar membaca, bahkan sudah bisa menulis. Saat masuk TK saya dan mbak kembar sering disuruh sama Bu guru untuk baca teks doa saat upacara. Katanya cuma kami yang bisa membaca dengan lancar. Kok bisa sih di umur belum 5 tahun saya sudah lancar membaca? Menurut cerita ibu, semuanya karena perjuangan Bapak. Yap, masih ingat di memory saya setiap malam Bapak dengan tekun mengajari kami membaca hingga bisa lancar sebelum mengecap bangku sekolah *ceilah. Hobi membaca ini berlanjut hingga masuk SD. Bapak mulai membelikan majalah sebagai pengganti jajan. Dulu saat Bapak pergi ke kota kecamatan, saya dan mbak kembar pasti selalu minta oleh-oleh buku bacaan. Dan Bapak selalu mengabulkannya. Jarang loh kami minta jajan makanan. Entah kenapa ya padahal kan bagi anak-anak makanan seperti cokelat, ciki, etc adalah favorit mereka. Tapi, bagi kami dulu bau majalah baru sudah lebih dari cukup dibandingkan menyantap sebungkus ciki berhadiah tazos πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ dan majalah favorit kami adalah Majalah Bobo. Saya paling suka ceritanya Nirmala di negeri dongeng. Selain itu cerita pendek dan dongeng juga menjadi hal pertama yang dicari. Lewat majalah Bobo saya juga merasakan asyiknya memiliki Sahabat Pena. Yaap! Dulu saat kelas 5 SD saya iseng tuh kirim surat ke sebuah alamat seorang anak perempuan yang katanya sedang mencari Sahabat Pena a.ka. Sapen. Saya ngumpulin uang jajan buat beli perangko, terus dititipin ke ibuk untuk diposkan. Setelah nunggu hampir sebulan lebih ternyata Surat saya berbalas. Duuuh waktu itu senengnya bukan main dapat surat untuk pertama kalinya. Nama Sahabat Pena pertama saya adalah Afni, tinggal di Depok. Kami sering berkirim Surat kurang lebih satu tahunan. Setelah itu Surat saya nggak dibales lagi. Mungkin dia pindah alamat atau bosen sapenan sama saya he he. Terus saya berhenti sapenan nggak? Yhaa nggak dong, di kelas 6 SD saya lanjut berkirim Surat lagi. Kali ini dengan anak Bandung. Namanya Kak Wafda. Dan lagi-lagi, sapenan saya nggak berlangsung lama, masuk SMP saya bosan dan akhirnya lebih memilih sahabatan dengan teman-teman di dunia nyata 😁. Oya, masuk SMP saya juga masih baca majalah Bobo loh. Kalau nggak salah nyampe kelas 7. Di kelas 8 dan 9 saya beralih ke majalah remaja seperti Gadis, Gaul, Kawanku dan Teen.

2. Dolanan anak-anak yang seru banget

Petak umpet, lompat tali, gobag sodor, dakon, rumah-rumahan, mini minian, egrang adalah beberapa permainan yang sering saya lakukan bersama teman-teman. Sore hari, cerah, sepulang ngaji di mushola langsung cuss main sama teman-teman. Jenis permainannya banyak dan seru semua. Kami belum mengenal permainan digital. Paling banter main tamiya buat anak laki-laki atau main beiblade (ejaannya gimana ya?). Itu keliatannya sudah modern banget haha. Oya jika ingat beiblade saya dulu pernah ikut kakak mainan ini. Dan coba tebak Cara maininnya gimana? Dimainkan di atas wajan punya ibuk! Kwkwk kreatif sekali ya. Memang sih kalau boleh jujur dijaman saya kecil dulu nggak pernah tuh kehabisan mainan. Semua mainan bisa kami dapatkan dari alam sekitar. Bikin kue dari tanah, bikin sirup sirupan dari daun waru yang diremas-remas, bikin kalung dan cincin dari batang pohon singkong atau mahkota dari bunga-bunga liar. Pokonya kreatif amat lah! Tuh kan jadi kangen…

3. Mandi di Kali

Ya ampun ini pengalaman tak terlupakan. Meski sebenernya nggak dapet ijin dari Bapak dan Ibu. Saya tetep nekat buat mandi di kali dengan curi-curi waktu. Jangan sampai ketahuan sama Bapak dan ibu (yang akhirnya tetep ketahuan juga dan saya dinasihati panjang lebar agar tak mengulangi lagi). Tapi berkat saya suka nekat mandi di kali jadi diajak sama Bapak buat mandi di kolam renang he he. Nggak sia-sia juga badan jadi hitam legam habis mandi di kali. Naik kelas dikit lah ya mandi di kolam renang haha

4. Ngegosip khas Anak-anak

Pernah ngerasain nggak sih? Segerombolan anak kecil sok tahu yang suka nguping pembicaraan orang dewasa tentang kejadian di sekitar rumah terus dikembangkan sesuka hati kita. Imajinasi khas anak-anak. Dulu pernah ada salah seorang kakak kelas SD yang meninggal. Terus beredar kabar kalau makanan yang ditinggal orang tuanya diatas kubur anak tersebut habis dimakan oleh si anak. Sebenernya bisa jadi itu habis karena dimakan burung atau hewan liar lainnya. Secara ya di pemakaman yang letaknya di pinggir desa, segala jenis hewan kan bisa ada. Tapi dasar anak kecil sok tahu, munculah gossip gosiip khas anak SD yang imajinasinya ngalahin logika. Suka ketawa sendiri kalau ingat itu. Demen banget mengarang cerita yang kebenarannya susah untuk dibuktikan. Tapii yaa dulu tetep percaya aja.

5. Nonton film kartun di hari minggu.

Wohaaa ini favorit abis! Jam 6 mata masih kiyep kiyep, nyawa belum kekumpul semua, jalan ke ruang keluarga dan nyalain tv. Nonton chibi maruko chan, hamtaro, doaremon, ninja hattori, dragon ball, shin chan, kabutaku de el el. Syuka deh! Jaman saya kecil dulu nyari film kartun di hari minggu itu gampang banget!

6. Cinta monyet!

Hahaha kalau inget ini penginnya ketawa terus. Bayangkan! Kelas 3 SD ada anak cowok yang bilang suka ke saya. Saat itu saya yang masih polos polosnya takut banget dan sebel sama tuh anak cowok. Di kelas 4 pun sama, ada adik kelas yang naksir saya. Duh, begitu mempesonakah saya saat SD dulu? *kibas jilbab. Yang paling gokil sih pas kelas 6, ada anak cowok yang menyatakan perasaannya lewat Surat. Saya dapet surat cinta yang pertama bo! Hahaha parah abizzzzz. Terus? Gara-gara surat itu saya suka sama dia! Parah kan? Sok dewasa banget sih! Pengin saya jitak jadinya tuh anak kecil. Belum juga akil baligh sudah cinta cintaan segala hmm. Kisah cinta monyet lanjut sampai SMP loh. Saya sempat jadian (ampuuuun paraaah abisss) tapi karena kita beda sekolah akhirnya kandas di tengah jalan hahaha. Lagian sok dewasa banget sih des, masih juga baca majalah bobo pake punya pacar segala. Terus sekarang kabarnya tuh cowok gimana? Saya bener-bener nggak tahu kabar dia sekarang gimana. Nggak pernah kontak lagi sejak jaman SMP itu. Mungkin juga dia sudah nikah yak, atau malah dah jadi bapak. Terserah deh saya nggak pengin tahu lagi. Selamat tinggal kenangan cinta monyet. Dimanapun sekarang kamu berada, semoga bahagia selalu πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Itulah beberapa kenangan masa kecil yang masih melekat di ingatan. Habisnya gokil dan memorable banget. Kecuali yang point 5 ya. Saya sudah totally move on. Tuh bagian cinta monyet kalau bisa sih diskip aja lah hahaha. 

Btw, kenangan masa kecil apa sih yang paling kalian kangenin?

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Just doing nothing

Taraaa! Sabtu ngeblog akhirnya terwujud juga. Seharian ini entah kenapa saya hanya pengin leyeh-leyeh. Doing nothing. Tadi pagi memang sempet nyuci baju (dan ternyata mendung hiks), sarapan kemudian mandi dan kembali lagi ke kasur. Males banget nggak sih? Ini anak cewek kok gini banget yhaaa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ berhubung saudara kembar saya kalau sabtu masih ngajar, Bapak dan ibu pun sama akhirnya saya sendirian di rumah hanya ditemani sama mbak As (Itu namanya nggak sendirian keleus).

Oke, awalnya hari ini saya niat berkutat di dapur untuk mempraktekan resep yang sudah dari jaman baheula saya download dari yucub. Yap, saya pengin banget nyobain resep oreo goreng. Di video sih kayaknya gampang banget tuh. Tinggal aduk2 adonan, masukin Oreo ke adonan dan goreng. Jadi tuh si Oreo gorengnya. Tapi sayang sekali menyantap oreo goreng yang sepertinya nikmat masih hanya sebatas angan-angan. Wkwkw. Lagi males banget ngapa ngapain. 

Bosan geguleran di kasur akhirnya saya buka-buka file film di leptop mbak kembar. Dan saya memutuskan untuk rewatch Zootopia. Ini keempat kalinya saya rewatch Zootopia dan nggak pernah bosen. I think Judy Hoops and Nick Wilde adalah pasangan paling cute. Suara Shakira sebagai pengisi suara Gazelle (unicorn popstar-nya Zootopia) juga favorite. Theme song-nya keren. Ngingetin sama theme song piala dunia tahun 2011 yang dinyanyiin sama Shakira yang Waka-waka itu loh. Bagus kan? 😁😁😁

Saya juga rewatch film The Croods. Masih film animasi juga, karena saya memang suka film animasi. Feel komedinya lebih dapet. Cucok banget untuk membuang lelah #hadeuh *buang lelah mah tidur wkwk.

Omong-omong soal film, weekend kemarin saya habis nonton bareng mbak kembar. Di bioskop baru Purwokerto, CGV cinema di lantai 5 Rita Supermall yang baru buka itu. First impression? Mayan bagus laaah. Lebih mending dari bioskop tetangga heu. Kami memilih untuk nonton fim Danur. Film horor yang di adaptasi dari novel penyanyi indie cantik Risa Sarasvati (itu loh vokalisnya band indie Sarasvati). Awalnya saya galau tuh mau nonton Beauty and the Beast atau Danur. Karena secara dua film ini lagi hype banget. Setelah mencocokan jadwal jam tayang dan plan kami akhirnya kami memutuskan untuk nonton film Danur (Beauty and the Beast tayang jam 3 sore) sedangkan kami  nyampe di mall jam 10 pagi. Jadinya nonton Danur aja lah yang tayangnya jam 10.30 hehhe. Biar nggak kelamaan nunggu. Diluar dugaan yang ngantri beli ticket banyak bangettt. Saya kira jam 10.30 itu masih pagi looh. Eeeh datang serombongan anak SMP pada ngeborong Danur dan parahnya saya memilih tempat duduk di dekat mereka. Kebayang nggak sih ramainya? Sepanjang film anak-anak abege itu (almost semuanya cewek) jejeritan nggak jelas. Omaigad! Beneran deh saya salah seat #tepukdahi.

Terus gimana filmnya? Danur, hmm menurut saya sih nggak serem-serem amat yak. Tiga hantu Belanda yang diceritakan sebagai sahabatnya Risa jauh dari kata serem, malahan cute! Ehehee. Saya cuma agak merinding disco saat adegan Shareefa Danish memerankan mbak Kunti. Pokoknya she’s the best ever untuk memerankan tokoh hantu yang clueless, yang suka menatap kosong diam gitu. Beneran deh, menurut saya scene Shareefa jadi mbak Kunti ini serem banget. Meski lebih sereman saat Shareefa akting jadi psiko di Rumah Dara sih. 

Saya sudah pernah menikmati Danur versi buku. Jadi saat menikmati filmnya sebenernya agak kecewa karena  saya mengira akan lebih banyak cerita tentang Peter, Hans, atau William. Tetapi malah lebih banyak membahas mbak Kunti bernama Asih yang diperankan Shareefa. Ya sudahlah namanya juga film, media yang notabene berbeda dari buku. Ya kan? 

Kelar nonton, saya dan mbak kembar pun cuss keliling kota purwokerto untuk wisata kuliner πŸ˜ƒ 

Ini cerita weekend kemarin ya, kalau weekend ini? Kan sudah saya bilang tadi, today I’ll do nothing. Just leyeh leyeh di kasur sambil update blog πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Life is Uneasy, but…

Setelah 3 hari berturut-turut lemburan terus di kantor, rasanya badan ini mulai menuntut istirahat. Yap, after a crazy friday-saturday-sunday of overworking! Akhirnya gw sariawan, sakit pinggang dan nafsu makan menurun. Gila ya. Pantes aja tadi ngantor udah nggak karu-karuan. Mata ngantuk, kepala pusing ditambah tumpukan pekerjaan baru lagi. Maaaak…I need holidays for sure! πŸ˜₯

Sekitar 7pm tadi my twin nge wassap. Nanyain lagi dimana. Ya gw jawab masih di kantor laaah. Dia kaget. Katanya, “perasaan lemburan terus deh”. Hmm..nggak cuma kamu aja kok yang bingung, akunya juga bingung kenapa lemburan terus hahaha miris amat ya.

Gegara lembur di weekend yang seharusnya jadi weekend ceria malah jadi weekend kelabu, gw kagak bisa mudik ke rumah. Padahal sudah kangen berat sama masakan ibu. Pengin banget dimasakin ikan pindang balado atau oseng oseng tempe. Nyammm rasanya udah kebayang aja nih di lidah. Bagi gw mudik tiap akhir pekan adalah kebahagiaan tiara tara. Why? Tak lain dan tak bukan adalah karena perbaikan gizi! Wkwkw (ini sudah kerja macam anak kuliah aja ya). Begini, meski status sekarang bukan lagi mahasiswa (yang harus ngirit di akhir bulan untuk bisa makan enak di awal bulan), masakan rumah adalah treasure. Katakan ya, sekarang gw punya duit untuk beli makanan yang enakan dikit, bergizi dikit.tapi nyatanya, sepulang kantor ( gw  selalu pulang setelah matahari tenggelam) nemuin warung/rumah makan yang jual masakan rumahan tuh susah say. Kebanyakan yang mangkal adalah penjual nasi goreng,baso, soto, angringkan dan aneka kuliner malam hari lainnya. Jadi ya menu makanannya yhaa itu itu aja. Bosyen. Pengen makan di cafe, udah keburu capek pengin istirahat. Ya kali masa mau makan di kafe tiap hari? Masak sendiri? Maaf, opsi ini tidak masuk kriteria karena kosan gw kagak ada fasilitas untuk masak hheheh (alasan). Minta dimasakin kekasih? Yaelah orang gw belom ketemu sama Mas kekasih. Lagian keknya kebalik deh, harusnya kan si cewek yang masakin buat si cowok.ya kan? So sweet banget deh itu, apalagi kalau dimasakin sama kekasih halal #eaaak #kayaknyasiapnikahnih #tapisamasiapa #namanyajugabarukayaknya. Ehem, cukup! Kenapa ini ujung-ujunge bahase jodoh lagi ya? Wkwk. Dasar ratu baper.

Sometimes life seems uneasy, but gw masih punya Bapak, ibu, kakak-kakak gw yang sayang dan care banget sama adeknya yang suka bikin kesal ini. Gw masih punya pekerjaan (even though di luar sana masih banyak orang berjuang melamar kerja). Gw masih dikasih sehat dengan anggota badan lengkap dan bekerja sesuai tugasnya. Gw punya temen-temen yang luar biasa. Gw masih tidur di kasur tanpa ancaman. Gw masih bisa nabung, gw masih bisa beribadah dengan tenang dan yang paling panting gw masih diberi kesempatan untuk melewati kehidupan yang berharga ini. Hidup itu tinggal bagaimana kita memandangnya. If you sure it will be okay, it will be. 

Yhaa sudah lah, mari menikmati hidup. Syukuri aja semuanya. Siapa tahu bulan depan bisa liburan dengan uang lemburan #eh. 

*gw nulis ini sambil bersin bersin. Ini karena ada yang sedang membicarakan gw ataukah ini pertanda kalau flu akan menyerang? 😩

Btw, dipostingan kali ini kata ‘saya’ diganti ‘gw’ dulu gpp yhaa. Lagi labil. Wkwk

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

When life give you lemons, make lemonade!

Sore tadi saya memutuskan mudik satu hari lebih cepat dari rencana awal mudik di hari Sabtu. Yeah, sepulang dari kantor, saya ke kosan sebentar untuk ganti baju dan shalat maghrib. Selese packing (masukin pakaian kotor di tas, niatnya mau laundry di rumah haha #janganditiru) saya langsung memacu kendaraan menuju rumah tercinta. Alhamdulillah cuaca mendukung, tidak hujan malahan sepanjang perjalanan pulang saya ditemani oleh sinar rembulan yang menghanyutkan #ceilaaah #cobapulangnyabarengkamu 😂. 

Saya memutuskan pulang lebih awal karena sore tadi saya baru inget besok ada undangan nikahan kakak tingkat SMP. Itu pun gegara diingetin teman saya di BBM, ngajak kondangan bareng. Ya sudah deh, berhubung pekerjaan di kantor juga sudah selese akhirnya saya memutuskan untuk mudik saja. Toh jarak dari kota perantauan ke kampuang halaman kagak jauh jauh amat hehe.

Oh ya, saya sempet speechless saat nyampe di rumah, kakak kembar saya langsung menyodorkan 2 undangan nikahan. “Nih katanya kemarin kamu nanyain undangan, katanya pengin kondangan tapi nggak ada teman yang nikah. Nih, sekalian kukasih dobel,” kata kakak kembar saya. Hahaha. Dunia memang selucu ini yak. Di bulan Maret per tanggal 10 ini saya sudah mendapat 4 undangan nikahan.  Satu dari teman SD, satu lagi dari teman SMP. Kemudian dari kakak tingkat SMP dan satu lagi dari teman kuliah. Hoiii ini bulan Maret atau bulan Orang Nikah sih???? 😂😂😂

Terus besok saat kondangan siap-siap aja ditanya pertanyaan paling hits di usia usia twenty something ini “kapan nikah?”. Nah lo! Pengin melipir aja deh jadinya wkwk. Yah, selamat datang ke fase dimana hidupmu sekarang dipenuhi oleh undangan nikahan teman (atau undangan nikahmu sendiri), news feed social media yang isinya couple entah itu pasangan baru pacaran, pengantin baru atau orang tua baru (yap siap-siap aja sebentar lagi bakal banyak yang posting bayi bayi lucu di news feed sosial media hohohoho). Atau juga foto-foto teman temanmu yang sedang semangatnya berkarir, traveling, study master degree atau study abroad. Hidup memang selalu sawang sinawang yak!

Oke, intinya sih kita harus tetap bersyukur dengan rejeki yang kita terima. Kadang memang rasa ‘iri’ itu muncul. Rasa semacam ‘Ih kok enak banget jadi si A, udah pinter, dapet beasiswa master di LN lagi,” atau “kok hidup si B kayaknya mulus mulus aja yak. Punya suami udah saleh, ganteng, bonusnya tajir pula. Eh nikah belum ada 3 bulan udah dikasih kepercayaan buat jadi orang tua,”. Waaah pokoknya macem-macem deh. Saya jadi ingat sebuah postingan dari salah satu anggota geng bul. Sebut saja namanya Fitriya (hahaha peace fit, you muncul lagi di blog aq). Jadi di suatu pagi nan indah karena kalau ndak salah hari itu adalah jumat pagi, Fitriya posting di grupnya geng bulusan yang intinya setiap manusia itu berjalan di jalurnya masing-masing. Tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Tidak ada yang namanya telat nikah, telat kuliah, telat kerja, dan telat telat lainnya. Yaaah karena katanya sih sudah ada waktunya masing-masing. Jangan biasa membandingkan kehidupan individu satu dengan yang lain. 

Tapiii menurut saya sih membandingkan kehidupan dengan orang lain asalkan niatnya baik sih kayaknya boleh boleh saja. Misalnya melihat teman yang dapet beasiswa LPDP (eh sebut merk wkwk) membuat diri saya terpacu buat melakukan yang terbaik juga demi mendapatkan beasiswa. Saya jadi rajin browsing info beasiswa, belajar TOEFL, nyari LOA. Atau melihat teman yang nikah muda, saya jadi terinspirasi untuk nikah muda saja 😄😄😄.

Yaaah begitulah hidup. Selamat dataang di fase yang paling membuat galau ya des! Galau jodoh, galau karir, galau masa depan. Deuuuh berat amat omongannya.Yang penting sih lakukan terbaik apa yang sedang menjadi amanah saya sekarang. Untuk masa depan dipikir besok-besok saja. Toh, masa depan kan effect dari hari ini. Kan bener jadinya kalau selalu bikin kata-kata motivasi ‘do the best for today’ jadi motivator handal setiap mau berangkat ngantor πŸ˜€

Postingan ini kok panjang ya? Hahhaha.  Nggak nyangka. Saya nulis ini lewat aplikasi WordPress android jadi maapkan  kalau acakadut 😷

Happy weekend manteman semuaaaa!