Posted in Cerita Pendek

[Cerpen] : Karena Kamu So Loveable Buat Aku

Jam weker bergambar Lionell Messi-ku belum berbunyi. Masih pukul tujuh kurang sepuluh menit. Aku melirik handphoneku sebentar, apakah ada sms atau tidak dan ternyata tidak ada, maka kuputuskan untuk tidur lagi.

Tiba-tiba Handphoneku berbunyi dengan berisiknya. Hape jadul lungsuran dari kakakku itu berteriak-teriak sumbang kehilangan melodi.

“Ya hallo..”

“Hallo?? Sayang! Pasti kamu baru bangun ya! Haduhhh sudah jam tujuh, cepetan bangun! setengah delapan kita ada kuliah!” suara diseberang membuat mataku langsung melek. Wah anjirrrr, aku kesiangan!

“I..iya yang! Ini aku bangun! mandi dulu ya yang…bye!” kututup telepon dari pacarku dan langsung melesat ke kamar mandi.

Tak sampai sepuluh menit aku telah siap untuk kuliah. Celana jeans belel, hem kotak-kotak berwarna cokelat favoritku dan tentu saja tas selempang army look hadiah dari my sweetie Bella terpasang apik di badanku yang memang sebelas dua belas dengan Darius Sinatriya.

“Hallo sayang, udah sarapan belum? Cepat gih sarapan dulu. Roti dan selai yang aku kasih kemarin masih kan? Nah, buat aja roti tangkup, pokoknya perutmu harus isi dulu…”

“Iya sayang..tenang aja, aku udah sarapan kok.”

“Beneran ya? Jangan bohong loh, aku nggak mau terjadi sesuatu dengan kamu,”

“He em! Beres bos! Nanti dijemput dimana?”

“Biasa, di kos Septi,”

“Oke, pangeran segera meluncurrrr,”

Aku menenggak habis sekotak susu cair sebagai pengganti sarapanku. Ah, nggak sempet banget bikin roti tangkup. Lagian aku harus cepet-cepet jemput Bella dan pergi ke kampus. Aku menatap wajahku di cermin. Ganteng banget aku hari ini! Hmmmm….Raditya Dika aja kalah.

Dari kejauhan sudah bisa kulihat Bella-ku yang cantik. Gadis keturunan Solo asli itu adalah pacarku selama setahun terakhir. Kami kuliah di jurusan yang sama,namun tidak sekelas.

“Sayang…kenapa pakai kemeja ini?nggak matching tau sama tas kamu!” Bella mengomentariku.

“Aduh sayang, ini gaya terbaru, gaya 2012!”

Bella menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Aku baru ketemu cowok yang selera fashionnya seaneh kamu,”

“Tapi, aku tetep ganteng kan yang?”

Bella tertawa lantas menimpuk pungguku dengan buku fundamental of nursingnya yang segede gaban.

“Buruan berangkat! Telat nih,”

Aku segera memacu motor bebek kesayanganku untuk membelah pagi kota Semarang. Ah, enaknya punya pacar…..

***

“Sayang, jangan lupa gosok gigi sebelum tidur, terus jangan main PS terus! Perhatikan tuh tugasmu yang numpuk, besok juga kamu ada response sama Mr. Asih, jangan lupa belajar,” Bella menasihatiku panjang lebar. Duh, nih cewek kok lama-lama mirip ibuku yah?

“Iya sayang…,” aku tersenyum lantas menunggu-nunggu Bella mengecup pipiku sebagai ucapan selamat malam.

“Yang…” panggilku ketika kulihat Bella meninggalkanku begitu saja menuju kosnya.

“Apa?” tanyanya.

“Kayaknya ada yang lupa deh,” kataku.

“Oh iya!” Bella merogoh saku celananya. Aku tersenyum senang, akhirnya dapet ciuman juga dari pacarku. Lumayan buat mencharge semangatku hihihi

“Jangan lupa copiin film india yang kamu punya ya,” Bella mengacak rambutku lantas menghilang dibalik pintu kosnya. Aku hanya bengong sambil memegang flesdisnya yang bergambar surfer girl. Ah, malam ini gagal lagi…

***

“Sayang, rambutmu kok berantakan sih? Ya ampuuun kamu nggak sisiran yah?” Bella berdiri di depanku, sibuk merapikan rambutku yang menurutku sudah kusisir rapi.

“Kan kita Cuma mau jogging yang, nggak perlulah rambut rapi jali kayak mau kondangan aja,” jawabku.

“Tapi meskipun jogging, kerapian harus tetap dijaga dong, mau tidur aja aku sisiran loh,” gadis manis bermata cokelat itu tersenyum.

“Nah, ini baru ganteng! Yuk sekarang kita lari,” Bella berlari-lari kecil sebagai pemanasan. Aku mengikutinya dari belakang.

Bella, lama-lama kamu mirip ibuku.

***

“”Woi man! Darimana aja lu, kok baru keliatan,” sapa Bimo teman satu kosku.

“Jogging bareng Bella,eh kok semalam kayak denger suara cewek dari kamar lu, sodara lu dateng?” tanyaku.

Bimo tergelak, “Yaelah cewek semalam? Dia Karina, cewek gue,”

Aku kaget. Setahuku cewek nggak boleh masuk kos kami, apalagi sampai masuk kamar.

“Lu nggak takut dimarahi ibu kos?”

“Ya ampunnn, lu penakut banget sih Ngga! Ibu kos nggak bakalan tahu, dia kan lagi di Bandung, lusa baru balik. Kalau lu mau lu boleh bawa Bella ke kamar lu,” Bimo tertawa.

Aku hanya menggeleng. Nggak mungkin lah aku membawa bella sampai ke kamar segala dan yang lebih nggak mungkin lagi, Bella nggak bakalan mau aku ajak ke dalam, apalagi ke kamarku.

“Sstt..Angga sini gue bilangin!” Bimo menyuruhku mendekat. Cowok asli Jakarta itu berbisik ke telingaku.

“Apa??!!! Lu sama Karina…” aku nggak bisa meneruskan kata-kataku. Terlalu shock.

“Lu nggak usah histeris gitu kali, kayak lu suci aja, jaman sekarang mana ada sih pacaran tanpa ciuman,” Bimo berkata dengan santainya. Aku terdiam.

“Jangan bilang lu belum pernah nyium cewek lu!”

Aku menggeleng.

“Bahkan di pipi pun belum pernah? Tangan?” tanyanya lagi.

Aku menggeleng. “Pacaran kami hanya sekedar ngobrol dan jalan bareng, itu lebih dari cukup,” jawabku mantap.

“Ah cupu lu! Nggak asik!” Bimo kembali sibuk dengan laptopnya. Seperti biasa ia asyik main game online atau malah sibuk download video esek-esek yang menjadi koleksinya. Dan aku mulai malas ngobrol dengan cowok itu.

***

“Sial banget gue hari ini! Si Dania, cewek gue nggak biasanya nolak gue cium,” curhat Roland. Hari ini, setelah kuliah usai aku memilih ngobrol bareng teman sekelasku. Sambil ngopi dan makan gorengan dan juga nunggu Bella selesai kuliah.

“Itu tandanya cewek lu gak sayang lagi sama lu, bentar lagi lu dibuang tuh,” celetuk Binar, disambut tawa yang lainnya.

“Eh btw, gimana ngga, lu pernah nyium Bella? Dia kan alim banget,” tanya Roland membuatku langsung salah tingkah.

“Gue belum pernah nyium Bella,”

Semuanya terdiam.

“Bella nggak pernah mau gue cium,” tambahku.

Roland menepuk bahuku. “Bro, sekali-kali minta cium lah sama dia, buat ngeyakinin aja kalau dia sayang sama lu,”

Aku terdiam. Apa benar aku harus minta Bella menciumku? Memang sih Bella nggak ada romantisnya sama sekali. Selama pacaran kita belum pernah duduk berdua, berpelukan bahkan ciuman! Menggandeng tangannya aja susah banget. Bella, cewekku selain cantik dia juga aneh.

***

“Sayang, aku masakin nasi goreng nih,” bella menghampiriku yang tengah asyik mengerjakan tugas. Taman di belakang kampusku sepi. hanya ada aku dan Bella. Mungkin ini waktu yang tepat untuk meminta Bella membuktikan cintanya.

“Sayang..makasih ya,” aku menatap matanya. Tapi seperti biasa, mata cokelat itu selalu saja menghindar. Tak pernah mau lama-lama menatap mataku.

“Nah ayo cepat dimakan, nanti keburu dingin!” Bella membuka kotak makannya, menyuruhku untuk segera menghabiskan nasi goreng buatannya. aku tahu dia salah tingkah. Namun tetap saja kupandangi wajahnya yang ayu itu.

“Yang, siapa laki-laki yang paling kamu sayang di dunia ini?” tanyaku.

“ayahku,” jawabnya santai, masih asyik dengan nasi gorengnya.

“Terus?”

“Kamu,”

“Apa buktinya kalau kamu sayang aku?”

Bella berhenti mengunyah. Matanya yang cokelat memandangku tak percaya. Aduh, giliran aku yang salah tingkah dibuatnya.

“Kamu perlu bukti?”

Aku mengangguk.

“Berarti kamu nggak peka!” dengan cepat Bella membereskan buku-bukunya lantas bergegas meninggalkanku. Aku berteriak menyuruhnya kembali, namun ia tetap pergi. Apa yang salah dengan kata-kataku? Aku hanya ingin bukti sayangnya untukku! Dengan kesal kubereskan buku-bukuku dan bergegas pulang ke kosan.

***

Semalaman aku menunggu sms atau telepon dari Bella. Tapi cewek itu belum sekalipun menelponku. Saat kutelepon balik, handphonenya malah mati, tak bisa dihubungi. Hmm..mungkin lebih baik begini, aku nggak perlu dapet ceramahya sebelum tidur. Harus gosok gigi lah, gak boleh main PS kelamaan, belajar, ngerjain tugas, besok responsi. Setidaknya hidupku sedikit lebih tenang. Malam itu aku tidur tanpa gosok gigi.

***

Bella mendadak berubah menjadi siluman kampus. Aku tak bisa menemuinya barang semenit. Siang tadi aku melihatnya di kantin, sedang mengantri makanan. Saat aku mau menghampirinya, eeh secepat kilat dia menghilang. Bella, kamu makin aneh aja.

Sudah dua hari aku tidak bertemu Bella. Aku jadi rindu senyum manisnya. Aku rindu celotehnya saat bilang bajuku nggak matching, saat bilang rambutku berantakan, saat bilang aku harus rajin olahraga, saat bilang aku itu aneh, saat bilang aku mirip danius sinatriya kesiangan, dan saat ia memasak makanan untukku. Ah, telepon-telepon itu, sms-sms itu, nasehat-nasehat itu. Lama-lama aku jadi kangen. Dan aku baru sadar jika aku sangat menyayanginya.

Bella, mungkin benar aku kurang peka dengan keadaan ini. Bella, dia membuktikan sayangnya untukku bukan dengan kontak fisik. Bukan dengan pelukan atau ciuman. Bella menyayangiku dengan perhatian-perhatian itu. Bella memang berbeda.

***

Hari ini aku bangun lebih pagi. aku berjanji ingin menemui Bella di gazebo kampus. Aku ingin bicara dengannya.

“Sayang,  benar katamu, aku kurang peka dengan semuanya. Terima kasih atas perhatian yang selama ini kamu berikan untukku, nasehat-nasehat itu, sms-sms itu. Lama-lama aku tak bisa hidup tanpa suaramu, tanpa kamu disisiku. Jangan pernah tinggalin aku ya yang..aku tahu kamu mencintaiku dengan caramu, dan aku sungguh menghormati cara-caramu itu,”

Bella tersenyum mendengar permintaan maafku. ia lantas mengajakku jalan-jalan di sekitar taman kampus. Seperti biasa tanpa gandengan tangan dan pelukan.

Tiba-tiba Bella menghentikan langkahnya.

“Angga sayang….,” katanya lirih.

“Kenapa?” tanyaku.

“Ngomong-ngomong hari ini sepatumu lagi-lagi nggak matching,”

Aku terbahak. Kuacak rambutnya lembut. Bella balas mengacak rambutku. Kami saling mengejar, tertawa bersama, tanpa pelukan, tanpa ciuman. Aku lega. Bella, ini memang caramu mencintaiku. Selalu saja protes dengan penampilanku. Tapi aku senang, karena ini bentuk dari perhatian kamu.  Biarlah hubungan ini tidak dibumbui dengan gandengan tangan, pelukan, atau ciuman. Bila sudah saatnya nanti, aku pasti bisa mencium dan memelukmu dengan halal.

Original Written by Destini Puji Lestari

Penulis:

Sedang mencari kamu

4 thoughts on “[Cerpen] : Karena Kamu So Loveable Buat Aku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s