Diposkan pada Cerita Pendek

September di Nagoya

Nagoya, pukul lima sore. Aku beranjak dari tempatku duduk, memastikan pelajar SMP bergaya nyentrik adalah pengunjung  terakhir toko dimana aku bekerja.

“Arigatoo,” cowok SMP itu mengucapkan terima kasih setelah membayar sekotak brownies kacang. Aku tersenyum dan bersiap menutup toko. Yah, hari ini sepertinya menjadi hari ku yang paling sibuk. Pagi hari kuliah dan sorenya membantu paman dan bibi menjaga toko kuenya.

“Terima kasih sudah membantu, Lika,” Kobayashi Oji memberiku sekantong jeruk mandarin. Lelaki berumur setengah abad itu terlihat senang karena aku telah membantu menjaga tokonya. Lanjutkan membaca “September di Nagoya”

Iklan
Diposkan pada Kesehatan

Mie Instant, Si Cepat Saji yang Melenakan

Mie instan bukanlah makanan asing bagi kita masyarakat Indonesia. Apalagi seperti saya yang berstatus mahasiswa. Mengkonsumsi mie instan menjadi barang wajib jika uang sedang ‘seret’. Mie instant memiliki banyak penggemar karena rasanya yang enak dan harganya yang relative murah. Telah kita ketahui mie instant tersedia hampir di setiap toko, warung dan supermarket. Jika sedang belanja di supermarket atau pasar tradisional sering saya melihat ibu-ibu memborong mie instant hampir 20 bungkus lebih. Mungkin itu buat persediaan di rumah. Dijaman global seperti ini banyak ibu rumah tangga yang tak sempat masak untuk keluarga mereka hingga akhirnya segala yang bersifat praktis menjadi konsumsi sehari-hari. Lanjutkan membaca “Mie Instant, Si Cepat Saji yang Melenakan”