Posted in Cerita Pendek

[FF] : Tak Ada Cinta yang Tak Sakit

“Tak ada cinta yang tak sakit”

Aku menghentikan kursorku yang sedari tadi mondar mandir di timeline twitterku. Aku terlalu asyik me-retweet status update kawan-kawanku masa SMA dulu. Lucu, sebagian besar dari mereka mengalami ‘university shock’ karena perubahan yang kami alami dari masa SMA menuju anak kuliahan.

Seketika itu perhatianku terpusat pada twitmu. Ya, twit yang baru di kamu update 2 detik yang lalu. Aku yang tengah menyelami kesendirianku di kamar kos langsung berteriak histeris. Tak peduli kamar sebelah, mbak kos super cerewet memakiku karena membuat acara nge-date via facebook-nya terganggu.  Aku terkekeh sendiri. Berhasil! Akhirnya kamu online juga. Setelah hampir satu minggu aku menunggu twit-twit darimu. Cepat aku me-retweet apa yang telah kamu tulis tadi.

@heytarixxx Bagiku, cinta itu selalu indah RT @anggaraxxx Tak ada cinta yang tak sakit

Ada sedikit rasa ragu untuk memencet tombol update. Aduh, aku terlalu takut walau hanya untuk membalas twit dari kamu. Aku jadi ingat setahun yang lalu, saat kita masih berseragam putih abu-abu. Kita sekelas, ya kamu bahkan duduk tepat di sampingku bangkuku yang aku duduki bersama Zahra. Kamu suka banget berangkat telat, lupa mengerjakan PR dan paling langganan di hukum guru. Tapi anehnya setiap ulangan kamu selalu bisa mendapat nilai yang lebih tinggi dari aku. Ya aku akui kamu memang cerdas.

Selama kamu duduk di samping mejaku, sedikit demi sedikit timbul benih-benih cinta di hatiku. Mungkin karena setiap hari aku melihat tingkahmu yang menurutku unik itu. Aku suka sekali memandang wajahmu saat kamu sedang asyik bermain futsal. Sungguh, saat itu kamu ganteng sekali. Aku sampai hafal betul bagaimana kamu melakukan selebrasi saat berhasil memasukan bola. Ya kamu selalu berlari sambil mencium kaosmu. Ah, aku suka banget ekspresimu saat itu. Cool dan cowok banget!

Sayangnya apa yang aku rasakan berbalik 3600 dengan perasaanmu. Kamu sama sekali tak menyimpan perasaan apapun padaku. Mengapa aku bisa tahu? Ya iyalah sebelum aku berani menyatakan rasa sukaku, kamu keburu menembak cewek. Dia teman satu bimbelku. Namanya Laras kan? Ya aku tahu banget. Laras yang cantik dan pintar. Saat itu aku hanya bisa memberimu ucapan selamat, tentunya ucapan selamat yang hanya kupendam dalam hatiku. Aku terlalu malas untuk mengatakannya kepadamu. Aku cemburu.

Sekarang, setelah setahun berlalu aku mulai bisa melupakanmu. Walaupun tak semua hal tentangmu coba kulupakan. Aku tahu sekarang kamu kuliah di universitas negeri di Semarang, mengambil jurusan Teknik Industri, kamu juga kos di dekat kosanku. Iyaaa akhirnya kita sekampus juga. Tapi, sepertinya kamu nggak menyadarinya. Oia aku juga tahu kalau sekarang kamu lagi ‘single’, rambutmu sekarang kamu cepak khas anak teknik, baju favoritmu saat ngampus adalah celana jeans hitam plus hem kotak-kotak merah yang tak kau kancing, hanya sekedar untuk menutupi kaosmu saja. Hah, tahu benar aku tentangmu ya? Inikah yang dinamakan kegilaan karena cinta?

Mungkin kamu benar, tak ada cinta yang tak sakit. Selama ini kamu hanya menorehkan rasa sakit dihatiku. Cinta yang bertepuk sebelah tangan itu laksana sakit gigi yang tak berujung.

Cepat kuhapus mensenku tadi ke kamu.

Ya, sekarang aku setuju denganmu, Tak ada cinta yang tak sakit.

End-

Penulis:

Sedang mencari kamu

4 thoughts on “[FF] : Tak Ada Cinta yang Tak Sakit

  1. ”Memang menyakitkan menyintai seseorang yang tidak menyintaimu, tapi yang lebih menyakitkan adalah menyintai seseorang tetapi tidak memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya”.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s