Posted in Cerita Sehari-hari

It’s Our Friendship!

Jika seorang teman berada dalam masalah, jangan membuat ia kesal dengan bertanya jika ada yang bisa kamu lakukan. Berpikirlah sesuatu yang pantas dan lakukan. – Edgar Watson Howe

Memang benar apa yang diungkapkan Edgar Watson Howe. Kadang kita seringkali kurang peka dengan kesusahan yang dihadapi oleh teman atau sahabat kita. Pernah, suatu malam sahabat saya datang ke kamar kos dan mulai curhat tentang kegiatannya di kampus. Saya yang saat itu sedang asyik membaca novel tidak terlalu memperhatikan. Hanya sesekali memandangya dan ber”oh”, “iya?”, “serius lo?”, “lo gue end,” *yang terakhir bercanda. Melihat ekspresi saya yang kurang tertarik akhirnya dia diam juga dan memilih sibuk dengan laptopnya (tentu saja dengan wajah cemberut berkerut-kerut). Saya amati wajah dia sejenak sambil curi-curi pandang, takut ketahuan. Ada sedikit rasa bersalah muncul karena nyuekin dia dan lebih memilih baca novel Ranah 3 Warna.

Selang beberapa menit, setelah capek membaca, giliran saya yang mengajak bicara. Karena menemukan hal yang menarik di dalam novel akhirnya saya bagi dengan dia. Harapan saya komunikasi kita terjalin kembali. Eh taunya dia nyuekin saya, balas dendam mungkin ya, biar impas!hehe

Pernah nggak sih kita merasa kelakuan sobat kita tuh bikin kita bête? Mulai dari bicaranya, bercandanya yang dulu lucu tapi sekarang berubah garing atau apalah. Kalau tanya ke saya sih, saya jawab : iya!

Saya dulu merasa klop dan klik dengan seseorang (cewek) dan kita pun sahabatan. Nggak ada upacara atau ritual khusus sih buat mengikrarkan kalau kita sahabatan. Nggak perlulah niru gaya ritualnya mbak Dewi Dedew Rieka yang ditulisnya dalam buku Anak Kos Dodol, yaitu melukai jempol mbak Dewi untuk ditempel di jempol sahabatnya yang dilukai juga agar darah mereka bercampur, biar jadi saudara kandung gitu. Hadeeeh itu mah nggak bakal kecampur malah ujung-ujungnya infeksi bro.

Oke back to main topic. Yap, karena merasa udah klop saya mau-mau aja berbagi tempat tidur (cieh). Kita kemana-mana bareng, beli makanan, ke fotokopian, makan, nonton tv dll. Tapi lama kelamaan dia berubah, sifat aslinya muncul kali ya. Dia yang dulu sweet, berubah jadi sawit. Ternyata egonya tinggu banget dan jarang mau mengalah. Saya memang paling nggak suka menghadapi orang-orang kayak gini. Terlalu bersemangat. Sampai akhirnya kita berpisah karena suatu hal.

Saat berpisah ada rasa kehilangan di hati. Ah nggak ada lagi dia yang dulu suka ngajak saya ngobrol saat saya sedang asyik membaca novel favorit. Nggak ada lagi dia yang suka mengomentari ini itu. Nggak ada lagi dia yang memang betah menjomblo. Yah, meskipun kadang menyebalkan saya menaruh rindu kepadanya. Meskipun cuek dan sangat membenci hal-hal yang kotor dan jorok saya kagum dengan semangatnya. Saya kagum dengan kecerdasannya.

Hem, kalau ditanya, hal menyebalkan apa yang pernah temanmu lakukan kepadamu? Dan inilah list jawaban saya,

1. Dicuekin

Ini adalah hal yang paling saya benci. Cuek ala bebek itu menyebalkan sekali. Bayangkan saja jika kita sedang asyik curhat atau cerita tentang sesuatu eh dia (teman kita) malah tidur atau main hp sendiri. iya, kalau masih focus dengan cerita kita, nah kalau kita udah sampai di akhir cerita, terus teman kita bilang, “ulangi dong ceritanya, tadi aku nggak konsen, pacarku sms,”. Ewww hanya ada dua pilihan, mau saya lempar dari puncak MONAS atau saya ceburin ke kolam di Tugu Muda? *sadis*

2. Jadi Pembokat Dadakan

Yang namanya sahabatan, temenan, atau geng-an memang harus saling tolong menolong ya. Apalagi kita hidup sebagai mahluk social yang memang membutuhkan pertolongan orang lain. Saat teman kita butuh bantuan, kita harus cepat-cepat bertindak untuk menolongnya dan sebaliknya. Masalahnya, apakah kita sudah peka dengan sahabat kita dan apakah sahabat kita sudah peka dengan kita? pernah saya merasa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi seorang sahabat yang baik sesuai table manner di hotel Patra *kagak nyambuuuung*. Setiap teman saya butuh bantuan, saya siap sedia. Mau ke pasar, ada boncengan. Mau beli bedak, ada boncengan. Mau pergi ke kolam renang, ada boncengan. Wah kok jadi berasa kayak pembokat ya? -____- . Sebenarnya menolong teman/sahabat itu pekerjaan yang mulia, tentu saja dalam sebuah persahabatan kita harus mendapatkan timbal balik dari apa yang telah kita lakukan. Tak apalah sesekali jadi pembokat sahabat saya, yang penting dia juga mau jadi pembokat saya jika saya sedang butuh bantuan *hihi bercanda :p*

3. Ngutang dan Nggak Dibayar-bayar!

Maaf ya, berhubung akhir bulan saya jadi agak sensi dengan yang namanya duit. Maklumlah anak kuliahan, nunggu kiriman orang tua dulu gitu loh. Saya sebagai manusia Indonesia, suka-suka aja kalau suruh ngutangin. Saya suka seperti itu asal teman-teman atau sobat-sobat yang sudah pinjam harus bayar dan nggak pake lama. Kan dalam Al-Quran (maaf saya lupa ayat dan suratnya) disebutkan bahwa utang yang kita tinggalkan di dunia harus segera dilunasi oleh sanak saudara karena utang yang kita miliki bisa menjadi penghalang/penyusah kita untuk mendekat ke surga. Naudzubillah…..ikhlaskan ya teman jika saya punya utang dengan kalian J

4. Jatuh cinta sama gebetan yang sama

Nggak usah dijelasin panjang lebar deh, soalnya nyesek😦

5. Lupa tanggal ulang tahun

Sedih! Yap, jika mengingat hal ini jadi pengin ketawa sekaligus nangis deh. Waktu itu tanggal 14 Desember, di pagi buta masuk sebuah sms dari sobat saya saat SMA (teman sebangku pula). Di pagi buta yang dingin itu dia mengirim sms ucapan ulang tahun. Saya hanya bisa menahan geli dan memastikan kalau hari ini benar tanggal 14. Hei sejak kapan ulang tahun saya jatuh di tanggal 14 Desember?😀

Itulah beberapa kelakuan teman dan sahabat yang kadang suka nyebelin. Yah, meskipun menyebalkan jauh di lubuk hati yang terdalam saya mencintai mereka. Sahabat SD, SMP, SMA sampai sekarang kuliah adalah sesuatu yang sangat dan harus dijaga. Tak mudah untuk mendapatkan sahabat yang klop dan benar-benar pas dengan kita, namun jika kita mau menerima apa kekurangan mereka pasti semuanya akan lebih baik. Tak ada marah, cemburu, dendam, apalagi sampai putus hubungan. Jadikan teman sebagai pengganti saudara kita di rantau. Toh, jika tidak ada sahabat, siapa yang bakalan nolong kita saat kesusahan? Pacar? Gebetan? Nggak kan! Pasti sahabat dulu yang bakalan nolong dan membantu kita.

Jika suatu saat kamu merasa sahabatmu bertingkah menyebalkan, ingatlah hal baik apa yang pernah sahabatmu lakukan untukmu. Banyak kan? Aku yakin semuanya akan baik-baik saja🙂

Tidak ada maksud apa-apa dalam menuliskan curhat ini. Ayooo peluk sahabat-sahabat kita!🙂

Sarranghaeyo!

Penulis:

Sedang mencari kamu

4 thoughts on “It’s Our Friendship!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s