Diposkan pada Girl Days Out

[Jalan-Jalan] Pantai Marina

Senin, 11 Juni 2012, Semarang mendung. Pagi yang dingin dan gerimis kecil menyapa kota tercintaku. Karena masih malas, selepas solat subuh saya membuka notebook kesayangan dan mulai online twitter dan facebook (ngecek blog juga :D).

Bosan karena di kos tidak ada kegiatan selain bergelut dengan tugas kuliah yang bikin pusing, saya dan dua orang sahabat saya membuat rencana jalan-jalan. Apalagi mulai hari senin sampai rabu kuliah libur karena kampus kami dipakai untuk ujian SNMPTN. Daripada meratapi nasib karena nggak bisa pulang kampung, kami pun menyusun strategi terhindar dari kebosanan. Yap, akhirnya kami bertiga memutuskan untuk pergi ke pantai Marina, tempat wisata lokal masyarakat Semarang.

Pukul 10.30 WIB kami berangkat menggunakan sepeda motor. Sebelumnya saya menjemput sahabat saya yang berbeda kos. Jadilah kami berempat berangkat ke tempat tujuan. Perjalanan pagi ini cukup mengasyikan. Semarang yang biasanya panas sepertinya sedang berbaik hati kepada kami. Mendung di langit ternyata membawa berkah karena kami tidak harus bermandikan sinar matahari.

Setelah hampir satu setengah jam perjalanan, akhirnya kami sampai juga. Capek memang, mengingat saya mengendarai sepeda motor dan ‘boncengin’ teman saya. Apalagi ini adalah rute pertama yang kami tempuh. Tangan pegel, kaki juga pegel. Tetapi Alhamdulillah setelah beberapa kali hampir nyasar, kami bisa mencium keberadaan pantai.

Untuk masuk ke kawasan Pantai Marina kami harus membayar ongkos masuk sebesar Rp 3500 setiap orangnya.  Tak ada ongkos parkir disini karena kita diberi kebebasan untuk parkir dimanapun dengan resiko kendaraan hilang karena tidak ada yang jaga.

Awalnya saya bertanya-tanya dan berkomentar, “beneran nih Pantai? Kok nggak ada pasir?” pertanyaan saya diikuti anggukan setuju dari ketiga sahabat saya. “Ah ini sih bukan pantai, tapi waduk!” celetuk saya dan ketiga sahabat saya langsung terbahak. Setelah terheran-heran dengan sambutan panorama Pantai Marina akhirnya kami menemukan juga batu karang yang identik dengan pantai (atau laut?). Ya, setidaknya kita tidak kecewa karena tidak menemukan pasir 🙂

Sahabat saya yang bernama Misky malah sudah menyiapkan sun block dkk untuk melindungi kulit dari sengatan matahari. Rencananya tuh dia mau bermain-main di pasir ala FTV. Saya hanya terbahak melihat kekecewaan yang tergambar dari raut mukanya. Akhirnya daripada ‘cengo’ nggak menemukan pasir kami pun ganti acara kejar-kejaran di pasir dengan foto-foto ala turis.

Dan ini sedikit jepretan kami

horeee akhirnya melihat batu karang 😀 Lanjutkan membaca “[Jalan-Jalan] Pantai Marina”

Iklan
Diposkan pada Cerita Pendek

[FF] Jika Aku…

Aku sedikit takut dengan perasaan ini. perasaan yang bisa dengan mudah melambung tinggi namun juga bisa secepat kilat menjatuhkan diri. Kadang, aku takut dengan perasaan ini. aku takut….ya, meskipun ada banyak kebahagiaan yang ditimbulkan oleh perasaan ini, namun aku tetap takut.

Aku pengecut? Mungkin.

Memangnya apa yang harus aku lakukan?

Jika aku mencintai seseorang, bisakah aku mengatakannya langsung? Bisa? Bisa!

Ya, mungkin bisa. Tapi, lagi-lagi aku takut. Takut rasa menyenangkan ini berubah menjadi sakit, berubah menjadi benci, dan berubah menjauhkan diri.

Diposkan pada Cerita Pendek

[FF] : Mencintai Kamu

Sore itu ada binar bahagia di mataku dan juga matamu. Aku tahu, saat itu Dewi Amor mulai memperhatikan kita. Masih terpatri erat di lobus frontalisku tentang senyummu, tatapan matamu, dan rasa canggung memalukanku. Ah, jika boleh kuputar waktu, ingin kuulang sore itu. Biar aku merasakan lagi buncah hatiku saat kamu menyapaku. Biar aku merasakan lagi kupu-kupu yang menari diperutku. Sekalipun rasa canggung itu menyiksaku, aku tetap bahagia. Ya, karena sore itu aku mulai memberanikan diri untuk belajar mencintai kamu.

Diposkan pada Girl Days Out

Dewi ‘dee’ Lestari, lebih Cantik Dari yang Di Buku

Hari ini, 2 Juni 2012 saya merasa beruntung sekali karena bisa melihat langsung penulis idola saya. Yap, berawal dari twitter, saya mendapat info kalau Mbak Dewi ‘dee’ Lestari akan mengadakan meet n greet dan book signing Partikel di Gramedia Pandanaran Semarang pada hari Sabtu, 2 Juni 2012.

Dengan antusias saya dan sahabat saya berangkat ke Gramedia Pandanaran dengan menggunakan sepeda motor. Saya baca info di twitter kalau acaranya dimulai tepat pukul 10.00 pagi. karena saya terlalu santai (malas bangun pagi) akhirnya telat deh. Panas, macet, debu dari kendaraan bermotor menemani perjalanan saya demi melihat sang idola. Akhirnya tepat pukul 11.00 saya sampai di lokasi. Alhamdulillah acara masih berlangsung. Saya dan sahabat saya langsung naik ke lantai 2 toko buku Gramedia. Daaan..taraaa…sesosok wanita cantik duduk dengan anggunnya dikursi searah dengan pintu masuk lantai 2 Gramedia Pandanaran. Tangan kanannya memegang pena dan senyum manis tak pernah lepas dari wajahnya yang ayu. Horee..akhirnya bisa melihat mbak Dee secara live!

Yang bikin saya kecewa adalah saya tidak membawa satu pun buku Dee koleksi saya L ada Perahu Kertas dan Filosofi Kopi tertinggal di kampung halaman saya di Purwokerto.  Namanya juga book signing, ya harus bawa buku penulisnya lah. Terus saya mau ngapain disini? Alhasil saya hanya bisa curi-curi pandang kepada penulis cantik favorit saya. Dan saya hanya bisa memandang dengan tatapan jealous-jeaolus kucing kepada antrian para Adeection (fans dee) yang mengular memenuhi gramedia Pandanaran, tentu saja dengan membawa buku karya Dee. Sebenarnya saya bisa aja sih beli buku apapun karya Dee (ada Madre, Partikel, Petir, dan Akar) tapi yang namanya mahasiswa, apalagi anak kos seperti saya, mana ada duit. Harus nabung dulu sebelum membeli. Lanjutkan membaca “Dewi ‘dee’ Lestari, lebih Cantik Dari yang Di Buku”