Posted in Curhat Tentang Film

[Review] : You Are The Apple of My Eye

Kata orang masa SMA adalah masa-masa yang paling indah. Seperti itulah daya tarik dari film berjudul  You Are The Apple of My Eye. Film garapan sutradara dari Taiwan ini mengisahkan tentang kehidupan Ko-Ching Teng (Ko Chen Tung) selama ia menjalani masa SMA nya. Ko-Ching Teng adalah pemuda yang pemalas dan nakal. Hobinya suka mengganggu jalannya pelajaran di kelas. Nilai-nilai pelajarannya pun selalu buruk dan menduduki peringkat terakhir.

Ko-Chi Teng memiliki empat orang sahabat yang satu tipe dengannya. Awalnya kehidupan Ko-Ching Teng berlangsung membosankan. Ia tetap menjadi siswa terbodoh di kelas. Sampai akhirnya Shien Chie Yi (Michelle Chen), cewek paling cantik dan pintar di kelasnya merasa kasihan dengan Ko-Teng dan membantunya belajar. Sebenarnya sikap baik Chie Yi karena Ko-Teng pernah menyelamatkannya di kelas bahasa Inggris saat ia lupa membawa buku pelajaran bahasa Inggris. Semenjak itulah Chie Yi  merasa berhutang budi pada Ko-Teng dan memberinya les gratis.

Seiring berjalannya waktu akhirnya timbul perasaan cinta di hati Ko-Teng. Namun ternyata tidak hanya Ko-Teng yang menyukai Chie Yi. Keempat sahabatnya pun berebut untuk mendapatkan hati Chie Yi. Namun, Ko-Teng lah yang beruntung untuk mendapatkan hati cewek paling cantik dan pintar di kelas mereka ini. Hubungan mereka pun berlanjut sampai mereka kuliah.

Endingnya gimana sih? Apakah Ko-Teng akhirnya jadian sama Chie Yi? Awalnya saya pikir mereka bakal jadian, eh ternyata tidak. Bahkan endingnya bikin saya gregetan karena meleset jauh dari tebakan saya. Yah, ada satu monolog yang membuat saya menonton ulang, meresapi kata-katanya.

“ In fact, when you really like a girl, you’d be happy for her. When you see her finding her Mr. Right,  you will want them to be together and to live happily ever after “ Ko- Ching Teng.

Yup, itulah kata-kata yang diucapkan Ko-Teng di adegan-adegan terakhir. Sekarang bisa nebak gimana endingnya kan?😀

You Are The Apple of My Eyes sebenarnya hampir sama atau setipe dengan A Crazy Litle Thing Called Love-nya Thailand atau Ada Apa Dengan Cinta-nya Indonesia. Kedua film tersebut sama-sama menceritakan indahnya masa-masa sekolah. Kisah cinta dari dua orang anak manusia yang berusaha menjadi lebih baik untuk mendapatkan seseorang yang disukainya. Dari segi cerita saya menyukai semuanya. Namun ada beberapa bagian yang membuat saya lebih berpihak dengan A crazy Litle Thing Called Love terutama unsure komedinya. Jika di You Are The Apple of My Eyes unsure komedinya seakan pemaksaan dan sedikit’garing’. Kebanyakan scene komedi diambil dari adegan mastrubasi atau ereksi, kejadian khas yang menimpa anak lelaki. Saya sebagai kaum hawa jadi gimana gitu ngelihatnya :p. But, overall You Are The Apple of My eye adalah film layak tonton. Film ini mendapat penghargaan sebagai film berbahasa Chinese di Hong Kong yang menduduki boxoffice paling lama. Nggak heran sih, soalnya film ini diadaptasi dari sebuah novel berjudul “The Girl That We Chased Together In Those Years” yang sebagian besar kisahnya adalah kisah nyata si penulis. Pokoknya selama hampir dua jam nonton nggak bakalan bosen. Apalagi nontonya sambil flashback masa-masa SMA yang penuh warna-warni😀

 yang jadi Ko-Teng cakep loooh😀

ini dia si cantik Chie-Yi

 

 

pic :disini

Penulis:

Sedang mencari kamu

10 thoughts on “[Review] : You Are The Apple of My Eye

  1. walaupun premisnya hampir seragam dan mudah ditebak, tetap senenglah nonton film2 remaja dengan tema ringan begini. Hihi, ntar tengok di ezy ahh, itu filmnya karan johar (bollywood) yang “student of the year” keren juga tuh mbak. Recommend deh🙂

    Suka

  2. wah…jadi penegn liat, uda lama juga ga liat film Asia tipe begini..hehe,trakhir kayanya Suckseed udah lama bgd…
    biarpun uda ketebak tapi nonton film ginian emang asik, apalagi sma pacar *ketok kepala!*

    Suka

  3. kalo menurut saya joke-joke disini lebih diperuntukkan buat cowok karena sifatnya kenakalan remaja, kalo dibandingin dengan A crazy little thing called love saya lebih milih ini karena kisahnya yang benar-benar dekat dengan realita dan endingnya itu loh beda sama ending-ending film romance kebanyakan
    kalo buat ditonton kaum hawa bagusnya download yang versi rate ato sensor pasti lebih nyaman, adegan yang dipotong gak ganggu alur ceritanya kok. buat yang cowok siap-siap aja ngakak gak bisa berhenti

    Overall ni film bagus banget mengajarkan bagaimana cinta yang tulus, murni tanpa sifat yang menuntut, dan belajar untuk lebih dewasa
    best asian romance film ( menurut saya )

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s