Diposkan pada Curhat Tentang Film

[Review] : Perahu Kertas Part 2, Cara Orang Dewasa Berkata Cinta.

Yeah, Alhamdulillah akhirnya bisa nonton Perahu Kertas Part 2 juga 😀

Jumat sore, setelah selesai kuliah English For Nursing I, saya bersama Intan, sahabat terbaik saya memutuskan untuk nonton bareng perahu kertas part 2 di 21 Mall Ciputra Semarang. Intan tuh ngefans banget sama ini film sampai dia bikin perahu kertas sendiri dari kertas lipat. Kalau mau ngintip boleh tuh di kamarnya, berjajar perahu kertas aneka warna :p

Saya dan Intan memilih untuk menonton di pemutaran ketiga yaitu mulai pukul 18.45 WIB sampai 20.30 WIB. Kursi bisokop hampir semuanya penuh dan kebanyakan dari mereka adalah couple. Crap! Terus, aku couple sama Intan gitu? ewww., perasaan dari jaman maba kalau nonton ke bisokop sama Intan terus deh -__- #Oke abaikan soal couple-couplean tadi.

Menyenangkan sekali akhirnya saya bisa menuntaskan dua sekuel dari film karya Hanung Bramantyo ini. Film yang saya tunggu-tunggu sejak novelnya kelar saya baca.

Adegan pertama dibuka saat Kugy melarungkan perahu kertasnya di tengah laut. Adegan ini nantinya berkaitan dengan adegan terakhir dalam film. Kalau yang sudah baca novelnya pasti tahu adegan ini. Yap, Kugy memutuskan untuk berhenti menjadi agen Neptunus. Saya suka banget sama kutipan kata-katanya :

“Dear Neptunus, aku berhenti ya jadi agen. Aku ingin hatiku berlabuh, walau itu entah kemana,”

Lanjutkan membaca “[Review] : Perahu Kertas Part 2, Cara Orang Dewasa Berkata Cinta.”

Diposkan pada Kesehatan

Bagaimanakah Nasib Perawat Indonesia Saat Ini?

Tanggal 17 Oktober merupakan tanggal paling penting dan bersejarah bagi profesi perawat. Mengapa? Karena di tanggal inilah hidup mati perawat akan ditentukan. Pada tanggal 17 Oktober komisi IX DPR akan mengumumkan disahkan atau tidaknya RUU Keperawatan (Rancangan Undang-Undang Keperawatan). RUU keperawatan ini diharapkan bisa menjadi payung hukum yang legal bagi profesi yang amat mulia ini.

Selama ini perawat Indonesia bekerja tanpa standar hukum yang jelas. Perawat memang memiliki kode etik dan UU kesehatan sebagai landasan pekerjaan perawat. Namun kedua landasan tersebut dirasa belum cukup efektif untuk melindungi perawat. Pekerjaan perawat serba dilemmatis. Menurut UU kesehatan yang boleh melakukan tindakan medis adalah dokter, sedangkan perawat hanya memberikan asuhan keperawatan. Sedangkan jika melihat kenyataan yang ada di masyarakat Indonesia, sebagian besar perawat yang mengabdikan dirinya di pelosok negeri harus melakukan tindakan medis karena minimnya keberadaan dokter. Lanjutkan membaca “Bagaimanakah Nasib Perawat Indonesia Saat Ini?”

Diposkan pada Cerita Pendek

Pulang

Den, aku mau nikah seminggu lagi. berharap banget kamu bisa dateng.

Matahari pagi baru saja menyapa San Fransisco. Haight-Ashbury perlahan mulai terbangun. Bukit-bukit indah nan cantik menjadi pemandangan yang selalu membangkitkan semangatku di pagi hari. Sambil menyesap secangkir kopi robusta, aku mengeja huruf demi huruf dari pesan singkat yang dikirim Dina semalam.

Pikiranku melayang, mencoba menyebrangi pasifik yang ganas. Bau nasi goreng telur perlahan menusuk hidungku. Wangi teh melati, suara penyiar RRI yang tengah membawakan siaran selamat ulang tahun, bunyi baju yang bergesekan dengan lantai sumur, bunyi timba, dan suara Mak Tinah yang menjajakan gorengan tiba-tiba bergantian memenuhi telingaku.

“Hei, younglady! Your boss is calling!” Jane, roommate ku membangunkanku dari lamunan panjang yang menyesakkan dada. Ia menyerahkan ponselku lantas kembali sibuk menyiapkan sarapan.

“Thanks Jane. You saved me,”

“Anytime, by the way, I made special sandwich for you,”

Aku tersenyum lantas meninggalkan dapur agar lebih leluasa bicara dengan atasanku.

“Kita ada meeting nanti siang. Hanya kamu dan saya. Tepat pukul 01.00 p.m di La Piaza Café,”

Aku bengong sambil memegang ponsel yang masih dalam status hold. Ken memintaku menemuinya. Pertanda burukkah?

*** Lanjutkan membaca “Pulang”