Posted in Rumah Kata :)

#13HariNegblogFF : Sambungan Hati Jarak Jauh

“Halo, sayang? Aku lihat di berita, Jakarta banjir besar, kosanmu ikut jadi kolam renang dadakan nggak?” suara Rayya di ujung telepon terdengar cemas.

“Tenang saja sayang, rumah kosku memang kebanjiran, tapi kamarku ada di atas jadi it’s okay. Semua barang-barangku selamat,”

Kudengar Rayya mengucap syukur. Lantas, seperti biasa ia menasehatiku ini itu. Makan jangan sampai telat, jangan lupa sholat, jangan main game terus, banyak minum air putih dan masih banyak lagi rentetan nasihatnya. Kadang aku heran, Rayya sepertinya lebih cocok jadi ibu daripada pacarku.

“Sayang, Kori baik-baik aja kan? Udah ngobrol belum sama dia?”

“Emm..iya, Kori sehat wa afiat kok, tadi pagi malah aku keluarin ke balkon,”

“Baguslah, jaga Kori baik-baik ya.disini Kora juga sehat dan bahagia, daaah sayang!”

Klik. Aku mematikan BBku. Kulihat Kori, kura-kura peliharaanku sedang berjalan-jalan diatas meja belajarku. Sengaja aku keluarkan dia dari akuarium. Sebenarnya Kori adalah kura-kura peliharaan Rayya. Pacarku itu punya sepasang kura-kura kembar, namanya Kora dan Kori. Rayya menitipkan Kori kepadaku, katanya sih biar Kori bisa tahu apakah aku setia atau tidak selama di rantau. Ah, geli banget kalau inget ini. Kori, kamu tahu nggak kalau akhir-akhir ini ada yang salah dengan hatiku?

***

“Dam, terima kasih sudah mengantarku,”

“sama-sama Lisa, kebetulan kosan kita searah,”

Lisa melambaikan tangan kepadaku lantas menghilang dibalik pintu kosnya. Aku menatapnya lamat-lamat. Aneh, sepertinya ada rasa yang sama saat pertama kali aku melihat Rayya.

***

“Sayang, sibuk nggak?” Rayya telepon lagi.

“Sedikit. Kenapa yang?”

Kudengar Rayya menangis dibalik teleponnya. “Kora hilang, padahal tadi pagi sebelum aku berangkat kuliah dia masih di dalam akuarium…,”

“Sudah coba kamu cari di sudut-sudut kamar? Mungkin dia nyempil,”

“Sudah tapi enggak ada..mama sama papa juga enggak lihat, aduh, gimana dong yang?” Suara Rayya terdengar panik.

“Uda, santai aja, kalau aku pulang nanti, janji deh bakalan nemenin kamu beli Kora yang baru,”

“Iiih..terus Kori gimana? Dia bakalan kesepian dong!”

Loh, bukannya selama ini Kori selalu sendiri ya? Ada-ada saja pacarku ini.

“Tenang saja Kori sehat kok,”

“Yaudah jaga Kori baik-baik ya yang…”

“siap!”

“Dadah sayang,”

“Iya…”

Syukurlah pembicaraan sia-sia ini berakhir juga. Kenapa pula di usia hampir dua puluh tahun ini masih saja sibuk mengurus hal remeh temeh macam Kora dan Kori?

“Siapa yang telepon?” Lisa menyerahkan secangkir kopi panas yang baru ia buat di dapur kos ku. Aku menjawab asal jika yang telepon tadi adalah adik bungsuku yang suka rewel.

“Dam, terima kasih ya, akhir-akhir ini kamu banyak membantuku,”

Aku menatap gadis keturunan Solo ini. Matanya sungguh cantik dan senyumnya manis sekali. Kugenggam tangannya. Kukecup keningnya lembut dan kurengkuh dia dalam dekapanku.

“Dam…kemana Kura-kuramu?” bisiknya di telingaku.

Aku melihat ke dalam akuarium. Kosong. Tidak ada lagi Kori yang selalu mengamatiku. Aku aman.

semarang, 17 Januari 2013.

Penulis:

Sedang mencari kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s