Diposkan pada Cerita Sehari-hari, Rumah Kata :)

Pada Sore

Aku ingin titip rindu pada sore

Pada langit-langitnya yang mulai merona

Pada indahnya suara adzan di masjid tengah kota

Dan pada burung-burung yang beriringan pulang kembali ke sarang.

Bagaimana kabar langit kotamu?

Masihkah kamu melakukan ini, menikmati sore diatas dermaga Losari?

Diam. Sendiri. dan sepi.

Katamu, lebih baik seperti ini. Diam memberimu kebebasan. Sendiri membawamu berarti dan sepi membuatmu lebih menghargai.

Tunggu saja, katamu pada langit sore hari

Tunggu saja sampai waktumu dan waktuku bergerak menyatu. Bukan kata, bukan manja yang membawanya maju. Namun sebuah rindu dan sebait doa yang khusyu. Sampai waktunya nanti…

free ciaooo

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

It’s Time to Let Go

“Kau tahu, hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu. Banyak sekali pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat.”

–Tere Liye, novel ‘Eliana’

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Peringati Kartini dengan First GMT :)

Assalamualaikum

Konbanwa!

Wah gara-gara ngetwit soal blog, aku jadi kangen sama nih lapak. Apa kabar ya lapakku? (siapin sapu dan sabit buat beres-beres).  Oh iya, tadi sore aku baru aja di traktir makan bareng my lovely roommate Intan dan Atun. Alhamdulillah ya hemat buat ongkos makan malam hehe.

By the way, meskipun sekarang udah tanggal 22 April nggak ada salahnya ya aku mengucapkan “Selamat hari Kartini!” Tanggal 21 April kemarin, aku dan teman-teman keperawatan UNDIP mengadakan acara 1st Great Muslimah Training, yaitu semacam training khusus muslimah yang di dalamnya berisi materi seputar muslimah dan keistimewaannya. Acara ini ditujukan kepada mahasiswa angkatan 2012 dan 2011 yang tahun kemarin belum mengikuti acara 1st GMT ini. Seru deh acaranya, ada penampilan nasyid putri dan tari rateup masekat (Tari Saman untuk cewek) dari angkatan 2011 (angkatan akuuu ). Tetapi aku nggak ikut rateup masekat, soalnya aku nyadar diri, diperlukan koordinasi tingkat tinggi antara tubuh dan otak untuk menarikan gerakan yang menurutku subhanallah sekali susahnya 😀 but Alhamdulillah teman-teman did their best, tari Rateup Masekat berhasil tampil dengan  lancar dan gemilang.

rateup masekat

Alhamdulillah acara 1st GMT berjalan dengan lancar. Tidak sia-sia juga pengorbanan panitia selama sebulan ke belakang. Yah meskipun acaranya molor sih, tapi pematerinya bagus-bagus banget. Sekarang sang ketua panitia bisa tersenyum lega. Ya, congrats ya Kartika Ekawati, akhirnya acaramu berhasil terlaksana juga 🙂

tikaaaa

                                  ketua panitianya niiih, Kartika Ekawati. Suasana beres-beres ruangan sebelum acara.

Yang terpenting, semoga acara ini bisa bermanfaat bagi semua peserta dan panitia. Mari lahirkan semangat Kartini dalam diri setiap muslimah.

Ganbatte!!

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Home

 

mimpi1

“Ri, I’m gonna miss you,”

Ah, kalau baca sms ini rasanya pengin banget punya doraemon, pinjem pintu kemana saja dan melesat pulang ke rumah. Entah kenapa akhir-akhir ini begitu sensitive jika membahas tentang keluarga. Mungkin gara-gara minggu UTS jadi ya begini deh, sinau dan inget amanah orang tua untuk kuliah yang bener. Berharap banget di bulan Mei aku bisa pulang ke rumah. Sudah mulai kangen sama masakan ibu, terutama sambel pindangnya :9

semangat untuk semester ini! Ganbatte ^^

Diposkan pada Curhat Tentang Film

[Review] : The Perks of Being A Wallflower

hr_The_Perks_of_Being_a_Wallflower_8

Ohayou!

Waah senangnya malam ini bisa nonton film juga. Karena kebetulan besok nggak ada kuliah, ya udah deh kesempatan emas ini aku gunakan buat refreshing sejenak 😀 dan film yang beruntung aku tonton adalah The Perks of Being A Wallflower.

The Perks of Being A Wallflower merupakan film yang diadaptasi dari novel karya Stephen Chobsky. Film ini mengisahkan persahabatan 3 orang remaja (Charlie, Sam, dan Patrick) dimana ketiganya memiliki karakter berbeda dan unik. Charlie (Logan Lerman) adalah seorang remaja yang baru memasuki masa SMA nya. Charlie merupakan time cowok kuper, suka membaca dan tidak memiliki banyak teman. Berbeda dengan Sam dan Patrick. Dua orang ini adalah kakak beradik. Sam (Emma Watson) adalah stepsister dari Patrick (Ezra Miller). Sam memiliki karakter yang cerdas, sedikit nakal namun mudah untuk dicintai. Sedangkan Patrick adalah cowok tanpa beban. Ya, hidup Patrick terkesan bebas dan ia suka melakukan sesuatu sesukanya sendiri. Baginya tata tertib adalah sesuatu yang harus ia langgar.

Ketiga orang tersebut bertemu di SMA, diawali dengan perkenalan Patrick dan Charlie di kelas Fisika (kalau nggak salah). Di sekolahnya Patrick termasuk cowok yang dianggap aneh. Belakangan diketahui ternyata Patrick seorang homo *yucks. Karena kedekatan Charlie dengan Patrick akhirnya Charlie mengenal Sam, Alice, dan Mary Elizabeth. Mereka pun tergabung dalam sebuah geng. Pesta malam natal, pesta ulang tahun Charlie, dan pesta perayaan tahun baru mereka lewati bersama-sama. Sampai suatu saat, Charlie menyadari jika ia menyukai Sam. Namun sayang, cinta Charlie bertepuk sebelah tangan karena Sam keburu jadian dengan Craig. Kasihan Charlie, namun akhirnya ia pacaran dengan Mary Elizabeth. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja sampai Charlie melakukan kesalahan mencium Sam di depan Mary Elizabeth dkk saat perayaan malam natal. Sebagai cewek, tentu saja Mary Elizabeth marah dan akhirnya mereka berdua harus putus.

Charlie mulai merasa ia kembali dihantui oleh almarhum tantenya yang meninggal saat ia kecil. Akibat peristiwa itu Charlie hidup dalam halusinasi. sering ia mendengar atau melihat kenangan masa kecilnya yang menyakitkan. Akhirnya Charlie harus menjalani perawatan jika ia menginginkan untuk sembuh. Bersamaan dengan masuknya Charlie di Rumah Sakit Jiwa, Sam dan Patrick sudah move out ke luar kota untuk menjalani kehidupan kampus mereka. Meskipun mereka berjauhan, ketiganya senantiasa berhubungan satu sama lain. Dan the ending nih yang paling aku suka karena banyak quote bagus yang muncul di dialog 😀

the-perks-of-being-a-wallflower-perks-012_df-05972_rgb_wide-f9ce8a63c9d077f41196e1864b721ec79e6dfe5b-s4

the perks

The Perks Of Being A Wallflower, film

Kesimpulannya film ini merupakan film yang sangat layak kita tonton karena banyak manfaat yang bisa diambil dari TPOBW ini. Akting Logan Lerman boleh banget diacungi lima atau sepuluh jempol! Aktingnya bener-bener keren. Pas sekali memerankan Charlie yang labil, fragile dan nggak percaya diri. Begitupula dengan acting Emma Watson, she’s not Hermione anymore! 😀 yeah she’s changing. Emma looks so stunning with her style. Memerankan tokoh Sam yang manis tapi nakal dan mudah disukai semua orang adalah karakter yang cocok untuk diperankan oleh Emma. Dan untuk Ezra Miller, I can’t say anything except you are always good in your act! 😀 yeah,  pertama kali meliht Ezra adalah di film We Need to Talk about Kevin. Di film itu ezra berperan menjadi Kevin, anak yang punya kelainan membenci ibunya dari lahir dan ia juga seorang psikopat. Pokoknya beda banget lihat Ezra di WNTTAK dan TPOBAW ini 😀

At least, kalau teman-teman ingin menontonnya, bisa diunduh disini. Happy watching guys 😀

nah, it’s time to go to bed! besok harus latihan volley jam setengah 7 😀

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Stay, Stay, Stay!

Hai hai

Entah kenapa malam ini aku pengen banget rusuh di blog ini 😀

Yeah, mungkin Cuma sekedar corat-coret kecil buat ngilangin stress karena seharian full of kuliah (really need some recreation!)

Oh iya, kemarin malam Alifah, my beloved roommate ngasih satu folder music yang isinya lagu-lagunya Taylor Swift. Wah senengnya akuuu, soalnya belum punya full track red-nya Taylor sih hehe. Lumayan gratis, nggak perlu download :p

And aku nemu lagu yang menurutku liriknya “just me” banget. Yaaaah almost like my story :p :p What is the title? Here it is…..STAY STAY STAY

And this is the lyric….

I’m pretty sure we almost broke up last night
I threw my phone across the room at you
I was expecting some dramatic turn away but you stayed
This morning I said we should talk about it
Cause I read you should never leave a fight unresolved
That’s when you came in wearing a football helmet
And said okay let’s talk
And I said…

Stay stay stay I’ve been loving you for quite some time time time
You think that it’s funny when i’m mad mad mad
But I think that it’s best if we both stay

Before you I only dated self indulgent takers who took all of their problems out on me
But you carry my groceries and now i’m always laughing
And I love you because you have given me no choice but to

Stay stay stay I’ve been loving you for quite some time time time
You think that it’s funny when i’m mad mad mad
But I think that it’s best if we both stay stay stay stay

You took the time to memorize me my fears my hopes and dreams
I just like hanging out with you all the time
All those times that you didn’t leave it’s been occuring to me I would like to hang out with you for my whole life

Stay and I’ll be loving you for quite some time
No one else is gonna love me when I get mad mad mad
So I think that it’s best if we both stay stay stay stay

Stay stay stay i’ve been loving you for quite some time time time
You think that it’s funny when i’m mad mad mad
But I think that it’s best if we both stay stay stay stay

Stay stay stay I’ve been loving you for quite some time time time
You think that it’s funny when i’m mad mad mad
But I think that it’s best if we both stay

See? The lyric makes me imagine the time that I spent with that boy. But, we didn’t stay, I have to ended that “strange time”. It’s time to say GOODBYE :’) yeah, setelah dipikir-pikir ternyata better to be single #eehkokmalahcurcol. Ah yang jelas this time, I just wanna makes a lot of friend. More than friend isn’t allowed (dengan pengecualian haha).

syudah ah curcol dadakannya, it’s the time to do CapSoul Magz deadline! #ohcrap#

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

It’s a Life

family1

Mungkin kita pernah atau bahkan sering membentak kedua orang tua kita. dulu aku suka sekali merajuk kepada ayah dan ibu. Minta dibeliin ini itu lah, minta uang jajan dan masih banyaaaak sekali rengekan remeh temeh lainnya.

Pagi tadi, sepanjang perjalanan pulang ke Semarang, aku mendapatkan pelajaran berharga dari kisah sebuah keluarga yang duduk persis di depanku. Sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak perempuan usia 10 dan 8 tahunan. Sepanjang perjalanan dua orang anak tersebut menangis dan rewel minta turun. Mungkin karena nggak enak badan mereka jadi tak nyaman dengan suasana bis yang memang cukup dingin. Si anak terus membentak ayah dan ibunya, menangis minta turun dengan ucapan yang sama sekali tak enak di dengar. Aku yang persis duduk di belakang kursi sang ayah hanya bisa memejamkan mata setiap kali muncul perkataan kasar si anak kepada ayah atau ibunya. Miris. Sang ayah dengan sabar terus membujuk kedua anak itu agar tetap diam dan sang ibu dengan sabar memberikan air minum, minyak kayu putih atau apa pun yang bisa membuat kakak beradik itu tenang. Yah, hampir 6 jam perjalanan kedua anak itu menangis tanpa henti. Kasian saya melihat mereka dan juga ayah ibu mereka. Pasti lah dalam hati kedua orang itu merasa kasihan melihat anak-anaknya tak nyaman berada di dalam bis. Di sisi lain, hati mereka sakit mendengar caci maki dari si anak.

Kejadian itu membuatku flashback dengan masa kecilku. Dimana aku begitu susah diatur dan suka bertengkar dengan kakak-kakakku. Malah kadang aku membentak ibu. Sungguh, jika mengingat itu rasanya aku ingin memeluk ibu dan minta maaf kepadanya. Beranjak dewasa, aku semakin mengerti jika setiap orang tua selalu berusaha memenuhi apa yang diinginkan oleh anak-anak mereka. Mungkin karena keadaan, tak semua keinginan si anak bisa terpenuhi. Hal ini yang kadang membuat orang tua membentak si anak dan memarahinya karena minta dibelikan ini dan itu.

Hari ini ada banyak sekali pelajaran hidup yang bisa aku petik. Salah satunya, jangan pernah sekali pun membentak ayah dan ibu kita. sekali kita membentak mereka, seumur hidup mereka mengingatnya. Ah, aku tak ingin anakku kelak berbuat begitu.

Minggu, 31 Maret 2013, Bus Nusantara kursi no 32.