Posted in Cerita Sehari-hari

It’s a Life

family1

Mungkin kita pernah atau bahkan sering membentak kedua orang tua kita. dulu aku suka sekali merajuk kepada ayah dan ibu. Minta dibeliin ini itu lah, minta uang jajan dan masih banyaaaak sekali rengekan remeh temeh lainnya.

Pagi tadi, sepanjang perjalanan pulang ke Semarang, aku mendapatkan pelajaran berharga dari kisah sebuah keluarga yang duduk persis di depanku. Sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak perempuan usia 10 dan 8 tahunan. Sepanjang perjalanan dua orang anak tersebut menangis dan rewel minta turun. Mungkin karena nggak enak badan mereka jadi tak nyaman dengan suasana bis yang memang cukup dingin. Si anak terus membentak ayah dan ibunya, menangis minta turun dengan ucapan yang sama sekali tak enak di dengar. Aku yang persis duduk di belakang kursi sang ayah hanya bisa memejamkan mata setiap kali muncul perkataan kasar si anak kepada ayah atau ibunya. Miris. Sang ayah dengan sabar terus membujuk kedua anak itu agar tetap diam dan sang ibu dengan sabar memberikan air minum, minyak kayu putih atau apa pun yang bisa membuat kakak beradik itu tenang. Yah, hampir 6 jam perjalanan kedua anak itu menangis tanpa henti. Kasian saya melihat mereka dan juga ayah ibu mereka. Pasti lah dalam hati kedua orang itu merasa kasihan melihat anak-anaknya tak nyaman berada di dalam bis. Di sisi lain, hati mereka sakit mendengar caci maki dari si anak.

Kejadian itu membuatku flashback dengan masa kecilku. Dimana aku begitu susah diatur dan suka bertengkar dengan kakak-kakakku. Malah kadang aku membentak ibu. Sungguh, jika mengingat itu rasanya aku ingin memeluk ibu dan minta maaf kepadanya. Beranjak dewasa, aku semakin mengerti jika setiap orang tua selalu berusaha memenuhi apa yang diinginkan oleh anak-anak mereka. Mungkin karena keadaan, tak semua keinginan si anak bisa terpenuhi. Hal ini yang kadang membuat orang tua membentak si anak dan memarahinya karena minta dibelikan ini dan itu.

Hari ini ada banyak sekali pelajaran hidup yang bisa aku petik. Salah satunya, jangan pernah sekali pun membentak ayah dan ibu kita. sekali kita membentak mereka, seumur hidup mereka mengingatnya. Ah, aku tak ingin anakku kelak berbuat begitu.

Minggu, 31 Maret 2013, Bus Nusantara kursi no 32.

Penulis:

Sedang mencari kamu

2 thoughts on “It’s a Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s