Posted in Cerita Sehari-hari

Aku Telah Menangkap Ja(t)uh

Surga dunia adalah pisang cokelat plus secangkir cappuccino hangat pukul sepuluh malam. Setelah kau tanggalkan tas dan semua beban yang berhimpun di dalamnya. Setelah kau cuci muka dan kaki tapi bukan mandi. Sehabis kau ganti bajumu yang sedikit basah akibat resapan sisa-sisa hujan yang mengiringimu sepanjang perjalanan. Sesederhana itu.

Prosa di atas adalah salah satu dari puluhan tulisan Azhar Nurun Ala dalam bukunya yang berjudul Ja(t)uh. Yeah, finally saya bisa menikmati buku ini setelah Kamis, 2 Mei 2013 tukang paket dari JNE mengantarnya ke kosan saya. Saya benar-benar jatuh (hati) saat pertama membaca tulisan Azhar di blognya. Kebetulan saat itu, teman saya, Kartika bilang kalau dia mau pesan buku tulisan wakil ketua BEM UI.

“Bukunya bagus banget des,” itu komentar Tika tentang Ja(t)uh. Saya dengan muka pah poh (karena baru selesai rapat langsung ditodong pesen buku) cuma mengangguk-angguk. Sampai akhirnya saya putuskan untuk searching dengan keyword Ja(t)uh Azhar Nurun Ala. Saya klik salah satu link (kalau gak salah dari kompasiana) yang meresensi buku Ja(t)uh dan beberapa blog juga saya intip hingga akhirnya hati saya benar-benar jatuh dengan Ja(t)uh.

Prosa-prosa Azhar Nurun Ala bisa dibilang segar dan menggoda. Iya, menggoda untuk menuntaskannya dalam sekali duduk. Saya suka cara Azhar menuangkan pengalamannya, pemikirannya ke dalam kata-kata. Indah dan penuh makna.

Setelah saya mencoba mengenal Azhar lebih jauh (visit blog dan twitter), tak salah memang kalau penulis satu ini mengidolakan Dewi ‘Dee’ Lestari. Saya juga penyuka karya-karya Dee;  filosofi kopi, Madre, keempat seri supernova sudah tamat saya lahap. Dan membaca karya Azhar, saya seperti melihat the another Dee with the another taste. Yap, Azhar berhasil memikat saya lewat kata-kata.  Dan terakhir, saya benar-benar terkesan dengan Ja(t)uh, banyak pelajaran hidup yang ternyata bisa dirangkai menjadi kata yang indah, memberi pelajaran dan menginspirasi banyak orang.

Tetap menulis Azhar, sekarang aku benar-benar telah menangkap Ja(t)uh!

Favourite quote :

“Pada momentum tertentu diam adalah melakukan. Adalah merekam. Adalah mengalami,” @azharnurnala

azhar

sumber gambar : facebook azhar nurun ala

Penulis:

Sedang mencari kamu

One thought on “Aku Telah Menangkap Ja(t)uh

  1. Ja(t)uh merupakan kumpulan cerpen, puisi, serta prosa-prosa ringan yang sebagian besar pernah dipublikasikan di blog azharologia dan ditulis selama tahun 2011-2013. Ja(t)uh berisi proses pencarian jati diri, pemaknaan terhadap cinta, serta renungan-renungan sederhana tentang kehidupan. Tanpa bermaksud menebarkan kegalauan di muka bumi apalagi menggurui, Ja(t)uh hadir terutama untuk mengajak kita memaknai kembali cinta: betapa suci dan indahnya ia.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s