Posted in Rumah Kata :)

Jangan

Jangan remehkan dia yang pendiam. Yang kadang hanya mengangguk atau tersenyum saat kamu yang suka berkoar-koar meminta pendapatnya.

Jangan remehkan dia yang pendiam. Meskipun diam, tapi diam-diam mereka belajar, mengamati, dan melakukan sebuah proses. Mereka belajar bagaimana kamu mengungkapkan pendapatmu tentang suatu hal, lalu mereka menganalisis, membuang yang jelek dan mengambil yang baik. Mereka melakukan dalam diam mereka. Mereka mengamati caramu berbicara, lalu mencoba mengamati bagaimana respon yang kamu terima. Dalam diam, mereka berproses. Ya, berproses untuk menjadi yang lebih baik.

Kalau kata Azhar, tak selamanya diam itu akan mengakibatkan keruh. Jadi, hati-hati kepada mereka yang pendiam. Yang tengah menguji kesabaran mereka. Karena mereka yang pendiam, diam-diam memiliki karya yang lebih hebat daripada kamu yang hanya suka membuang kata-kata.

– Memasuki ramadhan hari ke 4.

Penulis:

Sedang mencari kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s