Posted in Rumah Kata :)

Anonymous

“Gue capek jadi anonymous!!” teriaknya kesal. Matanya yang sipit memandang ke arahku.

“Gue capek nge-stalk facebooknya, timeline twitter, postingan tumblrnya! Iya, gue capek sebagai orang yang ada tapi tak pernah dianggap ada!”

“Itu kan salahmu sendiri. Kenapa kamu tak sebut saja namamu di kolom komentar?”

“Kenapa yang koment statusnya selalu cewek-cewek manis yang rata-rata kagum sama tulisannya?”

“Ya sudah sih, kamu juga kagum kan sama tulisan dia? Tinggal komen aja kok repot,”

“Nggak segampang itu buat nulis komentar. Gue nggak ada nyali buat kenalan sama dia,”

“Cupu banget sih! Kamu kan kenalan lewat media digital, nggak ketemu langsung,”

“Tapi, selama ini gue amati, cewek-cewek yang komen ke status atau twit dia cantik-cantik semua,”

“Kamu takut dianggap kurang cantik? Gampang, kan sekarang jamannya kamera 360. Kamu self-photo aja, terus edit pakai fitur sexy-lips, dijamin kulit kamu jadi putih bersinar dengan bibir merah merona, pasang jadi profil picture,”

“Hmm..kalau gue komen terus tanggapan dia ke gue negatif gimana?”

“Lah, kamu kan belum coba buat komen. Lagian kalau cuma nyapa, mana mungkin sih dia yang kata kamu baik itu bakalan berfikir yang aneh-aneh?”

“Hei! Lihat dia online. Ya, chatnya nyala ijo. Aduh, apa yang harus gue lakuin nih?”

“Bodoh! Ini kan yang selama 3 jam kamu tunggu-tunggu. Kamu rela nggak pergi sama Naya ke toko buku cuma buat nungguin dia online,”

“Terus, gue harus ngapain?”

“Ajak chatting lah,”

“Caranya gimana?”

“Kasih salam, terus bilang aja kalau kamu mengagumi karya-karyanya,”

“Gue coba ya,”

Aku mengamati mimik wajahnya yang sedang asyik merangkai kata.

“Sudah?”

“Sudah!”

“Coba kamu klik enter,”

“Hmm..jadi kirim nggak ya?”

“Kelamaan!”

“Aku like statusnya dulu aja deh,”

“Payah,”

“Oh iya kalau dia online pasti twitter dan tumblrnya update juga,”

“Pasti mau nge-stalk lagi,”

“Gue retweet ah…wah postingan tumblrnya gue like juga,”

“Coba deh, kamu sapa dia lewat fan mail di tumblr. Aplikasi itu kayaknya cocok buat kamu,”

“Oke, aku coba ya,”

Kulihat kamu kembali sibuk mengetik sesuatu

Hai kak, salam kenal ya!🙂

From anonymous

“Gue ubah aja from anonymous,”

“Tuh kan, apa yang gue pikirin terjadi juga,”

“Hei lihat! Dia balas fan mail gue,”

Hai,

Gimana mau kenalan kalau kamu pakai mode anonymous

Kulihat matamu berkaca-kaca dan bisa kutebak, kamu tekan tombol close di tubuhku, mencabut modem dan menutup tubuhku secepat kilat.

Aku tahu rasanya jadi anonymous, karena itulah yang aku rasakan kepadamu juga.

 

end-

sakit ya jadi anonymous :’) tiba-tiba pengin nulis tentang anonym, mungkin gara-gara saya terlalu lama menjadi anonym bagi seseorang😀

Penulis:

Sedang mencari kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s