Posted in Cerita Sehari-hari

Life is Full of Choices

Dua hari ini saya sedang hobi ndengerin tausiah dari ust. Felix Siauw. Kebetulan, saat main ke Purwokerto, saudara kembar saya ketemu sama temannya dan dipinjami buku #UdahPutusinAja nya Ust. Felix Siauw plus dikasih bonus video-video tausiahnya. Nah, berhubung dapet gratisan kan rugi kalau nggak didengerin. Daripada ndengerin lagu menye-menye yang bikin galau, mending dengerin tausiahnya Ust. Felix hehe.

Video tausiah yang saya tonton adalah video tausiah ust. Felix waktu ada pengajian di Vancouver, Kanada untuk warga muslim Indonesia yang tinggal disana. Dan untuk tema tausiahnya: Life is Full of Choices. Ya, hidup itu penuh dengan pilihan. Entah itu memilih jadi orang baik atau jadi preman, berjilbab atau tampil seksi, milih surga atau neraka.

Pilihan-pilihan itulah yang akan mempengaruhi kondisi kita saat ini. Kita saat ini adalah hasil pilihan kita di masa lalu. Kita di masa sekarang adalah penentu kita di masa depan.

Ust. Felix menjelaskan, jika dulu saat beliau duduk di bangku SMP dan masih tinggal di Palembang, ia sempat dikatakan ‘banci’ karena terlalu rapi dan rajin oleh kawan-kawannya yang bergaya anak gaul, pakai tindik dan tattoo. Waktu itu beliau termasuk siswa yang pintar dan merupakan ketua kelas. Meskipun memiliki pilihan untuk jadi anak gaul, beliau memilih untuk menjadi anak baik-baik. Hingga, akhirnya 13 tahun kemudian beliau kembali ke Palembang setelah lama merantau di Pulau Jawa. Saat check-in di salah satu hotel ada seseorang yang tiba-tiba menyapanya dan ternyata adalah temannya yang dulu termasuk golongan anak gaul. Penampilannya berbeda, dari dulu yang bertindik dan bertatto, sekarang rapi jali, bersepatu dan membawa map. Ternyata saat ini, teman Ust. Felix tersebut bekerja sebagai sales asuransi. Bedanya dengan ust. Felix, kawannya ini belum menikah dan penghasilannya jauh lebih rendah dari Ust. Felix. Dan itulah yang dinamakan pilihan, ust. Felix memilih pilihannya 13 tahun yang lalu, dan kawannya juga memilih pilihannya 13 tahun yang lalu. Dan sekarang bisa dilihat hasil dari pilihan-pilihan mereka itu kan?

Saya langsung merefleksikan kisah itu dengan diri saya. Saya yang sekarang ini merupakan hasil pilihan saya di masa lampau. Dulu, kiranya saya malas belajar, saya pasti tidak akan bisa kuliah di Universitas favorit di kota Semarang ini. Dulu, seandainya saya malas ikut les, saya pasti tidak akan bisa masuk jurusan yang sedang saya tempuh saat ini. Dulu, seandainya saya memilih mandi di sungai, main kelereng, ngejar layangan daripada menurut ibu mengaji iqro, pasti saya masih terbata-bata baca Al-Qur’an (atau bahkan malah tidak bisa).

Sering saya berfikir, seandainya ada mesin waktu saya pengin banget balik ke masa SMP dan SMA saya. Saya pengen merubah saya yang dulu. Saya pengin jadi anak gaul, nggak belajar melulu sampai mata minus, saya pengin ikut klub basket SMA yang keren, saya pengen bikin band, saya pengen pacaran dll. Tapi, jika dulu saya melakukan itu semua, pastilah nggak ada saya yang sekarang. Saya nggak pernah merasakan ikut seleksi olimpiade Biologi, nggak merasakan juara parallel UAN di SMP, nggak merasakan masuk SMA favorit, nggak merasakan cerpen nampang di majalah ibukota, nggak merasakan masuk kelas IPA (di SMA saya, masuk kelas IPA itu ketat sekali), bahkan mungkin nggak merasakan senengnya diterima SNMPTN, diterima ujian masuk 3 Univ. negeri, nggak merasakan akrabnya kampus ilmu keperawatan UNDIP, nggak merasakan gimana nano-nanonya praktik di RSUD Pekalongan, dan parahnya nggak pernah kenal sama teman dan sahabat saya saat ini. Jadi, nggak usah deh saya menyesal atas apa saya yang dulu. Toh, bisa dilihat kan, nikmat apa yang bisa saya terima sekarang?

Well, mulai sekarang saya juga harus mempersiapkan diri saya di masa depan, yaitu dengan do the best untuk semua yang saya lakukan. Karena apa yang saya lakukan sekarang, yang saya pilih saat ini berpengaruh kepada saya di masa depan. Mau bahagia, sukses, punya suami shaleh, anak-anak yang sehat, keluarga bahagia, kaya, semuanya dipengaruhi oleh saya saat ini.

Ya, karena hidup adalah pilihan. Life is full of choices, choose carefully!

Mari berusaha bersama-sama🙂

 

Terimakasih Muhammad Yasir, untuk video-videonya, insha Allah bermanfaat buat ngisi liburan J

 

Penulis:

Sedang mencari kamu

2 thoughts on “Life is Full of Choices

  1. inspiratif mbak, berasa flashback 10 tahun yang lalu…
    barangkali pula pilihan hidup saya saat itu yang menentukan jadi apa saya sekarang
    memang banyak yang disesali, tapi banyak pula yang harus disyukuri

    wah, blogwalking dapet nutrisi tulisan menarik nih..
    makasih mbak🙂

    Suka

    1. alhamdulillah kalau tulisannya bermanfaat hehe…memang apa pun yang ada pada diri kita sekarang harus tetap disyukuri dan juga tetap berusaha untuk tujuan tujuan yang belum tercapai🙂
      semangat mbak! terimakasih sudah berkunjung🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s