Posted in Rumah Kata :)

Rendezvous

Aku menemukan kembali serpihan kenangan dalam layar 10 inchi. Tinggal mengarahkan telunjuk ke atas dan ke bawah, dengan mudahnya aku bisa mengetahui bagaimana hidupnya dua tahun terakhir. Dia sudah berubah. Cuma satu yang tidak. Dengan senyumnya yang masih sama seperti dulu, kini ia terlihat bahagia dengan pekerjaannya. Ya, setidaknya dari foto-foto yang berhasil kutemukan di gallerynya. He’s life his dream job. Jadi Travel Writer. Menyenangkan ya?

Memang cocok dengan hobinya yang suka mencari something new. Dia pintar tapi nggak kaku. Networkingnya bagus. Kawan-kawannya melimpah ruah. Padahal, kalau ingat jaman sekolah dulu. Hmm, aku nggak menyangka, orang keren yang tengah aku kepo lamannya ini adalah dia.

Eh, tunggu. Aku penasaran dengan sebuah status yang ia buat satu jam yang lalu. Ada sekitar 10 temannya yang komen. Statusnya sih biasa aja, tentang perjalanannya ke Gili Trawangan. Biasa aja kan bagi seorang traveler seperti dia? Kalau bagiku sih ini sungguh luar biasa. Gili Trawangan kan the most place I want to visit.

Dan…siapa nih akun dengan nama Sophia? Kenapa dia memanggil dia dengan sayang?

Apa mungkin cewek ini pacarnya? Ah, mana mungkin sih dia bisa punya cewek cantik banget macam akun Sophia ini. Argh! Kok bisa-bisanya dia nggak ngenalin ceweknya ke aku? Gimana kalau ternyata cewek ini bukan cewek baik-baik? Tuh lihat, di profile picturenya aja dia pakai kaos ketat dengan tulisan I Love Lombok. Semoga saja cewek itu bukan pacarnya. Meskipun sedikit cemburu, aku ingin dia punya cewek baik-baik. Setidaknya, yang tidak suka mengumbar aurat.

Duh, hatiku kebat kebit. Apa kabar dia sekarang? Apakah cuaca di Lombok baik? Disini hujan turun terus dari tadi pagi. Tanpa jeda.

Kutengguk teh hangat dalam cangkir favoritku. Cangkir bertuliskan you are my hero. Pemberian dari dia saat ulang tahunku satu tahun yang lalu.

BBku berdering.

“Assalamualaikum!,”

“Walaikumsalam,”

“Aku udah nyampe Gili Trawangan! Indah banget pemandangannya Kak!”

“Duh, padahal kakak yang pengin banget kesana, malah keduluan sama kamu ya dek. Ya sudah kakak nitip oleh-oleh saja ya. Terserah adik mau bawain kakak apa,”

“Sekalian sama ibu ya kak! Oh iya, tolong sampaikan ke ibu, akhir bulan adik bakalan pulang. Kebetulan adik mau ngeliput tentang Surabaya,”

“Iya, adik jaga kesehatan ya. Jangan lupa sholat!”

“Iya kakak..duh, memangnya adik masih kayak anak kecil ya? Hehe adik balik kerja dulu ya Kak! Assalamualaikum,”

Aku menutup telepon. Hmm..adikku sekarang sudah besar ya. Kuarahkan jemariku menuju layar 10 inchi tadi.

Raziq Rizeki. 24 years old. Adik kesayanganku.

Aroma green tea yang menguar dari cangkirku kembali mengingatkan memoriku tentang masa kecil kita. Adiku yang satu ini, selalu saja bisa membuatku tersenyum bangga.

Penulis:

Sedang mencari kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s