Diposkan pada Cerita Buku

[Story of A Book]: The Casual Vacancy: Perebutan Kursi Kosong (J.K. Rowling)

casual v

Liburan semester kuliah tinggal menghitung hari lagi. Begitu pula dengan hari-hari di RS yang semakin membuat saya berniat berhibernasi. Di tengah kegalauan karena sebentar lagi harus meninggalkan kamar saya yang nyaman (berganti dengan shared room yang hmm…nyaman sih, tapi tidak senyaman kamar saya), kemarin saya iseng membereskan buku-buku di lemari khusus yang berisi koleksi buku saya dan kakak saya. Saya mulai mencari buku mana yang belum saya baca, dan akhirnya saya tertarik dengan sebuah buku bersampul merah dengan nama penulis kesayangan di cover depannya. Tercetak dengan tinta putih, sama putihnya dengan judul yang terdengar tidak asing lagi, The Casual Vacancy-J.K. Rowling.
Yep, saya mulai membaca dan membaca. Jujur, ekspetasi saya terhadap buku ini tidak terlalu tinggi. Saya hanya mengira buku ini memilih cirri khas yang sama dengan kisah anak laki-laki berkacamata, kesayangan semua anak di seluruh dunia. Dan saat saya mulai membaca beberapa lembar halaman, saya mulai melirik tentang synopsis buku. Oh, wow tenyata ini buku genre dewasa yang pertama kali ditulis oleh Rowling.

The Casual Vacancy, Perebutan Kursi Kosong

Buku ini menceritakan tentang sebuah kota kecil bernama Pagford. Kota ini bersebelahan dengan Yarvil dan Fields, dua tempat ini salah satunya akan menjadi pemicu pudarnya kenyamanan dan ketenangan Pagford.
Adalah kematian Barry Fairbrother di malam dimana Barry bersama istrinya, Marry merayakan hari pernikahannya di sebuah restoran club Golf. Namun, pria berusia 40 tahunan tersebut tiba-tiba menggelinjang, sekarat dan meninggal. Diduga terserang aneurisma, sejenis putusnya saraf di otak yang mengakibatkan kematian mendadak. Sejak kematian Barry, kota kecil Pagford seakan menggeliat dari tidur panjangnya yang nyenyak.
Barry dikenal sebagai laki-laki kharismatik, salah satu anggota dewan kota yang suka menolong. Ia menaruh perhatian lebih pada Fields- sebuah daerah kumuh di kota mereka yang tak sengaja dibentuk karena kebodohan mendiang bangsawan kaya raya Sweetlove beberapa puluh tahun yang lalu. Fields tumbuh menjadi lingkungan yang mengancam Pagford. Hampir semua penduduknya miskin, dan pecandu narkoba. Salah satu anak kesayangan Barry di klub dayung yang dilatihnya bernama Krystal Weedon dengan ibu seorang pecandu kelas kakap yang tinggal di sebuah rumah kotor di Fields.
Kematian Barry mengundang respon dari dua sisi yang berlawanan. Pendukung Barry, teman-temannya selama di dewan merasa sangat kehilangan sosok jenaka dan menyenangkan dari sahabatnya ini. Di lain pihak ada keluarga Mollison yang menganggap kematian Barry adalah anugerah terbesar bagi Pagford. Dialah, Howard Mollison, sesepuh kota yang merupakan haters dari Fields. Ia menganggap jika Fields hanyalah sampah yang merusak keindahan kotanya. Semua penduduknya, bangunannya, semua bagaikan hal-hal yang tak memiliki tujuan. Howard sangat berambisi memasukan anak lelakinya, Miles Mollison untuk ikut duduk di dewan kota. Dan kematian Barry membuat pintu itu terbuka semakin lebar. Lanjutkan membaca “[Story of A Book]: The Casual Vacancy: Perebutan Kursi Kosong (J.K. Rowling)”

Iklan
Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Kangen!

Hari ini saudara kembar saya, Destina harus meninggalkan kampung halaman untuk merantau lagi. Sedihh banget harus pisah lagi. Perpisahan kali ini kok rasanya berat banget ya. Ini pasti ada hubungannya dengan jadwal praktik saya yang sudah di depan mata. Oke, mulai tanggal 9 maret saya harus move out dari Semarang menuju Salatiga. Selama sebulan saya akan praktik di RS Ario W. Salatiga untuk stase anak. Jika mengingat pengalaman praktik klinik semester kemarin, saya jadi pesimis untuk bisa mudik. Soalnya pembagian siftnya selalu mematikan. Praktikan itu selalu langganan dapat sift malam-siang-pagi (ini sift paling horror karena istirahatnya bentar banget). Iya bayangkan saja sift malam dimulai dari pukul 21.00-07.00 kemudian dilanjut sift siang dari pukul 14.00-21.00 dan esoknya mendapat sift pagi mulai pukul 07.00-14.00. What a…!!! ya gitu deh, makanya yang mau kuliah, mikir-mikir lagi deh kalau mau ambil ilmu keperawatan 😀

Dan semester ini saya mendapat jadwal praktik di 3 kota yang berbeda. Setelah Salatiga saya harus pindah ke Solo di RS Moewardi untuk stase keperawatan medical bedah dan terakhir saya kebagian di RSUD Ungaran untuk stase maternitas. Wow kan! Hehe lebih parahnya kosan saya yang di Semarang harus tetap dibayar pula -_-, kan jadi triple nih bayar kosnya (eeh malah curhat).

Btw, my twin baru sekitar setengah jam yang lalu meninggalkan rumah, kok saya sudah kangen ya? Tuh kan jadi pengin mewek. Nyesel deh kenapa dulu milih universitas yang berbeda 😦

Hati-hati di jalan ya my twin, semoga selamat sampai kos-kosan!

new baby twin

kayak cowok ya? 😀

gedhenya gini nih

Camera 360

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Laki-Laki Bertampang Gulali

Sabtu ini saya memutuskan untuk jalan-jalan. Berhubung weekend, saya memutuskan untuk refreshing sejenak. Kakak kembar saya juga tak ada jadwal kuliah di hari sabtu. Jadilah kami berdua jalan-jalan berdua keliling Purwokerto.

Seperti yang sudah-sudah, tempat favorit kami adalah Gramedia. Saya selalu menemukan feel, umm..seperti ini tempat gue banget untuk semua toko buku. Bukan apa-apa sih, saya juga bukan tipe cewek kutu buku. Hanya saja toko buku itu entah kenapa selalu memberikan kenyamanan tersendiri. Khusus untuk Gramedia Purwokerto, pasti disediakan sampel untuk setiap buku. Jadi, pelanggan bisa dengan leluasa membaca isinya. Istilahnya, numpang baca gratis hehe.

Sebagai salah satu penikmat toko buku, apakah pernah muncul di benak kalian, wahai para pencinta toko buku. Jika kalian akan jatuh cinta dengan seseorang di salah satu toko buku favoritmu? Semacam jatuh cinta pada pandangan pertama?

Saya pernah. Dan baru terjadi hari ini. Jangan tertawa deh, eh, nggak apa-apa juga sih kalau mau tertawa. Saya menulis ini juga sambil senyum-senyum sendiri. Oke, kisahnya bermula dari teman saya yang nitip untuk dibelikan buku Mengabdi di Negeri Pelangi. Saya dengan semangat menuju rak buku yang sesuai dengan genre tersebut.  Tapi sayang, setelah dicari-cari ternyata tidak ketemu. Karena malas untuk mencari ke tempat lain, saya pun tanya ke customer service. Dan untuk kali pertama saya bertemu dengan laki-laki bertampang gulali. Kenapa gulali? Karena wajah dia manis. Makanan yang pertama kali muncul di benak saya untuk merepresentasikan rasa manis adalah gulali, setelah gula tentunya.

Laki-laki bertampang gulali itu membantu saya mencari buku yang sedang saya cari. Duh, andai saja ada yang tahu perasaan saya waktu itu, benar-benar tak karuan. Mungkin ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama ya?

Tapi, tunggu dulu jangan berfikir terlampau jauh. Setelah saya tarik nafas panjang-hembuskan-tarik nafas-hembuskan, saya menyadari saya tidak sedang jatuh cinta. Oh, hey akhirnya saya tahu, saya bukan tipe cewek yang bisa jatuh cinta karena sekali lihat. Mungkin perasaan aneh yang muncul tadi hanya karena euphoria melihat laki-laki bertampang gulali. Ya, ibaratkan saja seperti baru melihat Al Ghazali gitu deh. Kalian, kaum hawa, nggak usah mengelak deh saat melihat tampang Al, apa yang kalian rasakan?

Perasaan ini mungkin sama saja seperti laki-laki yang tertarik pada wanita yang cantik. Nah, untuk gampangnya seperti itu. Bukan hanya laki-laki saja yang menyukai keindahan dan kecantikan. Wanita juga sama. Saya suka dengan laki-laki yang tampan. Iya, sebagai first impression, pastilah fisik menjadi daya tarik pertama kali kan? Terlepas nantinya faktor lain seperti sifat dan tingkah laku juga akan terlibat sebagai faktor penentu apakah laki-laki ini pantas untuk saya nikahi cintai. Dalam memilih pasangan, mungkin banyak wanita yang tidak begitu memikirkan tampang pasangannya. Asal cocok aja dilihat, baik, perhatian, mapan dll pastilah oke-oke aja. Tapi, tidak semua wanita juga berfikir seperti ini. Ada juga yang sebaliknya. Perfect man is handsome man (haiyyaaa). Ya, namanya juga selera.

Yup, balik lagi ke laki-laki bertampang gulali tadi. Saya dipersilahkan duduk, sementara laki-laki tadi menyuruh rekannya untuk mencari buku yang saya maksud. Sebenarnya ini kesempatan saya untuk bisa lebih detail lagi memandang wajahnya. Tapi saya buru-buru istighfar, kan kata mba-mba yang suka kasih kajian liqo, kita harus menundukan pandangan kepada mereka yang bukan muhrim kita. Oke, tapi saya nggak menundukan pandangan, malah sebaliknya. Saya mendongak, pura-pura baca poster tentang buku terbaru. Saya takut salting. Saya ini orangnya gampang banget salting. Entah kenapa saya juga masih bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang, kenapa saya ini suka salting sama cowok ganteng.

Akhirnya buku yang saya cari sudah ditangan, saya pun segera membayar ke kasir. Usailah perjumpaan saya dengan laki-laki bertampang gulali. Mungkin kita masih bisa bertemu lagi, 2 atau 3 bulan ke depan. Masa liburan semester saya akan segera berakhir dan saya harus balik lagi ke kota perantauan. Tidak apa-apa, saya tidak akan merasa kangen kok. Paling-paling juga, esok hari setelah bangun tidur perasaan saya akan berubah biasa-biasa saja. Itulah kenapa, kadang saya suka menetralkan pikiran saya dengan cara tidur.

Okelah kalau begitu, selamat berakhir pekan laki-laki bertampang gulali! 😀

Diposkan pada Cooking

Kriuk..Kriuk..Renyahnya French Friesku :D

Kali ini saya ingin berbagi tentang resep makanan. Bukan, bukan resep ala ala masakan Farah Quinn itu. Berhubung saya ini tipe cewek yang lebih suka makan daripada masak, jadi saya memilih untuk membuat FRENCH FRIES! (boleh ketawa deh haha).

Tapi beneran, ini adalah sebuah kemajuan, dimana jika waktu luang (baca: hari libur) saya hanya demen nongkrong di depan lepi, atau baca novel, kali ini saya ingin coba-coba memasak. Bisa dibilang bikin kentang goreng itu gampang banget, anak SD saja bisa. Tapi nggak apa-apa lah, daripada nggak sama sekali.

Kenapa saya milih kentang goreng? Umm…karena saat menemani ibu belanja di pasar, tiba-tiba aja ada setumpuk kentang yang begitu menggoda (padahal kentangnya masih mentah loh, bulet-bulet cokelat gitu, tapi entah kenapa bagi saya kentangnya sungguh sangat menggoda). Akhirnya saya bilang ke ibu, “Bu, kentang dong,” kata saya dengan nada mirip anak SD minta dibeliin es krim Walls.

“Berapa?” Tanya ibu.

“Nggak usah banyak-banyak setengah kilo aja,”

Jadi deh, hari ini saya jadi koki di dapur hahaha (ketawa senang).

Okay, setelah browsing tentang cara membuat French fries, akhirnya saya mulai juga mempersiapkan bahan-bahannya. Oia pertama-tama saya dandan dulu ala Farah Quinn. Pakai baju sekseh gitu (haha becanda, saya masih setia sama baju tidur yang masih nempel di badan).

Alat dan Bahan

Alat: kompor gas merek Cosmos (merk bisa disesuaikan sesuai berdasarkan ketersediaan), wajan, soled (bahasa indonesianya apa ya? Lupa), baskom, mangkok, panci, dan lap

Bahan: Kentang setengah kilo, garam, tepung terigu, air bersih

Prosedur:

1. Siapkan handphone untuk mengabadikan proses langka ini (seriusan, saya awalnya pengin pake pidio gitu tapi karena sendirian di rumah jadi batal deh. Masa iya saya minta pidioin sama cicak? -_-)

2. Kupas kentang

3. Masukan kentang yang sudah di kupas ke dalam baskom berisi air bersih

4. Tiriskan kentang

5. Potong kentang dengan bentuk panjang-panjang (pokoknya mirip French fries yang dijual di keefsi gitu deh)

6. Rebus potongan kentang ke dalam air selama satu menit. Di bagian ini saya melakukan sesuatu yang konyol. Saya terlalu lama merebusnya, kira-kira 5 menitan. Dan apakah yang terjadi? Kentangnya lembek bro. Saya sempet mikir, apa dibikin mashed potato aja ya? Aah, tapi kan saya pengin kentang goreng. Sampai akhirnya saya tiriskan kentang dan tara! Ternyata kentangnya nggak rusak meskipun saya penyet-penyet

20140220_095107ya ampyun, lap kumalnya ikutan ke-captured -_-

7. Oke, ingat di step 6 tadi. Jangan terlalu lama merebus kentangya! Setelah kentang ditiriskan, masukan kentang ke dalam tepung terigu yang sudah dicampur garam. Aduk-aduk kentangnya sampai berbalut terigu.

20140220_100350balut kentangnya sampai putih 😀

8. Nah setelah kentang berubah jadi putri salju, masukan kentang ke dalam pendingin. Biarkan kurang lebih dua jam

20140220_100929wah ada si tempe ngintip hihihi

9. Selama dua jam bisa diisi dengan hal-hal bermanfaat lain (misalnya nih kalau saya isi dengan mandi pagi, guling-guling di kasur haha *ini nggak produktif banget*)

10. Setelah dua jam, keluarkan kentang dari pendingin.

11. Panaskan minyak dan masukan kentang ke dalam wajan. Oh iya pastikan minyaknya panas ya soalnya biar rasanya lebih nikmat.

12. Hidangkan dengan saus sambal. Btw, persediaan saus sambal saya habis jadi minus saus sambal deh hehe. Happy eating! ^^

20140220_120837Taraaa! rencananya saya mau selfie sama french fries, tapi enggak jadi ah, takut kecantikan saya tersebar kemana-mana :p btw, itu buku Milana-nya Benz Bara kenapa tiba-tiba nongol? 😀

Diposkan pada Curhat Tentang Film

Review: Into the Forest of Fireflies Lights

hotarubi no mori e

Bagaimana rasanya kalau suka seseorang tapi kita nggak boleh sedikitpun menyentuhnya?

Itulah yang dirasakan Takegawa Hotaru.

Hotaru, begitu ia akrab dipanggil, pertama kali bertemu Gin di sebuah hutan dewa gunung. Saat itu musim  panas, Hotaru kecil menangis karena tersesat di tengah hutan dewa gunung yang terkenal angker.

Tiba-tiba dari balik pohon, muncul seorang laki-laki bertopeng rubah. Hotaru bahagia sekali karena tahu ada manusia lain di hutan tersebut. Siapa tahu dia bisa membawanya keluar dari hutan menyeramkan ini. Reflek, Hotaru kecil berlari untuk memeluk laki-laki tadi.

“Buk!”

Bukannya membalas pelukan anak itu, laki-laki itu malah memukul Hotaru dengan tongkat kayu. Alasannya: ia tak boleh disentuh oleh manusia. Lalu laki-laki itu mengantar Hotaru keluar dari hutan dewa gunung.

Ya, begitulah awal mula pertemuan Hotaru dengan Gin. Hotaru kecil menuruti perintah Gin untuk tidak menyentuhnya. Gin mengatakan jika ia adalah roh gunung. Namun, karena wajahnya tidak seperti roh yang lain, ia harus mengenakan topeng rubah. Gin akan menghilang jika ia disentuh oleh manusia.

Sejak saat itu dimulailah persahabatan antara Hotaru dan Gin. Setiap musim panas tiba, Hotaru akan mengunjungi pamannya di desa dan tentu saja akan mengunjungi Gin di hutan dewa gunung. Mereka menjelajah hutan bersama, bermain dan bersenang-senang bersama.

Suatu hari, saat mereka asyik bermain, Hotaru iseng membuka topeng Gin. Ia ingin tahu seperti apa wajah laki-laki yang pernah menolongnya ini. Ternyata wajah Gin sangat normal untuk ukuran arwah. Cukup tampan, malahan. Dan sepertinya Hotaru sadar, jika ia menaruh hati dengan pemuda itu.

Tahun demi tahun berlalu. Sekarang tinggi Hotaru sudah hampir sama dengan Gin. Jika dilihat, mereka hampir sama sebagai remaja. Hotaru tak begitu mengerti pertumbuhan umur seorang roh, tapi ia tak memusingkan itu. Yang ia tahu, sekarang usianya telah sama dengan Gin. Setiap Natsu tiba, Hotaru rutin mengunjungi Gin. Sampai suatu hari Gin mengajaknya ke festival roh. Hotaru ragu namun Gin meyakinkannya jika festival roh hampir sama dengan festival yang selalu diadakan manusia. Akhirnya mereka pergi bersama. Gin bilang, ini adalah kencan pertama mereka.

Hotaru dan Gin benar-benar melewati malam yang bahagia. Di perjalanan pulang Gin mengutarakan perasaannya jika ia tak bisa jauh dari Hotaru. Setiap tahun, saat Hotaru tidak disisinya ia pasti merindukan gadis itu. Dengan hati-hati, Gin memasangkan topeng rubahnya ke wajah Hotaru dan..menciumnya. Baginya ini cara terbaik agar ia bisa menunjukan rasa sayangnya pada Hotaru.

**

Hotarubi No Mori E adalah anime Jepang yang diambil dari manga dengan judul yang sama karya Yuki Midorikawa. Pertama kali dipublikasikan dalam bentuk manga pada tahun 2003. Dalam versi film, durasinya tidak sampai satu jam. Sungguh, ini adalah movie Jepang ternyebelin yang saya tonton. Betapa tidak, movie ini berhasil mengaduk-aduk perasaan saya sepanjang film berlangsung. Dan saya harus disuguhkan sad ending yang membutuhkan setidaknya waktu semalam untuk saya agar menerimanya (haha lebai banget deh). Yap, saya memang belum menuliskan detail endingnya, nggak tega hehe. Movie ini menarik sekali dengan alur ceritanya yang unik sekaligus romantis dan dramatis. Betapa tidak, roh dan manusia saling jatuh cinta dan cinta mereka harus terpisahkan pada akhirnya. Yah, apalagi pas adegan Hotaru memeluk Gin yang perlahan-lahan tubuhnya memudar dan hanya menyisakan bajunya yang lagi dipeluk sama Hotaru. Sebenarnya yang paling menyebalkan adalah, kenapa pertama kalinya Gin menyentuh manusia bukanlah Hotaru yang disentuhnya, tetapi karena tidak sengaja menyentuh anak kecil yang dikira olehnya adalah roh. Duh, kan kesannya kurang romantis gitu ya hehe. Tapi, at least saya suka sekali movie ini. Ceritanya sederhana namun memukau. Fresh banget deh! Dan yang penting tokoh cewek disini bukanlah tokoh cewek centil ala ala drama Korea (saya paling sebel jalan cerita cewek centil dipasangkan cowok cool, beuh bisa sedikit kreatif nggak sih?). Oh iya untuk versi internasionalnya, movie ini diberi judul into the forest of Fireflies’s light. Soalnya setelah Gin menghilang, hutan tersebut didatangi banyak kunang-kunang. Mungkin, Gin berubah jadi kunang-kunang kali yak hehe.

scene yang paling menyentuh yaitu saat Hotaru terjatuh dari pohon dan Gin berusaha menolong namun ia sadar apa yang akan dilakukannya adalah salah dan hanya bisa diam melihat Hotaru yang jatuh ke atas semak-semak.

Dengan wajah kesakitan namun masih tersenyum, Hotaru bilang ke Gin:

“Gin, apapun yang terjadi, jangan pernah menyentuhku, oke?”

(duuuh, mewek nih)

*eh ini intinya saya cerita juga endingnya haha

Btw, di movienya Gin cakep banget. Kalau di cosplaykan gimana ya? 😀

Diposkan pada Kesehatan

Karena Bu Risma

Astaghfirullah..ngeri banget 😦 ternyata pornografi bahayanya melebihi narkoba. Terima kasih untuk mbak Pipi yang sudah menjabarkan semuanya. Generasi penerus bangsa memang perlu dijaga moralnya.

Islam is Fun

Bismillahirrahmanirrahim..

Oke, sebetulnya kontributor sontoloyo ini belum ijin sama empunya blog buat ngisi. Cuman desakan lingkungan *caelah* udah sangat kuat. (1) teman sebaya yang ngojok-ngojokin buat nulis di laman ini lagi; (2) kasus di lapangan *emang mau nulis apaan sampe bawa kasus segala* yang udah menggila, ntar diceritain; (3) abis nonton Mata Najwa edisi Bu Risma sampe meleleh air mata, jadi pengen berjuang bareng semampu yang saya bisa; (4) kemaren kakak kelas ngeshare video dan kayaknya saya nemu benang baru (dari kasus yang ntar saya ceritain) dan penting buat saya tulis ulang supaya bisa saya runut benangnya biar ga kusut dikepala (kepentingan pribadi).

videonya ada disini :

Cukup sekian aja yang bikin saya bulet untuk nulis lagi disini. Dan sebenernya saya rada2 ragu tadi, mau nulis disini atau di blog pribadi, tapi karena nilai yang saya bawa bakal kental banget dengan prinsip hidup, saya pilih disini karena saya memposisikan diri…

Lihat pos aslinya 4.589 kata lagi

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Welcome to The World, Babies!

Tanggal 15 Februari kemarin, keponakan baru saya lahir. Yippie! i’m so happy to welcoming them!

Yep, bukan hanya satu, tapi langsung dapat 2! because, yeah, they are twins baby. Mereka kembar cowok-cewek, cuma beratnya beda jauh banget. si cowok berperan sebagai kakak karena lahir pertama, bobotnya 24 ons dan si cewek berperan jadi adik karena lahir kedua, dan bobotnya 16 ons. See betapa imut-imutnya si cewek? ah, si kakak cowoknya ternyata maruk ya! haha
Saya dan keluarga belum bisa memboyong baby-baby itu pulang ke rumah, soalnya kondisi baby girl masih di ruang perinatal. Kata dokter nunggu sampai bobotnya mencapai 18 ons dulu. Kakak sepupu saya (abi nya si baby-baby) nyuruh saya buat nyariin nama buat mereka berdua. Syaratnya: islami, artinya baik, dan cukup 2 kata saja! wew, langsung saya tolak dong. Masa’ jaman sekarang cuma dua kata? -__- ini 2014 bro! :p
Sampai di rumah langsung search nama buat mereka berdua. Ternyata susah juga ya mencari nama untuk bayi kembar cowok dan cewek. Sempat tertarik sih dengan dua nama di bawah ini.
(L) Fadhil Husni Rahmani (Anak yang utama, tampan, kesayanganku)

(P) Fadhila Husna Rahmani (Anak yang utama, cantik, kesayanganku)

bagus ya? bagus dong, ini saya, my twin dan ibu yang nyari haha. Terus ada versi saya:

(L) Fadhil Sabiya Rahmani (Fadhil)

(P) Fadhilah Sabiya Rahmani (Dhila)

hampir sama sih, cuma saya lebih suka kata Sabiya yang berarti pagi hari. Kan mereka lahir di pagi hari hehe

But, for the final kita serahin ke abi dan umi mereka. Siapa tahu, si abi atau si umi punya usul nama sendiri 😀

Pokoknya, welcome to the real world ya Twins! aunty cuma bisa mendoakan semoga kelak kalian menjadi generasi Rabbani, jadi anak soleh dan sholehah, berbakti pada kedua orang tua, sayang keluarga dan berguna bagi agamamu, nusa dan bangasamu. Aamiiin ya Rabb 🙂

fyi di keluarga saya sudah ada 5 pasang kembar 😀

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Untitled

Menikah denganmu..

Menetapkan jiwa

Bertahtakan kesetiaan cinta

Syair diatas adalah sebuah penggalan lirik lagu dari Kahitna yang berjudul Menikahimu. Akhir-akhir ini saya sedang hobi mendegar lagu ini. Lirik dan musiknya easy listening banget. Duh, apalagi kalau sampai bagian reff, jadi mupeng pengin nikah 😀

Menikah. Itulah topic pembicaraan yang nggak bisa jauh-jauh dari gadis-gadis usia 20-an. saya mengalaminya sendiri. Ibu adalah tokoh utama dalam kasus ini. Entah kenapa beliau jadi suka ngobrolin topic menikah (mungkin efek karena kakak saya yang akan segera menikah). Awalnya memang ngobrol tentang persiapan pernikahan kakak, tapi ujungnya tetep tentang pernikahan anak-anak gadisnya kelak.

“duh, ibu sih penginnya ada satu dari kalian yang bakal menemani ibu. Jangan pergi semua, kalau nikah juga lebih enak sama orang yang dekat-dekat aja,”

Duh, duh ibu, kalau untuk menemani ibu di rumah sih Insya Allah siap, tergantung rezeki saya nantinya dimana. Nah, kalau jodoh harus orang dekat sih saya nggak janji bu, kan jodoh di tangan Allah 🙂 saya nggak berani mengharuskan kelak jodoh saya X, jodoh saya Y. Ibu juga mengerti dengan itu semua, tapi ketakutan beliau kelak saya dan saudara-saudara akan meninggalkan beliau sepertinya sangat besar.

Saya juga ingin menjaga ibu dan bapak. Merawat mereka, dan berada dekat dengan mereka di hari tuanya. Saya memaklumi ketakutan ibu jika tak ada seorang pun dari anak-anaknya yang bakal tinggal dekat mereka. Kelak, entah saya, atau saudara kembar saya, kami sama-sama siap untuk merawat mereka, mendampingi mereka di usia senjanya.

Tentang menikah, siapa sih yang nggak mau menikah? Saya juga ingin menikah. Tapi, meskipun sekarang sedang trend menikah muda, saya tak ingin buru-buru. Bukan apa-apa sih, cuma saja saya belum ada calonnya 😀 #kode haha

Meskipun banyak cita-cita yang belum tercapai, belum lulus kuliah, belum kerja dll. Bagi wanita, alasan belum menikah yang tidak bisa diganggu gugat adalah karena BELUM ADA YANG MELAMAR! 😀

Cukup sekian dan terima kasih.

(maaf ye posting gaje malam-malam begini :D)

Diposkan pada Curhat Tentang Film

Pride and Prejudice-Movie Review

Pride_&_Prejudice_(2005)_Bennet_sisters_screenshot

The Bennet Sisters

Telat banget mungkin ya bagi saya untuk mereview film ini. Secara film Pride and Prejudice ini keluaran 2005 (coba hitung, sekitar 9 tahun yang lalu! :D). tapi, tak apalah, wong saya baru nonton tadi siang. Itu juga setelah saya nonton The Lord of The Ring 3 (telat lagi haha).

Pride and Prejudice adalah film roman Inggris dengan latar masa Victorian. Film ini diangkat dari novel karya Jane Austen dengan judul yang sama. Film ini menceritakan tentang sebuah keluarga dengan lima anak perempuan. Mr. and Mrs. Bennet memiliki lima anak perempuan, dan semuanya belum menikah. Mereka adalah Jane, kakak tertua, paling cantik dan lembut. Putri kedua Elizabeth, paling cerdas dan pemberani, kemudian ada Mary si kutu buku dan Lidya and Kitty, mereka berdua adalah putri yang aggak ‘liar’ dan gampangan dengan cowok.

Mrs. Bennet sangat cemas dengan keadaan putri-putrinya. Ia sibuk mencarikan jodoh untuk putrinya, terutama putrinya yang tertua yaitu Jane Bennet. Suatu pagi tersiar kabar jika ada bangsawan baru yang membeli kastil. Dia bernama Mr. Bingley. Beruntungnya lagi, Mr. Bingley masih single. Dari situ dimulailah percomblangan yang dilakukan Mrs. Bennet untuk Mr. Bingley agar mau menikahi salah satu putrinya. Dan beruntungnya Jane, Ia menjadi satu-satunya gadis di desa mereka yang mendapat perhatian Mr. Bingley. Selain Mr. Bingley, kastil tersebut ditinggali oleh kakak perempuan Mr. Bingley dan Mr. Darcy, teman Mr. Bingley. Nah, Mr. darcy inilah yang akan menyita banyak perhatian karena ia terkenal angkuh, sombong, dan cuek.

Awalnya Elizabeth Bennet sangat membenci Mr. darcy karena perangainya ini. Ia bahkan bersumpah, jika harus menikah, laki-laki terakhir yang harus ia nikaih adalah Mr. Darcy. Kebencian Elizabeth diperparah dengan desas-desus yang menyebutkan jika Mr. Darcy tidak suka dengan hubungan Mr. Bingley dan Jane Bennet, sehingga mereka harus berpisah. Jane patah hati, begitu pula dengan Elizabeth, dia semakin membenci Darcy. Namun, Mr. Darcy yang terkenal angkuh itu luluh juga dengan Elizabeth. Ia pun menyatakan cintanya kepada putri kedua keluarga Bennet itu. Setelah rangkaian kejadian-kejadian lain, akhirnya Elizabeth menyadari sikapnya selama ini salah dalam menilai Mr. Darcy. Apalagi saat Mr. Darcy kembali mempertemukan Jane dan Mr. Bingley hingga akhirnya mereka bertunangan dan menikah.

Mr. Darcy dan Miss Elizabeth Bennet akhirnya mengakui perasaan masing-masing. Mereka pun akhirnya menikah.

***

Yeah, akhirnya ceritanya happy ending juga. Saya sempat menyangka, tokoh Elizabeth bakalan jadi perawan tua karena sifat keras kepalanya itu. Tapi, akhirnya Liz berjodoh dengan Tuan Darcy. Film ini sungguh memanjakan mata saya yang notabene penggemar film roman (ceilahh). Keira Kneightly bermain sebagai Elizabeth Bennet mengingatkan saya dengan Anna Karenina. Di film itu Keira juga bermain apik dan cantik. Dia memang cocok dengan gaya Victorian. Film ini benar-benar so ladies! ya, di film ini jelas sekali digambarkan bagaimana respon cewek-cewek jika ada salah seorang lelaki yang sedang menyukainya. Cewek itu suka bisik-bisik nggak jelas kalau ada cowok ganteng, saling curhat tentang cowok yang disukainya, berpusing ria tentang penampilan mereka, dan tentu saja rapuh saat patah hati. Ckckck rempong bener ya jadi cewek (padahal saya juga cewek hehe).

Yang saya kurang suka dari film ini adalah, pemeran cowoknya, yaitu Mr. Darcy kurang ganteng! Terlalu tua hehe. Katanya dalam novel Pride and Prejudice, Mr. Darcy digambarkan sebagai tokoh yang tampan dan tegas. Tapi kok, di filmnya terlihat menye-menye ya? Apa karena tatapan matanya yang sendu itu? Aku sih penginnya diperanin sama Orlando Bloom aja (f.y.i, saya jatuh cinta sama Legolas gara-gara nonton The Lord of The Ring -_-). At least, saya menyukai film ini. Ceritanya ringan, pemandangannya bagus, banyak dance, ball, dan tentu saja cewek banget! Hehe. Oh iya, film ini dibintangi sama Carrie Mulligan juga loh, dia berperan jadi Katty, adik Elizabeth Bennet yang centil (tapi centilan Lidya daripada Katty). Dan di film ini Carrie terlihat masih sangat muda (ya iyalah, secara itu film 9 tahun yang lalu :P).

Saya masih berharap untuk membaca novel ini. Biasanya versi novel lebih mendatangkan ‘feel’nya 🙂

Terima kasih sudah mampir dan membaca.