Posted in Curhat Tentang Film

Review: Into the Forest of Fireflies Lights

hotarubi no mori e

Bagaimana rasanya kalau suka seseorang tapi kita nggak boleh sedikitpun menyentuhnya?

Itulah yang dirasakan Takegawa Hotaru.

Hotaru, begitu ia akrab dipanggil, pertama kali bertemu Gin di sebuah hutan dewa gunung. Saat itu musim  panas, Hotaru kecil menangis karena tersesat di tengah hutan dewa gunung yang terkenal angker.

Tiba-tiba dari balik pohon, muncul seorang laki-laki bertopeng rubah. Hotaru bahagia sekali karena tahu ada manusia lain di hutan tersebut. Siapa tahu dia bisa membawanya keluar dari hutan menyeramkan ini. Reflek, Hotaru kecil berlari untuk memeluk laki-laki tadi.

“Buk!”

Bukannya membalas pelukan anak itu, laki-laki itu malah memukul Hotaru dengan tongkat kayu. Alasannya: ia tak boleh disentuh oleh manusia. Lalu laki-laki itu mengantar Hotaru keluar dari hutan dewa gunung.

Ya, begitulah awal mula pertemuan Hotaru dengan Gin. Hotaru kecil menuruti perintah Gin untuk tidak menyentuhnya. Gin mengatakan jika ia adalah roh gunung. Namun, karena wajahnya tidak seperti roh yang lain, ia harus mengenakan topeng rubah. Gin akan menghilang jika ia disentuh oleh manusia.

Sejak saat itu dimulailah persahabatan antara Hotaru dan Gin. Setiap musim panas tiba, Hotaru akan mengunjungi pamannya di desa dan tentu saja akan mengunjungi Gin di hutan dewa gunung. Mereka menjelajah hutan bersama, bermain dan bersenang-senang bersama.

Suatu hari, saat mereka asyik bermain, Hotaru iseng membuka topeng Gin. Ia ingin tahu seperti apa wajah laki-laki yang pernah menolongnya ini. Ternyata wajah Gin sangat normal untuk ukuran arwah. Cukup tampan, malahan. Dan sepertinya Hotaru sadar, jika ia menaruh hati dengan pemuda itu.

Tahun demi tahun berlalu. Sekarang tinggi Hotaru sudah hampir sama dengan Gin. Jika dilihat, mereka hampir sama sebagai remaja. Hotaru tak begitu mengerti pertumbuhan umur seorang roh, tapi ia tak memusingkan itu. Yang ia tahu, sekarang usianya telah sama dengan Gin. Setiap Natsu tiba, Hotaru rutin mengunjungi Gin. Sampai suatu hari Gin mengajaknya ke festival roh. Hotaru ragu namun Gin meyakinkannya jika festival roh hampir sama dengan festival yang selalu diadakan manusia. Akhirnya mereka pergi bersama. Gin bilang, ini adalah kencan pertama mereka.

Hotaru dan Gin benar-benar melewati malam yang bahagia. Di perjalanan pulang Gin mengutarakan perasaannya jika ia tak bisa jauh dari Hotaru. Setiap tahun, saat Hotaru tidak disisinya ia pasti merindukan gadis itu. Dengan hati-hati, Gin memasangkan topeng rubahnya ke wajah Hotaru dan..menciumnya. Baginya ini cara terbaik agar ia bisa menunjukan rasa sayangnya pada Hotaru.

**

Hotarubi No Mori E adalah anime Jepang yang diambil dari manga dengan judul yang sama karya Yuki Midorikawa. Pertama kali dipublikasikan dalam bentuk manga pada tahun 2003. Dalam versi film, durasinya tidak sampai satu jam. Sungguh, ini adalah movie Jepang ternyebelin yang saya tonton. Betapa tidak, movie ini berhasil mengaduk-aduk perasaan saya sepanjang film berlangsung. Dan saya harus disuguhkan sad ending yang membutuhkan setidaknya waktu semalam untuk saya agar menerimanya (haha lebai banget deh). Yap, saya memang belum menuliskan detail endingnya, nggak tega hehe. Movie ini menarik sekali dengan alur ceritanya yang unik sekaligus romantis dan dramatis. Betapa tidak, roh dan manusia saling jatuh cinta dan cinta mereka harus terpisahkan pada akhirnya. Yah, apalagi pas adegan Hotaru memeluk Gin yang perlahan-lahan tubuhnya memudar dan hanya menyisakan bajunya yang lagi dipeluk sama Hotaru. Sebenarnya yang paling menyebalkan adalah, kenapa pertama kalinya Gin menyentuh manusia bukanlah Hotaru yang disentuhnya, tetapi karena tidak sengaja menyentuh anak kecil yang dikira olehnya adalah roh. Duh, kan kesannya kurang romantis gitu ya hehe. Tapi, at least saya suka sekali movie ini. Ceritanya sederhana namun memukau. Fresh banget deh! Dan yang penting tokoh cewek disini bukanlah tokoh cewek centil ala ala drama Korea (saya paling sebel jalan cerita cewek centil dipasangkan cowok cool, beuh bisa sedikit kreatif nggak sih?). Oh iya untuk versi internasionalnya, movie ini diberi judul into the forest of Fireflies’s light. Soalnya setelah Gin menghilang, hutan tersebut didatangi banyak kunang-kunang. Mungkin, Gin berubah jadi kunang-kunang kali yak hehe.

scene yang paling menyentuh yaitu saat Hotaru terjatuh dari pohon dan Gin berusaha menolong namun ia sadar apa yang akan dilakukannya adalah salah dan hanya bisa diam melihat Hotaru yang jatuh ke atas semak-semak.

Dengan wajah kesakitan namun masih tersenyum, Hotaru bilang ke Gin:

“Gin, apapun yang terjadi, jangan pernah menyentuhku, oke?”

(duuuh, mewek nih)

*eh ini intinya saya cerita juga endingnya haha

Btw, di movienya Gin cakep banget. Kalau di cosplaykan gimana ya?😀

Penulis:

Sedang mencari kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s