Posted in Cerita Sehari-hari

Laki-Laki Bertampang Gulali

Sabtu ini saya memutuskan untuk jalan-jalan. Berhubung weekend, saya memutuskan untuk refreshing sejenak. Kakak kembar saya juga tak ada jadwal kuliah di hari sabtu. Jadilah kami berdua jalan-jalan berdua keliling Purwokerto.

Seperti yang sudah-sudah, tempat favorit kami adalah Gramedia. Saya selalu menemukan feel, umm..seperti ini tempat gue banget untuk semua toko buku. Bukan apa-apa sih, saya juga bukan tipe cewek kutu buku. Hanya saja toko buku itu entah kenapa selalu memberikan kenyamanan tersendiri. Khusus untuk Gramedia Purwokerto, pasti disediakan sampel untuk setiap buku. Jadi, pelanggan bisa dengan leluasa membaca isinya. Istilahnya, numpang baca gratis hehe.

Sebagai salah satu penikmat toko buku, apakah pernah muncul di benak kalian, wahai para pencinta toko buku. Jika kalian akan jatuh cinta dengan seseorang di salah satu toko buku favoritmu? Semacam jatuh cinta pada pandangan pertama?

Saya pernah. Dan baru terjadi hari ini. Jangan tertawa deh, eh, nggak apa-apa juga sih kalau mau tertawa. Saya menulis ini juga sambil senyum-senyum sendiri. Oke, kisahnya bermula dari teman saya yang nitip untuk dibelikan buku Mengabdi di Negeri Pelangi. Saya dengan semangat menuju rak buku yang sesuai dengan genre tersebut.  Tapi sayang, setelah dicari-cari ternyata tidak ketemu. Karena malas untuk mencari ke tempat lain, saya pun tanya ke customer service. Dan untuk kali pertama saya bertemu dengan laki-laki bertampang gulali. Kenapa gulali? Karena wajah dia manis. Makanan yang pertama kali muncul di benak saya untuk merepresentasikan rasa manis adalah gulali, setelah gula tentunya.

Laki-laki bertampang gulali itu membantu saya mencari buku yang sedang saya cari. Duh, andai saja ada yang tahu perasaan saya waktu itu, benar-benar tak karuan. Mungkin ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama ya?

Tapi, tunggu dulu jangan berfikir terlampau jauh. Setelah saya tarik nafas panjang-hembuskan-tarik nafas-hembuskan, saya menyadari saya tidak sedang jatuh cinta. Oh, hey akhirnya saya tahu, saya bukan tipe cewek yang bisa jatuh cinta karena sekali lihat. Mungkin perasaan aneh yang muncul tadi hanya karena euphoria melihat laki-laki bertampang gulali. Ya, ibaratkan saja seperti baru melihat Al Ghazali gitu deh. Kalian, kaum hawa, nggak usah mengelak deh saat melihat tampang Al, apa yang kalian rasakan?

Perasaan ini mungkin sama saja seperti laki-laki yang tertarik pada wanita yang cantik. Nah, untuk gampangnya seperti itu. Bukan hanya laki-laki saja yang menyukai keindahan dan kecantikan. Wanita juga sama. Saya suka dengan laki-laki yang tampan. Iya, sebagai first impression, pastilah fisik menjadi daya tarik pertama kali kan? Terlepas nantinya faktor lain seperti sifat dan tingkah laku juga akan terlibat sebagai faktor penentu apakah laki-laki ini pantas untuk saya nikahi cintai. Dalam memilih pasangan, mungkin banyak wanita yang tidak begitu memikirkan tampang pasangannya. Asal cocok aja dilihat, baik, perhatian, mapan dll pastilah oke-oke aja. Tapi, tidak semua wanita juga berfikir seperti ini. Ada juga yang sebaliknya. Perfect man is handsome man (haiyyaaa). Ya, namanya juga selera.

Yup, balik lagi ke laki-laki bertampang gulali tadi. Saya dipersilahkan duduk, sementara laki-laki tadi menyuruh rekannya untuk mencari buku yang saya maksud. Sebenarnya ini kesempatan saya untuk bisa lebih detail lagi memandang wajahnya. Tapi saya buru-buru istighfar, kan kata mba-mba yang suka kasih kajian liqo, kita harus menundukan pandangan kepada mereka yang bukan muhrim kita. Oke, tapi saya nggak menundukan pandangan, malah sebaliknya. Saya mendongak, pura-pura baca poster tentang buku terbaru. Saya takut salting. Saya ini orangnya gampang banget salting. Entah kenapa saya juga masih bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang, kenapa saya ini suka salting sama cowok ganteng.

Akhirnya buku yang saya cari sudah ditangan, saya pun segera membayar ke kasir. Usailah perjumpaan saya dengan laki-laki bertampang gulali. Mungkin kita masih bisa bertemu lagi, 2 atau 3 bulan ke depan. Masa liburan semester saya akan segera berakhir dan saya harus balik lagi ke kota perantauan. Tidak apa-apa, saya tidak akan merasa kangen kok. Paling-paling juga, esok hari setelah bangun tidur perasaan saya akan berubah biasa-biasa saja. Itulah kenapa, kadang saya suka menetralkan pikiran saya dengan cara tidur.

Okelah kalau begitu, selamat berakhir pekan laki-laki bertampang gulali!😀

Penulis:

Sedang mencari kamu

2 thoughts on “Laki-Laki Bertampang Gulali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s