Posted in Cerita Buku

[Story of A Book]: The Casual Vacancy: Perebutan Kursi Kosong (J.K. Rowling)

casual v

Liburan semester kuliah tinggal menghitung hari lagi. Begitu pula dengan hari-hari di RS yang semakin membuat saya berniat berhibernasi. Di tengah kegalauan karena sebentar lagi harus meninggalkan kamar saya yang nyaman (berganti dengan shared room yang hmm…nyaman sih, tapi tidak senyaman kamar saya), kemarin saya iseng membereskan buku-buku di lemari khusus yang berisi koleksi buku saya dan kakak saya. Saya mulai mencari buku mana yang belum saya baca, dan akhirnya saya tertarik dengan sebuah buku bersampul merah dengan nama penulis kesayangan di cover depannya. Tercetak dengan tinta putih, sama putihnya dengan judul yang terdengar tidak asing lagi, The Casual Vacancy-J.K. Rowling.
Yep, saya mulai membaca dan membaca. Jujur, ekspetasi saya terhadap buku ini tidak terlalu tinggi. Saya hanya mengira buku ini memilih cirri khas yang sama dengan kisah anak laki-laki berkacamata, kesayangan semua anak di seluruh dunia. Dan saat saya mulai membaca beberapa lembar halaman, saya mulai melirik tentang synopsis buku. Oh, wow tenyata ini buku genre dewasa yang pertama kali ditulis oleh Rowling.

The Casual Vacancy, Perebutan Kursi Kosong

Buku ini menceritakan tentang sebuah kota kecil bernama Pagford. Kota ini bersebelahan dengan Yarvil dan Fields, dua tempat ini salah satunya akan menjadi pemicu pudarnya kenyamanan dan ketenangan Pagford.
Adalah kematian Barry Fairbrother di malam dimana Barry bersama istrinya, Marry merayakan hari pernikahannya di sebuah restoran club Golf. Namun, pria berusia 40 tahunan tersebut tiba-tiba menggelinjang, sekarat dan meninggal. Diduga terserang aneurisma, sejenis putusnya saraf di otak yang mengakibatkan kematian mendadak. Sejak kematian Barry, kota kecil Pagford seakan menggeliat dari tidur panjangnya yang nyenyak.
Barry dikenal sebagai laki-laki kharismatik, salah satu anggota dewan kota yang suka menolong. Ia menaruh perhatian lebih pada Fields- sebuah daerah kumuh di kota mereka yang tak sengaja dibentuk karena kebodohan mendiang bangsawan kaya raya Sweetlove beberapa puluh tahun yang lalu. Fields tumbuh menjadi lingkungan yang mengancam Pagford. Hampir semua penduduknya miskin, dan pecandu narkoba. Salah satu anak kesayangan Barry di klub dayung yang dilatihnya bernama Krystal Weedon dengan ibu seorang pecandu kelas kakap yang tinggal di sebuah rumah kotor di Fields.
Kematian Barry mengundang respon dari dua sisi yang berlawanan. Pendukung Barry, teman-temannya selama di dewan merasa sangat kehilangan sosok jenaka dan menyenangkan dari sahabatnya ini. Di lain pihak ada keluarga Mollison yang menganggap kematian Barry adalah anugerah terbesar bagi Pagford. Dialah, Howard Mollison, sesepuh kota yang merupakan haters dari Fields. Ia menganggap jika Fields hanyalah sampah yang merusak keindahan kotanya. Semua penduduknya, bangunannya, semua bagaikan hal-hal yang tak memiliki tujuan. Howard sangat berambisi memasukan anak lelakinya, Miles Mollison untuk ikut duduk di dewan kota. Dan kematian Barry membuat pintu itu terbuka semakin lebar.
Kekosongan kursi di dewan memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin mendudukinya. Ada 3 calon yang akhirnya maju untuk mengisi kekosongan kursi tersebut.
1. Miles Mollison
Putra sulung dari Howard Mollison, sekaligus suami dari Samantha Mollison dan ayah dari Lexie dan Libby Mollison (ada cerita dimana Krystal pernah memukul Lexie sampai giginya copot, hal itu membuat kakeknya-Howard semakin membenci Fields). Seorang pengacara yang sebenarnya hidupnya cukup baik, hanya saja ambisi ayahnya untuk mengajukan dirinya ke singgasana dewan membuat ia menerima semua usul ayahnya.
2. Collin Wall. Terkenal dengan sebutan “Cubby” karena ia memiliki benda kesayangan berupa rak di sekolah. Ia bekerja sebagai wakil kepala sekolah St. Thomas, istrinya, Tessa Wall juga bekerja di sekolah yang sama sebagai guru konseling. Collin adalah sahabat Barry-begitulah laki-laki itu menyebutnya. Ia ingin melanjutkan cita-cita Barry untuk menolong Fields. Julukan Cubby adalah pemberian anak laki-lakinya Stuart ‘Fats’ Wall, yang tenyata hanya anak angkat pasangan Wall dan akan berakhir menyedihkan di akhir cerita karena perbuatannya sendiri.
3. Simon Pirce. Seorang pekerja di sebuah perusahaan percetakan. Motifnya maju menjadi dewan hanya karena ia mendengar jika menjadi anggota dewan ia akan mudah melakukan suap dan mendapat banyak uang. Ia sering melakukan cara kotor, seperti membeli computer curian di Fields dan mencetak pamphlet kampanyenya dengan mesin cetak di luar jam kerja kantor. Simon adalah suami dari Ruth Pirce, seorang perawat di RS di Yarvil. Ia memiliki dua orang anak, Andrew-16 tahun, sebaya dengan Fats dan merupakan sahabat kentalnya dan Paul-yang sering dikatakan banci oleh Simon. Pria itu tak segan memukul anggota keluarganya saat marah dan kecewa.

Persaingan semakin panas, ketika ada kehebohan muncul di situs dewan. Muncul dengan akun The_Ghost_of_Barry_Fairbrother muncul di kotak pesan yang memberitahukan jika Simon Pirce tidak layak mengajukan diri menjadi anggota dewan karena pekerjaannya yang kotor. Akibat ulah si Hantu akhirnya Simon Pirce keluar dari kandidat dan di pecat dari kantor dimana ia bekerja. Hal itu membuat Howard Mollison senang, ia merasa selangkah lebih maju untuk mengajukan Miles di dewan. Namun beberapa hari kemudian muncul pesan dengan jenis yang sama mengatakan jika Dr. Parminder Jawanda, istri dokter bedah jantung nan ganteng, Vikram Jawanda, salah satu anggota dewan yang juga rekan Barry, jatuh cinta dengan Barry Fairbrother. Dan pesan terakhir yang muncul adalah jika Collin Wall memiliki penyakit kelainan seksual yang menyimpang. Bisa ditebak hingga akhirnya, Miles Mollison lah yang terpilih menjadi anggota dewan menggantikan Barry Fairbrother.

The Teenagers
Siapa bilang keadaan remaja itu serba abu-abu?
Andrew Pirce sungguh sangat membenci ayahnya karena perlakuan kasarnya kepada dia dan adiknya, juga kepada ibunya yang membuat Andrew bertanya-tanya kenapa Ruth, ibunya tak pernah sedikitpun berniat meninggalkan laki-laki tersebut. Dan sungguh brilian saat rowling memilih Andrew sebagai pembuka kunci kekacauan di Pagford. Rencana anak itu menjegal ayahnya dari pencalonan anggota dewan, dengan meretas sistem situs tentunya, ia tak sadar jika telah membangunkan Pagford yang damai.
Tindakan Andrew ternyata diikuti oleh Sukhvinder Jawanda, putri dari Parminder dan Vikram Jawanda. Ia sering diejek oleh Fats sebagai mahluk hemaphrodit, manusia berbulu, monyet dll. Ia menjadi pendiam karena kondisi fisiknya dan juga ia menderita dyslexia. Ia menjadi satu-satunya keluarga Jawanda yang nilai pelajarannya menakutkan. Tidak seperti kakak dan adik laki-lakinya yang pintar. Ibunya sering meremehkan Sukhvinder di depan orang lain, hal ini membuat Sukhvinder semakin terpuruk. Dan ia memiliki kebiasaan menyakiti dirinya dengan silet. Sook menulis tentang perasaan ibunya yang sebenarnya kepada Mr. Fairbrother, jika ibunya mencintai laki-laki yang sekaligus kawannya tersebut.
Fats Wall, seorang remaja Bengal dan popular di sekolah karena kepiawainannya melucu-meskipun seringnya melucu dnegan meniru tinglah laku ayahnya. Ia merasa memiliki keterikatan dengan Andrew, dan mereka selalu bersama-sama sejak usia mereka 4 tahun. Fats adalah gambaran remaja jaman sekarang. Hobinya merokok, nonton porno dan having seks. Ia merayu Krystal Weed dan mengencani gadis itu, Krystal yang gampangan (mendapat julukan pelacur karena ini)) awalnya tidak menyangka jika Fats mengajaknya berkencan. Hingga akhirnya ia melakukannya bersama Fats dan berencana memiliki anak dengan putra wakil kepala sekolahnya. Fats sadar betul orang tuanya takkan setuju dengan kisah cinta mereka. Krystal berasal dari Fields. Ia tumbuh dilingkungan pecandu. Ibunya, Terry Weedon, seorang pecandu, dan Krystal tak tahu siapa ayahnya. Di dunia ini yang ia sayang hanya Nana Cath (nenek buyutnya), adiknya Robbie yang masih berusia 3,5 tahun dan Mr. Fairbrother yang begitu baik padanya.
Gaia Bawden. Remaja enam belas tahun yang digambarkan sebagai gadis cantik di seluruh Pagford oleh Andrew Pirce. Putri dari Kay Bawden, seorang pekerja sosial yang menangani kasus Krystal. Ia sangat membenci keputusan ibunya pindah ke Pagford hanya karena permintaan pacar ibunya-Gavin-yang akhirnya mencampakan ibunya dan mengaku jatuh cinta pada janda Fairbrother, Marry.

Si kembar Fairbrother, Niamh dan Sinobh, teman seangkatan Andrew, Fats, dan Gaia mereka menjadi lebih tertutup setelah ayahnya meninggal setelah sebelumnya bergabung bersama Krystal dan Sukvindher di klub dayung St. Thomas.

Betapa Rowling telah menciptakan konflik yang brilian. Setting tempatnya yang masih sangat inggris membuat imajinasi saya berkeliaran, memaksa berkeliling kota London kemudian bergerak mencapai Yarvil, Fields dan Pagford. Saya juga suka tiap adegan di Cooper Kettle, cafe baru hasil kerjasama Howard dan Maureen. Saya jadi tertarik untuk duduk di salah satu mejanya sambil meneguk secangkir machiatto dan mengamati kehidupan Pagford.

Dalam akhir kisah buku ini, Rowling memberikan ending yang menceritakan semua akhir dari setiap tokohnya dengan porsi yang pas.
Barry Fairbrother, meninggal. Terkubur bersama jasadnya di bawah tanah. Dimakan belatung dan mahluk mikro lainnya.
Marry Fairbrother, menjadi janda dengan empat anak yang masih remaja. Fergus (18 tahun), si kembar Niamb dan Sinobh, dan si bungsu Declan. Ia memilih pindah ke Liverpool bersama saudara-saudaranya. Sebenarnya ia membenci Pagford, Field, dan Krystal karena menurutnya suaminya meninggal gara-gara terlalu berlebihan dalam membela gadis itu dan tempat tinggal kumuhnya.
Howard Mollison, terkena serangan jantung. Ia menemukan pesan di website dewan yang menyebutkan jika ia berselingkuh dengan Maureen Lowe, rekan bisnisnya selama bertahun-tahun.
Shirley Mollison, istri Howard, harus mengecam pil pahit jika ia telah dikhianati oleh suaminya. Ia yakin jika Howard dan Maureen berhubungan di belakang mereka.
Miles Moliison, meskipun senang karena telah memenangkan pemilu, ia harus menerima kondisi Howard yang akhirnya hanya bisa berbaring di ranjang RSU South West. Dan satu lagi kenyataan, jika istrinya, Samantha mencium Andrew Pirce di pesta ulang tahun ke 65 ayahnya.
Samantha Mollison, sangat membenci kehidupan di Pagford. Ia ingin keliling dunia bersama suaminya. Ia memiliki keanehan, yaitu menyukai lak-laki yang lebih muda dari dirinya. Ia bahkan berani mencium Andrew, anak seusia putri sulungnya, di depan suaminya sendiri. Ia berakhir dengan berusaha mencintai suaminya untuk menebus semua kesalahannya.
Collin Wall, meskipun awalnya malu dengan penyakit yang dideritanya ia berusaha bangkit setelah merasa bersalah dengan apa yang telah dilakukan Fats.
Tessa Wall, Ia selalu berusaha menjadi istri dan ibu yang baik bagi suami dan anakya. Dan sampai di akhir cerita ia tetap melakukannya.
Andrew Pirce, belum bisa mendapatkan cinta Gaia Bawden. Namun rencana kepindahannya ke Reading bersama keluarganya membuat ia kembali bersemangat karena Gaia juga mengundangnya mampir di rumahnya di London.
Fats Wall, berakhir tragis. Ia terpukul dengan kematian Krystal dan Robbie. Saat Robbie meninggal, ia dan Krystal tengah melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan dan meninggalkan Robbie sendirian dan terseret arus. Seluruh kota mengutuk perbuatannya.
Krystal Weedon, ia akhirnya meninggal setelah keputus-asaanya mengetahui jika Robbie, adik tersayangnya meninggal karena ulahnya sendiri. Ia meninggal dengan menyuntikan narkoba ke tubuhnya sebanyak yang ia bisa.
Sukhvinder Jawanda, merasa lebih baik dari sebelumnya karena ibunya tahu apa yang telah ia lakukan terhadap dirinya. Sook juga mendapat banyak pujian karena berusaha menolong Robbie saat anak itu tenggelam, meskipun tidak bisa terselamatkan. Parminder dan Virkam tidak lagi menyebut Sukhvinder sebagai anak yang payah.
Gavin, mengatakan cintanya kepada Mary, namun di tolak. Ia berusaha memperbaiki hubungan dengan mantannya, Kay, namun wanita itu menendangnya jauh-jauh karena merasa dikhianati.
Kay Bawden dan Gaia Bawden, rencananya mereka akan segera keluar Pagford.
Kini, Pagford kembali memberikan nuansa kelam, di hari dimana Krystal dan Robbie Weedon dimakamkan, dengan iringan lagu terakhir, lagu favorit Barry dan Krystal.

Good girl gone bad…
Take there…
Action.
No Clouds in my stroms…
Let it Rain, I’m hydroplane into fame…
Comin’ down with the Dow Jones…

Dan berakhirlah 593 halaman The Casual Vacancy yang saya baca selama dua hari. Rasanya lega jika selesai menuntaskan satu buku. Saya semakin kagum dengan Rowling. Buku ini benar-benar memberikan unsure tragis sekaligus komedi di dalamnya. Dan Rowling masih memberikan ruang hatinya untuk tokoh-tokoh remaja di buku ini.
Ia piawai menggambarkan kenakalan remaja saat ini. Dunia internet yang semakin berbahaya (karena bisa mengakses situs porno kapanpun mereka mau). Seks di kalangan remaja yang memprihatinkan. Bagi saya, buku ini seperti berkata kepada saya, jika politik itu sunggu sangat rentan dengan aksi tipu-tipu dan saling menjegal. Dan kenakalan remaja adalah akibat dari orang tua yan kurang benar mendidik anak-anaknya.
Saya jadi bergidik ngeri, sebegitunya-kah kehidupan remaja di Eropa-atau Amerika sana? Bersyukur, karena saya masih tinggal di kota kecil nan nyaman di Jawa Tengah.

Setelah The Casual Vacancy, sepertinya the Cuckoo’s Calling memanggil saya untuk segera membawanya dari toko buku😀

tante rowlingnaisss book tante Rowling!

Penulis:

Sedang mencari kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s