Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Cerita Praktik: Serunya bermain dan belajar bersama anak TK

Saya lagi pengin curhat. Ceritanya nih saya baru aja kelar praktik klinik stase keperawatan komprehensif. Jadi, ceritanya dari tanggal 9 Maret-18 April kemarin saya praktik keperawatan di komunitas sekolah yaitu di Taman Kanak-Kanak. Whaaat? Ngapain perawat di TK? Hihi, pasti pada bertanya-tanya yaa? (tsahh pede banget banyak yang tanya).

Oke, pertama saya cerita tentang kelompok dulu ya. Jadi, praktik kemarin saya tergabung dalam sebuah kelompok yang orang-orangnya asik gila! Satu kelompok ada sebelas orang (banyak ye!). dan semuanya cewek-cewek lagi! Duh, bener ya mahasiswa keperawatan emang didominasi oleh kaum hawa. Yuhuuu~

Kami mendapat amanah untuk melaksanakan tugas di TK Mekar Sari kecamatan Tembalang. Masih deket sih sama kosan ya, Alhamdulillah ya nggak usah cari-cari kosan baru lagi macam praktik klinik di luar kota. Jadwal praktik kita mengikuti jadwal belajar mengajar TK yaitu dari hari senin-sabtu dengan jam masuk yaitu jam 7. Wow! Keren nggak? Kita disini berasa jadi guru.

Awal kedatangan kami, anak-anak pada malu-malu kucing gitu. Ada juga sih beberapa yang hiperaktif, sok kenal sok dekat. Yah, namanya juga anak-anak. Hari pertama mengabdikan diri kita mendapat julukan: Mbak mbak Cherrybelle sama anak-anak. Soalnya kita cewek-cewek semua dan pakaian kita sama yaitu pakai rok item dan kerudung putih plus jaket almamater. Duh, jadi pengin konser kan?hehehe

Terus, ngapain sih perawat pakai praktik di TK segala? Jadi, tujuan kita praktik di komunitas sekolah yaitu untuk mengubah perilaku anak-anak yang kurang sehat menjadi berperilaku sehat. Selama kurang lebih 6 minggu kita mencari masalah apa sih yang ada di sekolah terkait kesehatan? Misalkan nih, pengetahuan anak tentang 7 langkah cuci tangan yang masih kurang, karies gigi, atau perilaku buang sampah sembarangan yang sering dilakukan anak-anak. Disitu kita berperan untuk memberikan pendidikan kesehatan yang bertujuan mengubah perilaku anak-anak. Agar mereka belajar PHBS yaitu perilaku hidup bersih dan sehat sedini mungkin.

Seru banget deh! Anak-anak itu nggak bikin bosen. Kelamaan praktik di TK, saya malah pengin jadi guru loh. Seru kayaknya tiap hari melihat anak-anak yang aktif dan kreatif. Suka ketawa juga melihat tingkah polah mereka yang polos dan jujur. Sampai saat ini saya suka kangen sama anak-anak yang sering manggil-manggil kalau saya baru sampai pintu gerbang. “Mbaa Destiiii,” teriak mereka. Tuh kan, saya jadi kangen sama krucil-krucil nan ngegemesin ini.

Terima kasih adik-adik, terima kasih ibu guru, terima kasih TK Mekar Sari untuk 6 minggu yang penuh warna. Semoga adik-adik disana tumbuh sehat dan pintar 😀

IMG_20150325_093600mereka ngeliatin saya sampai segitunya ya. hihii

IMG_20150324_090639wayang Upin Ipin dkk untuk menumbuhkan minat sikat gigi

IMG_20150328_153046salah satu media untuk mengenalkan contoh buah dan sayur 🙂 handmade loh kita buat sendiri dari tepung jadi inshaa Allah aman kalau nggak sengaja ketelen sama anak-anak

Iklan
Diposkan pada Cerita Pendek

Lamaran (Cerpen)

tumblr_nj1buw0me61sz6g6zo1_500

“Sudah?” Laki-laki di depanku bertanya. Aku menggeleng cepat. Sedikit kesal, kurapikan kembali kertas-kertas hasil perjuanganku selama satu bulan.

“Sini aku bantu,” laki-laki itu menggeser duduknya. Berpindah dari kursi ke lantai. Duduk berhadapan denganku. Sebenarnya aku ingin menolak. Aku tak cukup bisa untuk bersikap biasa saja jika ia repot membantuku seperti ini.

“Ini gimana ya? Maksudnya aku harus menyusunnya seperti apa?” tanyanya.

“Susun seperti ini Mas,” aku memberinya contoh satu bendel laporanku.

“Ibumu kemarin telepon,”

“Telepon Mas Aji? Ngapain?”

“Biasa lah, nanyain kamu. Katanya akhir-akhir ini kamu suka lama balas smsnya dan jarang telepon ke rumah. Ibu tanya sebenarnya kamu sibuk apa,”

Duh, apa-apaan coba ibu ini, kenapa pakai acara telepon Mas Aji, kan sudah aku bilang kalau seminggu ini aku sibuk menyusun laporan kuliah kerja lapanganku.

“Maaf ya Mas,” entahlah, kenapa tiba-tiba aku meminta maaf pada laki-laki ini. Memangnya aku salah apa? Dan aku pasti tahu ia akan bertanya balik kepadaku.

“Maaf untuk apa?”

Nah kan, tepat sekali. Sekarang aku harus pandai-pandai menyusun kata.

“Membuat Mas Aji repot karena harus mengangkat telepon ibu,”

“Lintang, kamu berlebihan,” katanya.

***

“Lintang bisa keluar sebentar?” suara laki-laki itu di seberang telepon.

“Keluar?” jawabku bingung. Bagaimana tidak? Ini masih pukul 6 pagi, hari minggu pula. Aku harus keluar kemana?

“Aku di depan kos kamu, keluar sebentar ya?”

Aku meloncat dari tempat tidurku. Hei? Kenapa pula laki-laki ini sudah ada di depan kos pagi-pagi begini? Kemarin dia bilang, hari ini akan ke Jogja untuk urusan Rumah Sakit atau apapun itu aku tak begitu ingin tahu.

Aku mengenakan jilbab meran marun, rok panjang dan jaket.

Laki-laki itu sudah berdiri di depan mobilnya. Pakaiannya? Tentu saja rapi.

“Ada apa mas?” tanyaku.

Laki-laki itu tersenyum.

“Ini, kubawakan bubur ayam kesukaanmu,”

Aku terdiam. Bingung.

“Kaget ya? Tadi aku tiba-tiba ingat kemarin kamu bilang ingin sarapan sama bubur ayam, ya sudah aku bawakan ini untukmu,”

Sepertinya aku terlalu lama membiarkan bubur ayam itu menggantung antara diberikan dan diterima.

“Tak seharusnya Mas Aji repot-repot begini Mas, aku kan bisa beli sendiri nanti,” jawabku seraya menerima bubur ayam itu.

“Aku nggak merasa repot. Sudah ya, aku harus segera berangkat ke Jogja,”

Aku mengangguk. Masih saja diam. Aku bahkan tak sempat bilang ‘terimakasih’.

***

Lanjutkan membaca “Lamaran (Cerpen)”

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Semoga dilancarkan~

Halo, malam ini saya sedang galau. Kenapa gitu? Bukan, bukan karena ini malam minggu kok. Saya Cuma galau karena besok sudah hari minggu, dan besoknya lagi senin, dan besoknya itu selasa. Nah, saya sedang tidak begitu nyaman menghadapi hari selasa.

Kenapa?

Yups, di hari selasa tanggal 14 April 2015 saya akan seminar proposal skripsi. Dag dig dug rasanya~ macam akan menghadapi suasana maha penting dalam kehidupan permahasiswaan saya.Ya, memang penting sih. Ini adalah momen yang sungguh sakral.

Saya mohon doa ya teman-teman semua. Semoga seminar proposal skripsi saya dilancarkan, cepet seminar hasil dan wisuda (lho kok, sempro aja belum udah ngomongin wisuda hehe, nggak apa-apa ya, kan visioner).

Oke, malam ini cukup sekian dan terimakasih.

Diposkan pada Cerita Sehari-hari

10 Pose Pilihan di Post Wedding Kamu Nanti

Bagus ih..bisa banget buat referensi hehe. Kan kalau post wedding berarti udah halal 🙂

Wedding Blog Dee

Pre wedding itu udah nggak jaman lagi temans. Yang lagi in dan pastinya halal dan berkah ya post wedding lah ya hehe.

Saya rangkum beberapa pose hasil surfing di google, untuk diabadikan di saat post wedding photo shoot kamu. Well, menurut saya pose-pose di bawah ini cukup menarik, nggak terlalu intimate tapi tetap manis dan romantis.

Check this out:

1. Family Pose

Foto bersama kerabat dekat di saat post wedding akan sangat menyenangkan. Karena pernikahan nggak hanya milik berdua kan? tapi juga menyatukan dua keluarga. Berbagi momen bersama orang-orang tercinta pasti seru banget. Seperti foto di bawah ini.

img_99482. Prayer Pose

Foto sedang berdoa, atau sholat, atau yang berkesan religius bagi saya patut dicoba. Selain menunjukkan cinta pada manusia, post wedding dengan pose berdoa atau beribadah juga menunjukkan kesyukuran pada Allah swt. Dan itu manisss banget.

large

3. Cinderella Pose

Yups, pose memakaikan sepatu pada istri ala-ala pangeran yang sedang memakaikan…

Lihat pos aslinya 381 kata lagi

Diposkan pada Cerita Buku, Cerita Sehari-hari

Buku Baru yang Berbahaya

Malam ini saya libur ngetik skripsi, jadinya saya nulis disini. Habis pusing sih dari dulu skripsi nggak kelar-kelar, revisiiiii terus.

Oke, ceritanya nih, hari Sabtu tanggal 4 April 2015 saya jalan-jalan ke Semarang Book Fair. Ngapain? Mau belanja kangkung, bukan ih, mau cari buku bagus tapi murah! Saya berangkat bareng temen-temen, ada Fitriya, Niken sama Nafisah. Berangkat dari kos selepas ashar, nyampe sana masih ashar juga, kan ashar waktunya sampai sebelum maghrib, hehe *mulai ngawur nih*

Saya sepakat sama Niken buat jalan bareng, cari buku. Fitriya jalan sama Nafisah. Kita couple-an gitu untuk memperingati sabtu malam, sebenernya mau menyembunyikan identitas jomblo kita sih haha. Padahal saya sih biasa aja tuh, mau jomblo mau enggak, yang penting saya mau cari buku murah!

Setelah muter-muter macam gasing, saya akhirnya nemu stand Gramedia. Mulai lah saya cari buku-buku yang sekiranya bagus. Dan taraaa! Saya mendapatkan bukunya Jerry Spinnely yang judulnya Stargirl. Pernah baca? Baca covernya minimal lah..hehe. Harganya murah banget loh, Cuma sepuluh ribu. Sebenernya saya nggak begitu suka Teenlit, tapi ini saya beli untuk memperingati 7 tahun pencarian saya atas novel Stargirl (Terakhir baca seri pertama kelas 3 SMP, di tahun 2008). Saya beli, meski nggak tahu saya mau baca apa nggak. Nanti lah dibahasnya, dibelakang…

Saya sama Niken muter lagi. Niken bilang mau beli buku islami. Alhamdulillah…akhirnya Niken terbuka pintu hatinya hehe. Dia beli buku tentang kisah sahabat nabi. Subhanallah…

Lanjutkan membaca “Buku Baru yang Berbahaya”