Diposkan pada Cerita Pendek

[Cerpen] : Orang Asing

bunga pengantin

“Jadi, dia?” Kak Salwa melirikku.

Aku tertunduk. Kuberanikan diri untuk menganggukan kepalaku juga.

“Cantik,”

Kak Salwa tersenyum menggodaku.”Seleramu bagus juga, dik,”

***

Sudah seminggu sejak aku mengenalkan Rayya kepada kak Salwa. Ya, meskipun itu adalah perkenalan yang ilegal. Aku mengenalkan gadis itu saat kak Salwa mengisi kajian di fakultasku. Selain sibuk menjadi dosen di fakultas Psikologi, kakaku juga aktif sharing ilmu kepada kelompok-kelompok kajian di kampus.

“Assalamualaikum, kak, lagi sibuk ya?” aku masuk ke kamar kak Salwa. Kakak perempuanku satu-satunya itu menghentikan acara baca bukunya.

“Waalaikumsalam,cuma membaca ulang buku ini. ada apa? Tumben banget kamu nanyain kakak?” kak Salwa melepas kacamatanya. Sekarang ia benar-benar siap mendengar ceritaku.

“Kaak, aku bingung memulainya dari mana,” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Aku terlalu malu mengatakan ini semua.

Kulihat kak Salwa tersenyum lantas berjalan ke tumpukan koleksi buku-bukunya.

“Nih, kakak kasih pinjam ini. selesai baca ini kakak pengin tahu komentarmu,”

Aku menerima buku bersampul warna merah maroon itu dengan ragu-ragu. Di sampulnya tertulis, “Tentang Hujan dan Perasaan”. Lanjutkan membaca “[Cerpen] : Orang Asing”

Iklan