Diposkan pada Rumah Kata :)

Jenuh

Hanya jika aku bisa lari, aku pasti akan pergi.

Hanya jika aku bisa bermimpi, aku akan hilang

Tapi…

Ku ini bukan pengecut (atau aku tak ingin menjadi pengecut)

Lari hanya akan membuat kaki-kakiku mati

Hilang hanya akan membuat keberaniaku terbang

Aku ingin mengaduh

Jenuh

Namun,

dengan segala peluh yang sudah terbasuh. masih pantaskah untuk mengeluh?

Iklan
Diposkan pada Cerita Sehari-hari

8/10. Sebentar lagi selesai

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Bersama kader kesehatan RW X saat Praktik Keperawatan Komunitas

Menjalani sisa-sisa akhir semester memang susah-susah gampang. Hampir 5 tahun saya mencoba mengakrabi kota Semarang dan segala ‘complicated’nya. Rasa jenuh, bosan, seringkali menghampiri. Di usia saya yang sekarang ini memang rentan sekali untuk ‘bergalau’ ria lantaran mulai banyak hal-hal yang harus dipikirkan.

Saat ini saya sedang menjalani pendidikan profesi ners demi mengejar cita-cita saya menjadi seorang perawat profesional (ciyeee >,<). Di saat teman-teman seangkatan sudah mulai melamar kerja (dan dilamar pacar-pacar mereka), saya masih harus berkutat dengan perkuliahan, praktik klinik, tugas akhir khas mahasiswa, balada anak kosan, dan lain-lainnya. Alhamdulillahnya,  saya sudah melalui 8 bulan masa pendidikan profesi ini dengan  lancar tanpa halangan yang berarti. Berarti kira-kira 3 bulan lagi menuju bebas tugas sebagai mahasiswa (sebelum jadi mahasiswa lagi untuk program magister, Aamiiin yaa Rabb).

Pendidikan profesi ners ini saya mulai dari tanggal 31 Agustus 2015, tepat 4 minggu setelah lebaran dan yudisium wisuda akademik. Saat itu rasanya malas sekali untuk mengikuti program profesi ners. Saya pengennya langsung S2 atau ngelamar kerja di kantor kantor gitu. Saya mendapat kabar dari kakak tingkat jikalau banyak yang gugur selama menjalani profesi karena tidak tahan dengen serangan tugas yang bertubi-tubi dari bapak dan ibu dosen. Hiii…awalnya saya bergidik ngeri. Semoga saja ya nggak tumbang di tengah jalan. Disaat kebimbangan itu muncul saya banyak merenung, mulai flshback tentang alasan kenapa dulu pengin kuliah di jurusan keperawatan? Kenapa pengin menjadi perawat? Saya banyak mikir dan mikir. Jadi inget perjuangan selepas UN SMA dulu. Merelakan tak pulang kampung demi ikut les di salah satu bimbingan belajar agar bisa tembus SNMPTN. Dan semua jurusan yang saya pilih adalah keperawatan. See? Saya nggak punya alasan lain lagi untuk menggugurkan cita-cita saya. Apalagi ditambah motivasi dari orang tua dan keluarga. Ibu adalah pemeran utama dalam hal supporting system. Saya tipe anak yang patuh sama orang tua sih hehe (terutama ibu) entah kenapa apa yang dibilang ibu selalu saja benar. Akhirnya saya mendaftar menjadi salah satu mahasiswa profesi ners bersama 50 mahasiswa keperawatan undip lainnya.

Selama pendidikan profesi ners ada sekitar 10 stase yang harus dilalui. Dan urutan stase yang harus dilalui kelompok saya adalah stase manajemen keperawatan, komunitas dan keluarga, maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat, keperawatan anak, keperawatan medikal bedah, peminatan (saya memilih di hemodialisa) dan komprehensif. Banyak ya! Hehe. Dan entah beruntung atau tidak 3 stase terakhir yang menjadi jatah kelompok saya (diluar peminatan dan kompre) adalah stase-stase yang paling wow! Ibaratnya nih di awal stasenya santai tapi diakhir harus lari-lari demi tugas-tugas yang ada (3 stase terakhir full di Rumah Sakit dengan segala shiftnya yang terkadang membuat saya ingin menikah saja :p). yaaap, karena ngeshift di rumah sakit, mau nggak mau jadwal harus dishift, nggak bisa shift pagi terus (memangnya kepala ruang? :D). dan saya adalah tipe orang yang paling malas untuk shift malam! Oke, sedari praktik saat masih akademik dulu, shift malam memang menjadi sumber cemas tersendiri bagi saya. Meskipun sebenarnya kalau sudah dilalui shift malam itu enak loh, tapiiiii jam-jam menuju shift malamnya itu loh yang rasanya nano-nano banget! Fyuh~ apalagi kalau dapet shift malam di malam minggu. Duh ibu, rasanya pengin nangis gegoleran wkwkwk. Sedih tau, kalau berangkat shift pas malam minggu, ditengah banyak kaum muda pada jeng-jeng, nah saya nya harus bersiap menjadi kalong semalaman demi para pasien tercintah hihihi. Tak apalah, semoga ini menjadi salah satu amal ibadah tabungan di akhirat kelak (Aamiin yaa Rabb).

Dan saking tak sukanya dengan shift malam, untuk stase peminatan saya sampai cari cara agar nggak dapet shift malam hihii. Disamping saya ingin mendalami tentang hemodialisa, praktik di ruang HD Cuma dibagi dua shift yaitu shift pagi dan siang, yey! Semoga bisa mengurangi kegalauan ya! 😀

Okelah ini Cuma sekelumit curhatan saya terkait pendidikan profesi yang sedang saya jalani. Sebenernya saya pengiiiin banget cerita panjang lebar terkait pengalaman praktik yang perlahan bisa membuka mindset saya (Ya, banyak banget pengalaman mulai dari kondisi lapangan, kondisi pasien, hubungan dengan praktisi medis lain yang sejatinya benar-benar memberikan banyak pelajaran baru). Mungkin kapan-kapan saja yah, bhay-bhayyy….