Posted in Cerita Sehari-hari

Sebuah Perjalanan (2)

Menikmati akhir pekan dengan perjalanan lagi. Alhamdulillah masih diberi nikmat sehat dan waktu luang sehingga bisa jalan-jalan 😂 *ya elah bilang aja kalau emang nggak ada kerjaan.

Perjalanan dimulai hari Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB. Kali ini adalah perjalanan menuju barat. Istilahnya journey to the west haha (macam biksu Tong Sam Cong dan murid-muridnya yang legend itu). Alhamdulillah ya, kali ini perjalanan saya nggak sendiri, tapi ditemani my twin sistaa 😂😂😂. Asyique. Semacam nostalgia setahun yang lalu saat itu saya masih pendidikan profesi. Curi-curi waktu libur, langsung cuss main ke tempat kakak di Jakarta 😁 waktu itu bahagiaaaa bangeeeet bisa keluar bentar dari rutinitas kos-rumah sakit-kampus yang sungguh sesuatu sekali *back sound lagu Syahrini.

Masuk Brebes, kami memilih lewat tol Cipali sekalian mencoba jalan tol baru yang ngehits saat lebaran kemarin wkwkwk. Hujan menyambut tepat di kilometer 20. Bener-bener deres banget hujannya. Jarak pandang kurang dari 1 meter. Serem deh pokoknya. Maghrib, kita menepi dan shalat di kawasan rest area di Majalengka. Setelah itu melaju lancar menuju kota Jakarta.

 Sampai di Jakarta sudah pukul sepuluh malam. Alhamdulillah nggak macet (padahal udah masuk weekend). Masuk Jakarta hujan juga sudah mulai reda. Padahal kalau nengok di portal berita, kabarnya ada beberapa kawasan Jakarta yang banjir ya😦

Setelah istirahat beberapa jam, Sabtu pagi ini beberes rumah kakak karena baru pindahan dari Jakarta ke Depok. Bareng mbak ipar juga. Suasana rumah yang sekarang beda banget sama pas masih kontrakan di daerah Utan Kayu, Jakarta. Disini suasana masih setengah kampung hehehe asri dan nggak panas. Coba dulu pas masih di Jakarta, kipas angin muter 24 jam. Panasnya Mashaa Allah..rumah juga dempet-dempetan tapi nggak sailing kenal. Cuktaw deh hidup jadi orang kota 😩😩😩

Pagi tadi kami masak. Saya dan mbak ipar belanja dulu di warung komplek perumahan. Saya menyebutkan beberapa macam sayur yang dibutuhkan. Eh tapi si ibuk penjual sayur tertawa mendengar logat saya dan langsung nebak kalau saya pasti dari Jawa. Hahaha. Logat asal memang susah hilang. Hmm..

Dan taraaaa

Pagi ini mendhoan khas Banyumas terhidang di sebuah ruang tamu di Depok. *maap lupa ngecapture yes~terlalu asyik makan hahaha*

Kemudian my twin sista berbisik.

“Kayaknya aku lebih betah tinggal di rumah deh.nggak ada bakat untuk merantau,”

Aku terbahak. Belum juga sehari dia sudah kangen rumah. Payah 😁😁😁

Ya begitulah, perjalanan kali ini pun rasanya beda dengan setahun yang lalu meski orang yang dituju adalah orang yang sama. Karena apa? Mungkin karena perjalanan dulu itu status saya masih mahasiswa. Kalau sekarang? Status yang masih abu-abu hahahak

“Udah, kalau mau cari kerja disini banyak rumah sakit, tinggal masukin lamaran, doa biar diterima,”

Saya hanya bisa diam. Ya, entahlah kelak dimana rejeki saya akan berujung. Semoga saya bahagia 😄 saat ini sih masih menikmati everyday is a holiday yang semu ini. Sambil mengambil kesempatan sebanyak-banyaknya untuk melakukan perjalanan. Karena saya yakin dari sebuah perjalanan saya bisa mendapat pemahaman dan pandangan yang baru. Ya nggak? 

Dan siapa tau di sebuah perjalanan yang saya temui nanti, saya bisa ketemu kamu.

Iya kamu.

Eh bukan, yang di sebelahmu itu. 

Please jangan tersipu.

🙆🙆🙆

Btw, selamaaat akhir pekaaaan!

Penulis:

Sedang mencari kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s