Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Just doing nothing

Taraaa! Sabtu ngeblog akhirnya terwujud juga. Seharian ini entah kenapa saya hanya pengin leyeh-leyeh. Doing nothing. Tadi pagi memang sempet nyuci baju (dan ternyata mendung hiks), sarapan kemudian mandi dan kembali lagi ke kasur. Males banget nggak sih? Ini anak cewek kok gini banget yhaaa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ berhubung saudara kembar saya kalau sabtu masih ngajar, Bapak dan ibu pun sama akhirnya saya sendirian di rumah hanya ditemani sama mbak As (Itu namanya nggak sendirian keleus).

Oke, awalnya hari ini saya niat berkutat di dapur untuk mempraktekan resep yang sudah dari jaman baheula saya download dari yucub. Yap, saya pengin banget nyobain resep oreo goreng. Di video sih kayaknya gampang banget tuh. Tinggal aduk2 adonan, masukin Oreo ke adonan dan goreng. Jadi tuh si Oreo gorengnya. Tapi sayang sekali menyantap oreo goreng yang sepertinya nikmat masih hanya sebatas angan-angan. Wkwkw. Lagi males banget ngapa ngapain. 

Bosan geguleran di kasur akhirnya saya buka-buka file film di leptop mbak kembar. Dan saya memutuskan untuk rewatch Zootopia. Ini keempat kalinya saya rewatch Zootopia dan nggak pernah bosen. I think Judy Hoops and Nick Wilde adalah pasangan paling cute. Suara Shakira sebagai pengisi suara Gazelle (unicorn popstar-nya Zootopia) juga favorite. Theme song-nya keren. Ngingetin sama theme song piala dunia tahun 2011 yang dinyanyiin sama Shakira yang Waka-waka itu loh. Bagus kan? 😁😁😁

Saya juga rewatch film The Croods. Masih film animasi juga, karena saya memang suka film animasi. Feel komedinya lebih dapet. Cucok banget untuk membuang lelah #hadeuh *buang lelah mah tidur wkwk.

Omong-omong soal film, weekend kemarin saya habis nonton bareng mbak kembar. Di bioskop baru Purwokerto, CGV cinema di lantai 5 Rita Supermall yang baru buka itu. First impression? Mayan bagus laaah. Lebih mending dari bioskop tetangga heu. Kami memilih untuk nonton fim Danur. Film horor yang di adaptasi dari novel penyanyi indie cantik Risa Sarasvati (itu loh vokalisnya band indie Sarasvati). Awalnya saya galau tuh mau nonton Beauty and the Beast atau Danur. Karena secara dua film ini lagi hype banget. Setelah mencocokan jadwal jam tayang dan plan kami akhirnya kami memutuskan untuk nonton film Danur (Beauty and the Beast tayang jam 3 sore) sedangkan kami  nyampe di mall jam 10 pagi. Jadinya nonton Danur aja lah yang tayangnya jam 10.30 hehhe. Biar nggak kelamaan nunggu. Diluar dugaan yang ngantri beli ticket banyak bangettt. Saya kira jam 10.30 itu masih pagi looh. Eeeh datang serombongan anak SMP pada ngeborong Danur dan parahnya saya memilih tempat duduk di dekat mereka. Kebayang nggak sih ramainya? Sepanjang film anak-anak abege itu (almost semuanya cewek) jejeritan nggak jelas. Omaigad! Beneran deh saya salah seat #tepukdahi.

Terus gimana filmnya? Danur, hmm menurut saya sih nggak serem-serem amat yak. Tiga hantu Belanda yang diceritakan sebagai sahabatnya Risa jauh dari kata serem, malahan cute! Ehehee. Saya cuma agak merinding disco saat adegan Shareefa Danish memerankan mbak Kunti. Pokoknya she’s the best ever untuk memerankan tokoh hantu yang clueless, yang suka menatap kosong diam gitu. Beneran deh, menurut saya scene Shareefa jadi mbak Kunti ini serem banget. Meski lebih sereman saat Shareefa akting jadi psiko di Rumah Dara sih. 

Saya sudah pernah menikmati Danur versi buku. Jadi saat menikmati filmnya sebenernya agak kecewa karena  saya mengira akan lebih banyak cerita tentang Peter, Hans, atau William. Tetapi malah lebih banyak membahas mbak Kunti bernama Asih yang diperankan Shareefa. Ya sudahlah namanya juga film, media yang notabene berbeda dari buku. Ya kan? 

Kelar nonton, saya dan mbak kembar pun cuss keliling kota purwokerto untuk wisata kuliner πŸ˜ƒ 

Ini cerita weekend kemarin ya, kalau weekend ini? Kan sudah saya bilang tadi, today I’ll do nothing. Just leyeh leyeh di kasur sambil update blog πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Iklan

Penulis:

Kimi no nawa~

14 tanggapan untuk “Just doing nothing

  1. Wah itu hari sabtu saya, yang kencan bareng kasurnya jadi lebih lama! HAHAHA…
    Kalau sudah pernah baca buku kemudian nonton film adaptasinya, kemungkinan besar pasti kecewa mbak. Wajar bila kecewa. Sulit untuk merangkum beberapa ratus halaman ke dalam film berdurasi kurang dari 3 jam sehingga memang harus pintar meringkas. Belum lagi alam imajinasi buku yang teramat luas yang beberapa tak mungkin diwujudkan dalam dunia nyata. Akhirnya ada banyak penyesuaian bagi film di sana-sini yang membuatnya bisa berbeda dengan buku. Masalahnya, pemikiran “lho kok, di buku kan nggak gini” saat nonton filmnya emang bisa bikin galau huhu. Jadi daripada baca bkunya dulu, saya lebih milih nonton filmnya biar nggak terlalu kecewa haha

    Disukai oleh 1 orang

    1. Duh Del tapi kalau sudah baca bukunya terus tau tuh buku mau dibikin film rasa penasarannya berlipat ganda loooh πŸ˜‚πŸ˜‚ tapiii emang seharusnya ndak boleh tuh ngebandingin cerita novel dan cerita film. Pasti adaaa aja yg beda ehehehe bulan depan udah ada list film wajib nonton lg nih, adaptasi dari novel juga. Dan semoga eksekusinya memuaskan πŸ˜„

      Disukai oleh 1 orang

    1. Filmnya sih menurutku nggak buruk2 amat mbak. Dalam versi film horor yg kebanyakan ‘gitu’ ya mbak *you know what I mean ya mbak πŸ˜ƒ cuma bagi yang sudah pernah baca bukunya terus nonton filmnya rada rada kuciwa sih. Feel seremnya lebih dapet di bukunya. Kalau di film seremnya cuma pas adegan mbak kunti aja menurutku.hehe. mungkin efek aku nonton deket anak-anak abegeh yang pada brisik nggak jelas kali yak

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s