Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Random Chat

“Des, BBM kamu nggak aktif ya? Kok aku bbm pending terus,” sebuah pesan baru masuk ke whatsappku. Rupanya kamu. Sepagi ini sudah riuh menanyakan perihal offnya BBMku.

“Iya, emang rada error tuh BBM, kalau mau cepet aku respons ya lewat wa aja. Emang napa sih mbak?” 

“Aku kirim sesuatu, tapi karena bbm kamu error, ya sudah aku kirim lewat pesan ini saja ya?”

Sebuah gambar.

Undangan.

Dua huruf pertama namamu dan namanya. Lantas aku heboh sendiri.

Dear, my bestfriend berinisial RN. Finally, you find him.

…typing….

“Mbak,” tulisku padanya. Meski usia dia lebih muda dariku, entahlah aku selalu merasa aku wajib memanggilnya ‘mbak’. Haha. Aneh ya.

“Mbak…how can you finally know that he’s the right one?”

…typing….

Dia mengetik ini, “Entahlah Des, aku ngerasa mantep aja,”

“Mantepnya gimana mbak? Jelasin dong yang detail,”

“Mantep ya mantep lah, nggak perlu dijelaskan dengan banyak kata maupun tulisan. Nanti juga kamu ngerasain kok,”

Aku tertawa. Tapi nggak mungkin juga dia dengar. Aku dimana, dia dimana.

“Makanya….kalau udah nemu yang mantep, cepet nyusul ya,”

“Doakan saja mbak, he he,”

“Pasti,”

Kemantapan. Yup. Ini memang hal yang katanya sangat penting dalam sebuah hubungan. Mantap mau dilanjutkan ke hubungan yang lebih serius atau tidak. Kata orang sih, misal sudah jodoh gitu, ada rasa kemantapan sendiri bahwa “he’s the right one”. Ini dia orangnya. Teman masa depan yang kelak akan berbagi suka dan duka.

Minggu depan, sahabatku ini akan mengakhiri masa lajangnya. Ia akan meniti kehidupan rumah tangganya. Ia akan menjadi seorang istri. Dan kelak akan menjadi ibu dari anak-anaknya.

Mbak..padahal dulu kita sering menggalau bersama tentang masalah nikah menikah ini ya…pulang dines pagi di Moewardi, beli cilok atau dawet terus kita cerita ini dan itu. Ngalor ngidul sampai cilok tinggal plastiknya dan gelas dawet kita sudah tandas semua. Haha. Terus aku tanya-tanya tentang taaruf. Kamu jelasin sebisa kamu. Mbak, kamu yang suka ngajak aku datang kajian meski lagi di kota orang. Katanya, seperti tubuh kita, hati juga butuh asupan. Dan mendatangi kajian adalah salah satu suplemen untuk ruhani kita. Kamu tahu mbak, selepas kuliah aku merindukan masjid kampus. Aku rindu suasana halaqohnya yang menentramkan jiwa. Dulu sempat kita satu liqo kan? Tapi cuma satu semester ya mbak. Habis itu aku punya kelompok liqo baru. Ah, semua itu hanya tinggal kenangan.

Mbak, banyak yang bilang kamu pendiam. Tapi bagiku enggak. Kamu cerewet kok. Hanya saja dengan orang baru kamu sedikit menjaga jarak. Sama seperti aku. 

By the way, aku ikut seneng mbak. Akhirnya kamu akan menggenapkan separuh agamamu :’) sekali lagi selamat ya mbak! Kamu keren! Doakan lah diriku cepet menyusul dirimu. Wkwkwk. Eh, doakan dulu saja mbak, temenmu ini dikurang-kurangi lah galaunya. Biar nggak ngomongin nikah mulu. Biar dia fokus dulu lah sama kerjaannya. Urusan cowok bisa nanti.

“Eh nanti? Seriusan? Tahun ini usiamu berapa? Kamu mau nikah kapaaaan heh??” *suara hati seseorang menjerit-jerit kehilangan nada*

Kemudian hening.

Ada rasa panas disela-sela jari jemari.

Dan aku baru ingat, tadi makan lele penyet sambel bawang lupa belum cuci tangan pakai sabun. Wk.

Iklan

Penulis:

Kimi no nawa~

24 tanggapan untuk “Random Chat

    1. 500 days of summer yaaa? Nyesek nonton ini, sebenernya kasihan sama Tom karena Summer tega banget ninggalin dia. Tapi emang apadaya ya, Summer mantepnya sama orang lain sih…hehe

      Suka

  1. ditilik dari beberapa kata yang dicantumkan, bisa jadi dulu simpatisan atau malah ikut jadi anggota atau pengurus KAMMI. kalo salah tebak jangan di omelin ya. πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s