Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Lebaran atau Lebar-an?

Hello!

Welcome back to my #acakacakan blog ๐Ÿ˜‚ gimana kabar perut? Semakin membuncit kah? Gimana kadar LDL, HDL, Kolesterol? Masih aman kah? Hahaha meski lebaran makanan melimpah ruah, please jangan kalap ya teman-teman. Kasian tuh perut kaget ๐Ÿ˜… ini lebaran bukan lebar-an? *nengok lingkar perut sendiri*

Gais..nggak kerasa yaa lebaran yang dinanti sudah lewat saja. First time saya mengucapkan:

“Taqobalallahu minna wa minkum. Selamat hari raya idul fitri 1438 H teman-teman blogger semua ๐Ÿ˜Š maafkan semua salah saya yaa baik yang disengaja atau tidak. Mungkin pernah komen nyelekit di blog kalian, atau kalian komen terus lupa gak saya balas ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ maafin segala salah dan khilaf saya yaa. Semoga tahun depan masih bisa bertemu dengan ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat. Aamiin”

Kegiatan lebaran saya sepertinya hampir sama dengan orang-orang kebanyakan. Bangun subuh, Mandi, shalat subuh, sarapan (it’s sunnah), siap-siap ke masjid, shalat id dan salam-salaman. Jika lebaran masjid deket rumah jadi berasa keciiiil banget karena membludaknya jamaah. Terus seperti biasa saya banyak nggak kenal sama muka-muka baru yang ternyata mereka adalah para perantau yang lagi pada mudik. Si A yang ternyata istrinya mas B. Anak Y yang ternyata anaknya mas C. Hadeuh, pusing sayanya. Dan lagi! Kawan SD saya terkhusus yang cewek-cewek udah pada gendong baby! ๐Ÿ˜ฑ oemji, baper he eh? ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ ย #nggakusahnanya!

Lebaran kali ini rumah cukup sepi karena ini pertama kalinya lebaran tanpa mbah kakung dan Mbah putri ๐Ÿ˜ข sedih emang, biasanya kan habis minta maaf sama ibu Bapak kita langsung cus ke rumah mbah untuk maaf-maafan. Sekarang nggak lagi. Tapi ga papa, inshaa Allah mbah sudah tenang disisiNya. Aamiin.

Lebaran kali ini pun tanpa kehadiran mas dan mbak karena lebaran di orangtua mbak ipar di Surabaya sana. Jadi lah ibu, Bapak, saya dan mbak kembar, berempat ย keliling ke rumah sanak saudara. Mulai keliling jam 9 pagi nyampe rumah jam 4 sore. Ya ampun rasanya capek kuadrat! Keluarga saya memang nggak mengenal istilah mudik karena saudara ibu dan Bapak masih satu kecamatan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ mudik bisa ditempuh dalam waktu 15 menit hahaha. Hemat waktu dan duit euy! :p :p Cuma paling lusa kalau jadi mau ke Slawi, ke rumah saudara Bapak. Itu yang paling jauh haha.

Oya, biasanya kalau lebaran gini, keluarga ngumpul di tempat pakde selaku saudara tertua dari ibuk. Enaknya, kalau di tempat pakde itu banyak makanan dan rame! Secara anaknya pakde banyak dan saudara dari ibuk juga pada ngumpul disitu. Menu lebaran kemarin bude dan mbak mbak masak bakso ikan patin. Hmm..sedaaap! Saya sampai habis dua mangkok hahaha #kalap maaaak.

Alhamdulillah lebaran day 1 and day 2 terlewati dengan lancar jaya meski diwarnai dengan pertanyaan serba “kapan?” “Siapa calonnya?” “Siapa duluan? Atau mau barengan?” Deuuuuw. Semua sudah bisa kujawab dengan….“MINTA DOANYA AJA BUDHE, BULIK, PAKDE, PAKLIK,” ย kemudian kasih bonus senyuman paling manis. #eaaaak

Lebaran oh lebaran, ternyata dikau cepat sekali berlalu. Segala euforia akan terganti dengan rutinitas seperti biasa. Ngantor lagi, nyari recehan lagi. Ah, gapapa, nggak usah dipikirin, semua itu masih minggu depan juga! ๐Ÿ˜‚ sisa liburan kali ini harus dimanfaatkan dengan baik! Yosh!

Iklan

Penulis:

Kimi no nawa~

21 tanggapan untuk “Lebaran atau Lebar-an?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s