Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Jalan-Jalan ke UI Depok

Berawal dari weekend tanpa agenda, akhirnya saya memutuskan untuk silaturahim ke tempat Nada. Nada ini adalah adik kos semasa SMA. Iya, semenjak SMA saya sudah mengalami nano nano rasanya jadi anak kosan. Meskipun tiap weekend pulang sih, tapi tetap saja menjadi anak kosan memberi pengalaman dan kenangan tersendiri.
Jumat sore, sepulangnya bekerja saya lekas bersiap menuju Depok. Rencana akan menginap ke rumah kakak di Depok barulah besok paginya meluncur ke tempat Nada. Sekitar isha, saya sampai di stasiun Juanda. Ini merupakan pengalaman pertama saya naik KRL di jam pulang kerja saat weekend pula! Ya ampun “Ini nih baru namanya Jakarta,” gumam saya. Ya, saya yang lama tinggal di desa terpana melihat ke-hectic-an Jakarta. Lebay banget pokoknya.
Saya pun meluncur ke Depok bersama kakak (sebelumnya kami janjian untuk bertemu di stasiun Juanda). Di dalam KRL saya melihat para penumpang baik itu perempuan, laki-laki, mas-mas, mbak-mbak, bapak-bapak, ibu-ibu, kakek-nenek semuanya tampak sibuk dengan dunia mereka sendiri. Ada yang asyik main hp, tidur, bersandar di bahu pasangan (eh) atau yang asyik melamun seperti saya hehe. Saya mbatin, “Kamu baru seminggu di Jakarta, masih banyak minggu-minggu yang harus kamu jalani, semangatttt,” kemudian saya tertawa tanpa bersuara.
Singkat cerita saya sampai di rumah kakak dalam keadaan mata ngantuk dan badan capek sekali. Saya pun menutup hari dengan tertidur pulas di depan tv ๐Ÿ˜‚.
Sabtu pagi, selesai acara nyuci baju segambreng saya bersiap ke tempat Nada di daerah Margonda. Ya, Nada ini bekerja sebagai asdos di FEUI. Jadilah hari ini saya minta ditemani jalan-jalan keliling UI. Perjalanan ke Margonda diawali dengan mas-mas gojek yang kelewat baper. Jadi ceritanya saya pesen gojek tuh, saat masnya datang tenryata motor yang dipakai sejenis motor vi*ion (motor cowok lah pokoknya). Terus saya digodain tuh sama kakak saya, mbak ipar dan mas Bondan (teman kakak). “Peluk.. peluk,” kata mas Bondan seraya memeragakan diri sedang memeluk seseorang. Eh ogah lah saya main peluk-peluk ๐Ÿ˜‚ dikira boneka. Alhasil tuh sepanjang perjalanan saya ditanya banyak banget sama si Masnya. Sampai ke masalah pacar dan pekerjaan. Hingga akhirnya sampai di Margo City (tempat ketemuan saya dengan Nada) si Masnya masih baper.
Mas gojek: “Neng nanti pulangnya gimana?”
Saya: “Paling naik gojek lagi mas,”
Mas gojek: “Pulang sama saya aja Neng, nanti saya jemput, wa aja ya,”
Saya: (ketawa sambil buru-buru lepas helm dan ngacir pergi) makasih mas!
Mas gojek: gak ngerti ngomong apalagi.
Ada-ada aja si mamang gojek ini. Untungnya nomer yang saya daftarin di gojek bukan nomer utama, ga ada WhatsApp juga ๐Ÿ˜ jadi aman deh ๐Ÿ‘Œ.
Tepat pukul 11.30 WIB saya melihat sesosok perempuan berjilbab hitam menghampiri saya. Surprise! Si Nada ketemu juga. Ternyata ini anak kurusan, lebih kurus dari saat terakhir ketemu. Kenapa kau kurusan bu dosennn??? Pasti mahasiswanya pada susah diatur ya haha ๐Ÿ˜. Akhirnya kita memutuskan ke foodcourt dan cerita ngalor ngidul.
“Gini nih mbak kalau di Jakarta, mall lagi mall lagi,” kata Nada. Dia rupanya rada kesel karena inginnya ketemuan di luar mall.
“Iya yah orang Jakarta pada suka ngemall,” jawab saya.
“Ya karena mall itu adem mbak. Jakarta udah panas, mereka ngemall buat ngadem,”
Ya memang sih, siang itu Depok sungguh menyengat. Panas sekali rasanya di luar. Saya jadi kangen sejuknya kampung halaman ๐Ÿ˜ข.
Setelah puas muterin Margo City, saya minta Nada untuk main ke UI. Tujuan pertama kita adalah Danau UI, dilanjutkan ke perpustakaan UI, rektorat dan sebelum pulang saya mampir ke MUI atau Masjid UI. Berada di sekitar Danau UI membuat saya lupa sejenak dengan bisingnya Jakarta. Rasanya adem dan damai. Asyik lah buat ngobrol dan juga foto-foto ๐Ÿ˜„ #tetepyah #kidsjamannow. Saat saya main ke UI, saya melihat tidak banyak mahasiswa bersliweran karena kata Nada memang saat ini sedang masa liburan semester. Jadi banyak mahasiswa yang memanfaatkannya untuk pulang kampung. Geser sedikit, dari danau UI ke rektorat. Ini permintaan saya sih , saya pengin foto ala ala wisudawan wisudawati UI yang sering muncul di explore IG ๐Ÿ˜„. Yah, siapa tau ya rejeki bisa lanjutin pendidikan lagi di UI. Sayangnya saya nggak sempat main ke FIK (Fakultas Ilmu Keperawatan) UI. Padahal pengin bangeeettt. Yah, mengingat waktu sudah sore dan sebentar lagi adzan maghrib berkumandang, rute pun berbelok ke Masjid UI atau MUI. Disana tenyata cukup banyak mahasiswa yang sedang diskusi atau kajian. Saya jadi teringat jaman kuliah, sore-sore begini sering diajak liqo/kajian. Duuuh jadi rindu Semarang~
Hampir seharian jalan kaki, perut pun protes minta diisi. Nada memberi rekomendasi untuk makan Mie Aceh dekat stasiun pocin (pondok cina) . Katanya sih itu Mie Acehnya endess banget. Dan ternyata bener sih, enak banget! Mungkin karena efek capek dan lapar juga kali ya atau malah doyan? ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜
Di warung Mie Aceh kita berdua sibuk nostalgia mengingat kembali keseruan jaman SMA. Terutama serunya jadi bagian kosan bu Bandi. Saya dan Nada sibuk ngabsenin para personil alumni Kos Bu Bandi yang sekarang sudah tersebar seantero dunia. Ceilah! Ini list kami dari hasil kepo IG atau kirim WhatsApp langsung.
Alumni senior (menjadi penghuni kosan saat kelas XI) dan domisili saat ini:
1. Saya (Jakarta)
2. Mbak kembar (Bintaro)
3. Fitri (Jogja)
4. Erin (Bandung)
5. Nindy (Jakarta)
6. Henggar (Hongkong, China lagi lanjut S2)
7. Lina (Cilacap)
Alumni junior (masuk pas kelas X)
1. Nada (Jakarta)
2. Lia (Jakarta)
3. Indri (Jakarta)
4. Yuan (Semarang)
5. Metri (Jakarta)
6. Ayu (belum ada kabar)
7. Iko (belum ada kabar)
8. Indy (belum ada kabar)
9. Anggi (Jogja)
Ternyata kebanyakan alumni kosan Bu Bandi hijrah ke Jakarta ya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ hobi banget sih merantau naq? Haha. Pertemuan dengan Nada pun ditutup dengan didirikannya sebuah grup WhatsApp bernama ALUMNI BU BANDI โค๏ธ. Harapannya sih semoga silaturahmi para alumni tetap terjaga. Kalau pada nikah silahkan kabar-kabar. Inshaa Allah jikalau ada waktu dan kesempatan disempatkan datang๐Ÿ˜‰
Sekian dan Terimakasih.
Terimakasih untuk Dhiafah Qatrunnada alias Nada yang telah menyisihkan waktu di tengah kesibukannya untuk menemani saya jalan-jalan. Terimakasih telah membuat saya tidak mati kutu di kosan ๐Ÿ˜‚. Makasih juga untuk kakak dan mba ipar sudah menampung saya selama di Depok. Sepertinya bakal sering merepotkan karena saya akan lebih sering main ke Depok ๐Ÿšต๐Ÿšต๐Ÿšต

Jangan lupa untuk swafoto! ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Mikirin “ntar pulang sama siapa ya?” ๐Ÿ˜ difotoin sama Nada. Ternyata doi punya bakat jadi fotografer.

Seberang sana tu namanya Rektorat โค๏ธ

Ditulis di kamar kosan yang sekalinya buka jendela terlihat kerlap kerlip kandang burung raksasa ๐Ÿ˜‘

Penampakan Jakarta dari kosan. Hmmphhhh.

Iklan