Diposkan pada Cerita Buku

Sekilas Tentang ‘Pulang’- Leila S. Chudori

Well, akhirnya hari ini novel Pulang karya Leila S. Chudori berhasil saya selesaikan. Novel yang mengisahkan tentang persahabatan, cinta, keluarga, dan pengkhianatan ini berhasil mengaduk-aduk perasaan. Novel yang mengalahkan Amba-nya Laksmi Pamuntjak dan karya-karya Mira W. sebelum akhirnya saya boyong ke kasir.

Beberapa kali mata berkaca-kaca membaca dialog dan narasi yang ada di dalam novel. Yeah, saya memang mudah tersentuh membaca cerita-cerita yang berkaitan dengan cinta dan keluarga.
Mengambil latar Indonesia tahun 1965, Paris 1965, Paris 1998 dan Indonesia 1998. Novel ini merupakan cerita para eksil politik yang saat meletusnya peristiwa G30S/PKI sedang ‘beruntung’ tidak berada di tanah air dimana sahabat, teman, kerabat mereka habis diberangus oleh tangan-tangan penguasa. Entah diasingkan atau dibinasakan. Keempat orang ini dengan beruntung bisa melanjutkan hidup meski harus berjuang keras. Mereka adalah Dimas, Nugroho, Tjai dan Risjaf. Keempat sahabat yang oleh nasib dipertemukan kembali di kota Paris dengan status sebagai eksil politik. Karena statusnya ini mereka tak bisa pulang ke tanah air, visa dihanguskan dan menjadi manusia-manusia stateless. Mereka harus berpindah-pindah negara, pekerjaan demi menyambung hidup. Di Paris keempat sahabat ini mendirikan sebuah koperasi milik bersama dalam bentuk rumah makan bernama Restoran Tanah Air. Keempat sahabat itu pun mengikrarkan diri sebagai Empat Pilar Restoran Tanah Air.
Selain tema politik yang cukup berat, novel ini diimbangi juga dengan kisah romansa segitiga antara tokoh utama, Dimas Suryo, sahabatnya Hananto, dan Surti Prabandari, wanita berparas ayu yang menjadi salah satu alasan Dimas ingin sekali kembali ke tanah air. Kisah cinta segitiga masa muda yang akhirnya dimenangkan oleh Hananto yang bisa mempersunting Surti, meski saat itu Surti tengah berpacaran dengan Dimas. Dalam novel ini seperti mengandung nasihat tersirat jika selama apa pun hubungan antara lelaki dan perempuan jika tidak bisa dibawa ke arah yang lebih serius ia akan kalah. Buktinya, Dimas yang saat itu mengatakan begitu mencintai Surti harus merelakan wanita cantik itu ke tangan sahabatnya karena ia masih berprinsip dialah jiwa yang bebas, jika ia tak ingin terikat, apalagi tentang menikah, Dimas sama sekali belum memikirkan itu.
Dan berpuluh-puluh tahun kemudian kisah romansa segitiga ini harus kembali terulang, kali ini Lintang Utara, putri Dimas dan wanita Prancis, Vivianne Derveaux harus mengalami nasib yang sama dengan ayahnya. Terjebak dalam cinta segitiga. Dan kali ini ia harus mengakui bahwa ia mencintai Segara Alam, anak pasangan Hananto dan Surti Prabandari, sahabat dan mantan kekasih ayahnya.
Betapa rumit dan klasik. Tapi selalu menjadi pemicu saya untuk segera merampungkan kisah mereka.
Saat sampai pada peristiwa Mei 1998. Dimana saat itu Indonesia begitu bergejolak. Dituliskan di dalam buku peristiwa yang menjadi cikal bakal reformasi dengan begitu jelas. Saya sempat flashback ke tahun 1998. Saat itu saya adalah bocah TK kelas nol besar yang masih tak tahu menahu masalah politik. Yang saya ingat, saat itu bapak dan ibu tak hentinya melihat berita. Memantau kondisi demonstrasi yang dilakukan oleh kakak kakak mahasiswa di berbagai kota. Saya ingat di layar televisi, berita mengenai membaranya Jakarta saat itu. Televisi berulang kali menayangkan gambar mobil dibakar, demo dll. Beberapa tahun kemudian, saat kelas 6 SD dan mendapat pelajaran sejarah saya mengerti, peristiwa dulu itu adalah awal dari peta perpolitikan Indonesia yang lebih merrier dimulai. Namanya Reformasi. Novel ini juga mengisahkan bahwa para tapol (tahanan politik) atau eks tapol susah mencari kerja pada masa Orde Baru. Mereka seolah dikutuk karena garis keturunan orang tuanya, pamannya, atau kakeknya yang kebetulan lebih condong ke kiri. Seperti tokoh Alam, anak Hananto seorang kepala redaksi harian yang diduga mendukung komunis yang pada saat ayahnya ditangkap ia baru berusia 3 tahun. Alam harus menanggung predikat “anak seorang pengkhianat” dan selama masa-masa sekolah ia terus-terusan menjadi bahan bullyan kawan-kawannya. Hingga selesai kuliah ia masih sulit mendapat pekerjaan karena nama keluarga yang disandangnya. Sungguh tak adil bukan? Bisa apa anak usia 3 tahun pada pergerakan, tahu apa ia tentang kegiatan ayahnya kala itu?
Proses membaca buku ini, saya kira haruslah dalam suasana hati yang tenang, tidak terburu-buru. Penceritaan kisahnya memang berganti-ganti sudut pandang. Kadang bercerita dalam sosok Dimas, Vivianne, Lintang, Alam dan tokoh-tokoh lainnya. Beberapa kali saya harus berpikir. Ini siapa menceritakan siapa? Tapi tenang saja kok, di awal bab selalu dijelaskan tokoh siapa yang saat ini menjadi point of view. Hanya saja jika konsentrasi buyar harus rela ngintip ke awal bab untuk mengingatkan sedang bercerita di posisi siapa. Beberapa kali saya harus melakukan ini karena terdistract sama ponakan yang ngajakin main ๐Ÿ˜„.

“We have brains, we have our own mind, mengapa harus didikte?”

Lantas, bisakah keempat Pilar Tanah Air ini mampu Pulang ke pangkuan Ibu Pertiwi? Silahkan baca saja karena endingnya benar-benar di luar dugaan. Salut untuk Ibu Leila S. Chudori! This is briliant.

Salah satu quote favorit;

Aku tak ingin seperti mereka, saling mencintai. Lantas kehilangan dan sekarang mereka hanya mengenang dan merenung dari jauh.

Iklan

Penulis:

Kimi no nawa~

12 tanggapan untuk “Sekilas Tentang ‘Pulang’- Leila S. Chudori

      1. Aku baru mengenal komik pas kelas 3 SD mbak ๐Ÿ˜† itu pun komik pertama yang aku baca detective conan. Berat. Wkwk dan baru tau kalau Kobo Chan ada komiknya pas SMP. ๐Ÿ™Š

        Suka

  1. Novel yg sangat menarik kelihatannya.. Terutama karena di saat kejadian Mei 1998 itu aku udah lulus kuliah, pernah ke Paris juga.. Selain itu ibu saya berumur 14 tahun saat kejadian 1965, jadi suka diceritain juga gimana kondisinya waktu itu.. Makasih udah berbagi cerita ya..

    Disukai oleh 1 orang

    1. Iya mbak memang menarik kok. Isinya bukan novel menye menye meski ada bumbu romansanya juga hehe. Dan sebagian besar cerita memang berlatar di Prancis. Banyak bersliweran juga bahasa Prancis yang seksi itu mbak ๐Ÿ˜†
      Makasih juga sudah mampir ke lapak ku ini ya mbak ๐Ÿ™‚

      Suka

Tinggalkan Balasan ke destini Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s