Diposkan pada Cerita Sehari-hari, Others

Acaraki Jamu, Menikmati Jamu Tradisional dengan Sentuhan Modern

Apa yang pertama kali terpikirkan di benak kawan-kawan semua saat mendengar kata ‘Jamu’? Kalau saya sih langsung terbawa pada sosok mbok mbok Jamu gendong dengan sapaan khasnya “Jamuuuu mu jamuuu,”. Nostalgia banget ya. Berawal dari salah satu postingan teman di Instagram yang mengenalkan sebuah kafe unik bernama Acaraki Jamu, saya pun penasaran ingin menilik langsung bagaimana sebenarnya konsep sebuah kafe Jamu ini.

Sabtu, 2 Februari kebetulan saya mendapat jatah libur shift di weekend. Saya pun segera menghubungi teman jalan-jalan paling the best, Nada. Kami sepakat untuk bertemu di stasiun Jakarta Kota pukul 13 WIB karena paginya Nada ada agenda tes TOEFL.

Tepat pukul 13.30 WIB akhirnya kami berdua bertemu dan kami pun langsung menuju lokasi di kawasan Kota Tua. Suasana siang hari di sekitar Kota Tua ini memang luar biasa panasnya. Fiuh, untung saja saya bawa bucket hat merah andalan hehe. Bisa mengurangi teriknya matahari Jakarta.

Dari depan museum Fatahillah kami berjalan menuju gedung Kerta Niaga. Ini kali kedua saya menginjakan kaki di gedung Kerta Niaga setelah Maret, 2018 saat ikut acara Jakarta Walking Tour bersama Jakarta Good Guide. Kafe Acaraki ini ternyata mudah sekali dicari. Nuansa Coffe shop sangat kentara saat pertama kali saya masuk. Kami juga disambut lantunan Adelaide Skyline nya Adhitia Sofyan yang langsung menambah betah suasana.

Kami memilih untuk duduk di bar, tepat di depan alat alat peracik jamu ini berjajar. Menurut pengamatan saya, konsep dari Acaraki jamu sendiri adalah membawa jamu yang begitu tradisional ke dalam sebuah kafe yang modern. Mungkin, kalau saja belum pernah mendengar tentang kafe ini saya pasti mengiranya bangunan berarsitektur nyentrik ini adalah coffee shop. Dan uniknya proses pembuatan jamunya mirip dengan pembuatan kopi. Ada sistem roasting, mesin grinder, ada juga teknik brewing demi menciptakan jamu dengan suasana baru. Mereka menyebutnya #JamuNewWave.

Saya memesan menu jamu dengan nama Saranti yaitu campuran beras kencur, gula, susu dan kreamer. Rasanya unik sekali. Kalau kata Nada mirip wafer yang dicelup ke susu. Kalau menurut saya sih rasanya gurih dan manis. Selain itu saya juga memesan beras kencur pekat. Rasanya otentik, mirip kencur parut buatan ibu kalau saya sedang sakit tenggorokan.

Saya juga sempat mencicip pesanan Nada yaitu Golden Sparkling, campuran dari kunyit asam, gula dan soda. Rasanya enak! Apalagi yang disajikan bersama es batu. Dingin- dingin sedap. Serasa panasnya kota tua lenyap seketika. Next time jika ke Acaraki Jamu lagi saya ingin pesan menu yang ini.

Asyik sekali ya minum jamu cantik sembari disuguhi suasana kafe yang Instagramable. Bonus foto-foto cantik pula hehe.

Oya, saya dan Nada memang memilih tempat duduk di Bar karena disini kami bisa melihat langsung cara mengolah jamu. Mulai dari menyiapkan bahan dasarnya. Yaitu bubuk kunyit dan kencur yang sudah disangrai. Kemudian menyiapkan grinder dan teman-temannya. Maaf sekali tidak bisa menjelaskan dengan detail karena saya tidak hafal nama mesinnya satu persatu 😂. Pokoknya menarik banget melihat proses pembuatan jamu a la Coffee shop ini. Oya katanya sih nama Acaraki diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya “Pembuat Jamu”. Karena masih tergolong baru, menu jamu di Acaraki baru sebatas beras kencur dan kunyit asam. Belum ada jenis jamu yang lainnya. Jadi, kalau yang mau nyari jamu ‘brotowali’ belum ada disini yaa 😆. Mungkin sembari berjalannya waktu, menu jamu disini akan berkembang karena pasti lah perlu riset yang tidak singkat.

Bagi saya nilai plus dari Acaraki Kafe ini adalah mbak dan mas baristanya super ramah. Mereka sabar sekali melayani pertanyaan dari pengunjung meski kedua tangan mereka sibuk meracik jamu.

Satu jam berada di Acaraki rasanya tak begitu terasa. Saya asyik terbawa pada suasana kafe yang hangat. Apalagi playlist musiknya cocok dengan selera saya 😊. Tiba-tiba saja sebentar lagi adzan Ashar berkumandang. Saya dan Nada pun beranjak meninggalkan Acaraki demi melanjutkan agenda jalan-jalan berikutnya. Sampai berjumpa di lain waktu, Acaraki ❤️.

Salam dari Dua manusia random

Acaraki Jamu

Gedung Kerta Niaga 3

Kota Tua-Jakarta

Instagram: @acaraki.jamu

Iklan

Penulis:

Kimi no nawa~

6 tanggapan untuk “Acaraki Jamu, Menikmati Jamu Tradisional dengan Sentuhan Modern

Tinggalkan Balasan ke Phebie Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s