Diposkan pada Cerita Sehari-hari

Trip Solo-Joga dan Pengalaman Menginap lewat Aplikasi RedDoorz

Sedari tahun lalu saya ingin sekali liburan ke Jogja. Seingat saya, terakhir saya mengunjungi kota itu adalah di semester akhir kuliah, sekitar tahun 2015. Sudah empat tahun berlalu, rasanya saya kangen untuk menjelajah kota budaya ini.

Sepertinya memang sudah menjadi rezeki. Akhir ramadhan kemarin saya mendapat kabar jika sahabat saya, Rahma akan menikah di akhir bulan Juni dan melangsungkan resepsi seminggu setelahnya. Langsung dong saya siapkan budget, permintaan libur ke ibu kepala ruang, dan beli tiket ke Solo. Saya memilih menggunakan moda transportasi kereta api yaitu kereta Argo Lawu. Waktu tempuh perjalanannya dari Gambir hingga Solobalapan kurang lebih selama 9 jam.

Tepat pukul 20.15 WIB kereta berangkat dari Gambir menuju Solo. Alhamdulillah bertepatan dengan weekend sehingga stasiun Gambir serasa lautan manusia. Maklum ya, Jumat malam waktunya penduduk Jakarta menghilang sejenak dari hiruk-pikuk ibu kota. Saya duduk di gerbong 5 kursi 6C. Agak sedih sih, nggak bisa duduk samping jendela. Tapi ternyata setelah terlewati ya nyaman-nyaman aja tuh, lagian kalau malam hari mau lihat pemandangan apa? Sepanjang perjalanan hanya terlihat kerlap kerlip lampu. Saya juga memutuskan untuk tidur karena hari itu saya baru selesai jaga malam.

Pukul 05.05 WIB saya tiba di stasiun Solo Balapan. Kereta telat 20 menit dari jadwal seharusnya. Saya segera mencari mushala untuk bersih-bersih dan shalat subuh. Pagi itu stasiun Solobalapan tidak begitu ramai. Saya segera menuju ke penginapan dimana teman-teman saya menginap.

Oh iya, berhubung saya kondangan ramai-ramai, jadi lah kami booking penginapan. Teman-teman saya yang lain sih sudah sampai di Solo sejak Jumat sore, sehingga mereka sempat menginap. Saya yang paling terakhir sampai di penginapan. Karena saya mendapat mandat untuk urusan booking kamar maka pilihan saya jatuh pada aplikasi Reddoorz.

Ini adalah kali pertama saya menginap di Reddoorz. Saya pesan kamarnya seminggu sebelum kedatangan, mengingat weekend jadi takut saja kamar penuh. Kami semua menginap di Reddoorz di dekat Taman Balaikambang, tepatnya di Jalan Majapahit III karena acara resepsi Rahma berada di Taman Balaikambang. Biar tidak terlalu jauh gitu lho.

Area depan kamar penginapan yang instagramable

Setelah melepas lelah dan kangen kangenan dengan geng bul (sebutan kami karena dulu saat kuliah kami berada dalam naungan satu kosan yang sama di daerah Bulusan, Tembalang 😂), saya pun segera bersiap kondangan. Mandi, ganti baju, make up. Ini sih make up time yang paling rempong yhaaa. Mana saya ini anaknya nggak bisa make up yaa. Yha palingan make up dasar saja. Untuk urusan eyeshadow, highlight, dll ituu saya nggak mudeng. Alhamdulillah geng bul ini semuanya jago make up (kecuali aku) wkwk beda jauh kemampuannya dari jaman kuliah dahulu kala 😂 tepuk salut deh untuk progress mereka semua 👏. Dengan saling gotong royong akhirnya make up time selesai dan kami segera menuju ke lokasi acara.

Saya happy banget waktu tahu ternyata konsep resepsinya rahma itu garden party! Keren deh, saya kira bakal dilaksanakan di gedung.

Pukul 10 acara dimulai. Saya dan para bridesmaid (ceilah) bersiap mengikuti prosesi adat manten. Dan kaget yang kedua, prosesi adatnya nggak ribet say! Biasanya kan kalau nikah adat Jawa tuh ritualnya banyak banget yaa. Tapi khusus di resepsinya Rahma banyak ritual yang diskip. Saya jadi terinspirasi heheu, soalnya bener-bener menyingkat waktu. Dan menurut saya ini efektif karena lebih diperbanyak waktunya untuk acara lain (salam-salaman dan foto bersama pengantin, santap hidangan kawinan).

Namanya Selat Solo

Alhamdulillah acara selesai sebelum adzan dzuhur. Para tamu undangan sudah kenyang dan saatnya para bridesmaid ala ala ini berfoto. Dilanjutkan dengan acara reuni bersama alumni PSIK Undip 2011. Senaaang rasanya bertemu teman-teman. Ada yang sudah bawa anak, bawa suami/istri, bawa calon suami/istri. Ternyata teman-teman saya sudah meniti fase baru lagi. Terharu saya tuh 😭.

Kondangan sekaligus reuni

Geng Bul reunited

Setelah melepas kangen dengan pengantin dan teman-teman yang lain, saya dan geng bul (ini ada 7 orang, terlalu banyak, jadi nggak dijabarin satu persatu 😂) segera berpindah lokasi ke kosan Niken untuk ganti baju dll. Saya, Intan dan Nunung segera bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju Jogja.

Saya pikir, “wah sudah jauh-jauh ke Solo, kenapa nggak ke Jogja sekalian?”. Akhirnya saya mengajak Intan yang kerja di Magelang untuk menemani main di Jogja. Awalnya Nunung mau ikutan tapi mendadak membatalkan karena ada ujian kredensial di RSnya.

Perjalanan menuju Jogja diawali dengan kereta prameks. Ini kali pertama saya merasakan naik prameks (singkatan dari Prambanan Ekspress). Kereta lokal yang melayani rute Solo-Purworejo.

“Nung, ini kita mesti kebagian tempat duduk gak to?” Tanya saya.

“Yo nggak Des, disik-disikan ngko sopo sing olih kursi. Tapi biasane ndek jam semene ki rame,”

Dan benar kata Nunung, kita bertiga nggak kebagian tempat duduk. Akhirnya ngemper deh haha saking capeknya kita. Sebenarnya ada peraturan kalau nggak boleh duduk di lantai kereta.

“Santai wae Des, asal orak kethok nang petugase, dewek aman,” kata Intan. Saya pun mengikuti mereka berdua duduk di lantai kereta. Saking capeknya, saya pun tertidur hingga tiba di stasiun Maguwo. Penumpang banyak yang turun, dan kami pun bisa duduk di kursi sesungguhnya. Selanjutnya adalah stasiun Lempuyangan, tandaya Saya dan Intan harus turun. Sedang Nunung melanjutkan perjalanan pulang menuju Kutoarjo.

Karena nggak kebagian tempat duduk

Dari stasiun Lempuyangan, saya dan Intan menuju penginapan menggunakan pinkiana, sepeda motor kesayangan Intan yang ia tinggal di stasiun Lempuyangan.

“Des, aku nggak tahu Jogja loh yaa, kita modal gmaps, oke?”

Aku tertawa dan berdoa semoga bisa sampai penginapan dengan selamat 😁.

Di Jogja kami menginap di Reddoorz lagi. Yaitu penginapan syariah di jalan Sisingamangaraja. Lokasinya tidak jauh dari alun-alun kidul atau alkid. Dan saat sampai disana, sudah ada mas resepsionisnya yang langsung membantu proses check in. Kenapa namanya syariah? Nah ini saya nggak nanya sih. Cuma dari pengamatan sih mungkin karena lokasinya persis di seberang mushola sehingga bisa mendengat adzan 5x sehari 😁. Alhamdulillah check in berjalan lancar dan kami diantar menuju kamar. Kesan pertama saat saya sampai di penginapan ini adalah bentuk penampakan luar rumahnya adalah rumah kuno khas Jogja. Namun saat sudah di dalam kamar desainnya sama seperti kamar penginapan modern lainnya. Kamarnya yang kami tempati menyenangkan karena bersih, rapi, dan kamar mandinya luas. Bertolak belakang dengan penginapan sebelumnya yang lebih menekankan ke luas kamar yang lebih luas dan kamar mandi yang mungil.

Saya dan Intan pun bersih-bersih dilanjutkan shalat maghrib dan Isha. Seperti biasa cewek ya, kita curhat ini dan itu hingga tak terasa sudah mau pukul 20.00.

Malam ini kami pun mengunjungi Tempo Gelato di Jalan Prawirotaman. Wishliat saya ke Jogja ya kepingin banget ke Tempo Gelato. Dengan bermodal gmaps, saya dan Intan akhirnya sampai di lokasi. Daan ternyata ramai sekali sodara. Awalnya saya pasrah, ya udah deh kalau nggak jadi masuk, tapi Intan tetap memaksa untuk masuk.

“Dah jauh-jauh kesini masa mau mundur? Itu palingan bule bule pada take away,”

Thanks to Intan akhirnya saya bisa mencicipi enaknya Tempo Gelato Jogja yang hits itu. Saya pesan rasa Kiwi dan Cappucino, sedangkan Intan kalau nggak salah rasa Matcha dan cokelat.

Perjalanan dilanjutkan dengan menuju jalan Malioboro. Bayangkan, kemarin itu malam minggu dan Jogja sedang macet-macetnya. Dari jalan Prawirotaman menuju Malioboro kita tempuh kurang lebih satu jam an dengan bermacet-macet ria. Ngerii sih macetnya luar biasa. Tapi ntah kenapa, meski macet saya tuh fine fine aja. Apa mungkin sudah kebal dengan kemacetan di Jakarta? 😂

Dan memang bener yaa, seramai itu Malioboro di malam minggu. Pukul 22.30 WIB kami pulang ke penginapan karena badan rasanya kayak habis nguli😂 alhamdulilah malam ini capek tapi senang.

Esok paginya kami checkout dari penginapan pukul 07.45 wib. Saya harus naik kereta dari stasiun Tugu. Dan pulang kali ini saya menggunakan Argo Lawu kembali dengab keberangkatan dari stasiun Tugu menuju Gambir. Estimasti perjalanan adalah 8 jam.

Saat sampai di stasiun, saya berniat ingin membeli oleh oleh bakpia kukus Tugu yang lagi hits itu. Dan gimana saudara? Apakah saya berhasil membelinta? Oo tentu tidak sodara. Antrinya itu loh bok, kagak kuat.

Mana sebentar lagi kereta saya akan tiba. Saya pun nyerah ngantri dan memilih membeli oleh-oleh di dalam stasiun saja. Mungkin lain waktu, saat saya kembali lagi ke kota ini bisa berkesempatan mencicipi rasa bakpia ini.

At least, terima kasih untuk dua hari menyenangkan ini. Terima kasih geng bul sudah meluangkan waktu untuk bertemu. Terima kasih Rahma yang menikah sehingga kami, geng Bul bisa reuni kembali: “). Terima kasih juga Reddoorz untuk penginapan yang baik.

Semoga dilain kesempatan bisa bertemu lagi 😘

Penulis:

Kimi no nawa~

5 tanggapan untuk “Trip Solo-Joga dan Pengalaman Menginap lewat Aplikasi RedDoorz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s