Diposkan pada Others

Mengunjungi Pasar Kreatif di Semasa Market 2019

Akhir bulan ini saya mendapat jatah libur di akhir pekan, tepatnya di tanggal 27-29 September 2019. Libur di akhir pekan merupakan suatu hal yang jarang saya dapatkan mengingat saya bekerja dengan sistem shift. Seringnya, anak muda, lajang, dan belum punya pacar seperti saya ini selalu mendapat jatah shift di akhir pekan. Menggantikan para ibu muda yang ingin menghabiskan weekend bersama suami dan anak-anak mereka.

Akhir bulan ini saya sengaja rekues ke bu bos agar bisa libur di tanggal 28 atau 29 September 2019 dan malah dikasih 3 hari dong 😀 terharu saya. Permintaan ini sengaja saya lakukan karena memang sudah jauh hari ingin datang ke Semasa Market yang inisiasi oleh akun Instagram @Semasa_di. Awalnya Semasa sebenarnya sebuah kafe retro di kawasan Kota Tua Jakarta. Namun, sepertinya sekarang sudah tidak ada dan berlanjut ke acara tahunan pasar kreatif ini.

Awal mula saya mengenal Semasa Market adalah di bulan Maret 2018. Saya yang masih jadi anak baru ibukota mencoba mengikuti acara walking tour dari Jakarta Good Guide. Saat itu rute tournya adalah sekitarKota Tua. Kalau tidak salah nama temanya adalah Beginning of Batavia. Selesai Tur kita diajak mengunjungi Olveh Markt yaitu pasar kreatif dari para creativepreneur local yang diadakan di gedung Olveh. Dan dari Olveh Markt inilah yang menjadi cikal bakal adanya Semasa Market.

Semasa market di buka mulai pukul 10 pagi hingga pukul 6 sore selama dua hari yaitu tanggal 28-29 September 2019. Saya berhasil meracuni Mbak Diah untuk ke Semasa. Sebenarnya ini kedua kalinya Mbak Diah mau saya ajak ke Semasa. Sebelumnya kami sempat berkunjung ke Semasa Piknik di Taman Lapangan Banteng sekitar bulan Agustus 2019. Saya, Mbak Diah, my baby niece dan Kakak berangkat dari Depok. Perjalanan untuk sampai ke Jakarta membutuhkan waktu sekitar 2 jam karena jalanan lumayan padat. Terutama di daerah Cinere  :(.

Semasa market kali ini diadakan di Balai Kota DKI Jakarta. Kami tiba di lokasi sekitar pukul 11 siang. Kami memilih parkir di komplek DPRD DKI dan alhamdulillah parkiran belum terlalu penuh (meski sepertinya selang berapa menit pasti sudah susah cari parkiran). Selain di kantor DPRD sebenarnya kantong parkir di sediakan juga di lapangan IRTI Monas, cuma yaa itu jalannya agak jauh. Sedangkan kalau parkir di kantor DPRD, kita tinggal jalan sebentar langsung sampai deh karena memang masih satu komplek dengan Balai Kota DKI Jakarta.

Kami pun berkeliling melihat barang-barang yang dijual di Semasa. Ada puluhan tenant yang berhasil lolos kurasi dan memajang karya mereka di acara ini. sepertinya keputusan kami untuk ke Semasa tidak terlalu sore sepertinya tepat. Suasanya ramai namun masih kondusif. Kami bisa puas melihat dan menikmati barang-barang yang ada.

Yang saya suka dari Semasa adalah barang-barang yang lolos kurasi disini adalah barang-barang handmade/localmade. Ada banyak stiker-stiker lucu, aneka succulent beserta potnya yang unik, aneka scarf warna warni yang memanjakan mata sampai food and beverages dengan cita rasa lokal. Memang, untuk masalah harga beberapa barang ada yang dibanderol dengan harga yang menurut saya lumayan menguras tabungan. Namun, jika mengingat ini adalah barang-barang handmade yang sebagian besar ramah lingkungan, saya kira worth it kok.

Salah satu tenant favorit karena ada banyak succulent lucu ❤️
The crowds
Booth minuman favorit. Jamu kunyit asam!

Setelah berkeliling, saya pun memutuskan untuk meminang dan membawa pulang sling bag lucu dari @hibi.id dan lipstick local @luneskin_ shade 04.

Ternyata dua barang ini yang berjodoh sama saya

Hari ini saya senang sekali. Semoga di lain kesempatan bisa mengunjungi Semasa market lagi dengan lebih banyak tenant yang menjual karya-karya kreatif anak bangsa.

Semasa Market masih berlangsung hingga tanggal 29 September 2019 dari pukul 10 am – 6 pm. Jadi bagi teman-teman pembaca yang masih bingung mau menghabiskan uang gajian eh weekend bisa tuh mampir ke Semasa hari ini.

Iklan
Diposkan pada Others

Jalan Pulang

Ada yang datang, lantas ia menghilang
Ada yang datang, hanya untuk singgah sejenak
Ada yang datang, memberi warna
Ada yang datang, membawa luka
Ia datang, lantas ia bilang ingin menetap
Ia seringkali tak dianggap
Ia seringkali berjuang sendiri
Ia seringkali terlukai
Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi
Dan tak pernah berbalik lagi
“Kau harus belajar mencintai. Kau juga layak untuk dicintai,” katanya untuk yang terkahir kali
Ada yang sedang berjuang memaknai semua ini
Setiap yang datang akan membawa harapan
Dan yang pergi meninggalkan pelajaran
Ia sekarang pergi
Benar-benar pergi

Dan mari terus berjalan, jangan takut tersesat
Sejatinya diperjalanan nanti akan banyak rahasia rahasia yang terungkap
Menemukan jalan pulangmu, salah satunya