Diposkan pada Cerita Sehari-hari

A Short Getaway: Jalan-Jalan ke Pulau Belitung

Tanggal 4 Oktober kemarin saya menyempatkan diri untuk weekend getaway. Ini adalah perjalanan super mendadak karena baru direncanakan H-7 keberangkatan.

Berawal dari perbincangan saya, kakak, dan mbak Ipar. Dua orang yang selalu saya recokin hehe (Makasiiih). Karena saya dan mbak ipar pengin banget liburan tapi belum tahu mau kemana, akhirnya kakak menawarkan untuk ke Tanjung Pandan. Melihat cantiknya pantai di Belitung. Saya dan mbak ipar langsung setuju. Hari itu setelah jadwal bulanan saya keluar dan ternyata cocok (alhamdulillah saya dapat libur di weekend), kami pun segera mencari tiket pesawat. Akhirnya dapat juga tiket meski harganya tidak begitu bersahabat. Yaa siapa suruh nyarinya udah mepet tanggal berangkat? 😛

1. Berangkat

Tanggal 4 Oktober, selepas saya dinas malam, pukul 11 siang saya pesan grabcar dari kosan menuju bandara Soetta. Awalnya pengin naik Damri dari stasiun Gambir tapi ternyata waktunya terlalu mepet. Mau naik kereta bandara pun sama sepertinya akan lama. Akhirnya saya memilih naik grabcar demi efisiensi waktu. Alhamdulillah Jakarta siang itu nggak macet. Keberangkatan kali ini kami naik pesawat Garuda dari Jakarta (CGK) ke Tanjung Pandan (TJQ). Di tiketnya tertulis keberangkatan pukul 14.00 WIB dan sampai di Tanjung Pandan pukul 15.10 WIB. Pertama kalinya saya menginjakan kaki di Soetta. Karena naik Garuda maka terminal yang saya tuju adalah Terminal 3 Ultimate. First time kesini tuh rasanya amaze banget! Karena ternyata T3 ini gedeee banget ya. Dan tentu saja luas.

Ternyata luas banget ya Terminal 3 Bandara Int. Soekarno-Hatta

Di terminal 3 ini saya bertemu dengan mbak ipar dan ponakan. Kangen banget seminggu belum ketemu hehe. Sedangkan kakak sudah di Tanjung Pandan duluan karena ada urusan pekerjaan. Karena sudah menunjukan jam makan siang, kami bertiga pun makan di salah satu gerai makanan di T3. Selesai makan dan urusan check in selesai kami pun mencari mushola. Selesai shalat ternyata waktu sudah menunjukan pukul 13.15 menit. Saya dan mbak ipar pun bergegas menuju gate 28 dimana kami harus boarding. Ya ampun jalan 15 menit dari gate 11 ke gate 28 tuh rasanyaa….pegel to the max! saya jalan dengan beberapa kali berlari karena jamnya memang sudah mepet dan jarak antar gate tuh jauh bangeeet pemirsah! Saya yang hanya gambol ransel saja rasanya pinggang kayak mau patah apalagi mbak ipar yang harus gendong ponakan pula. Ckckck luar biasa ya buibu ituuu. Dengan bantuan travelator akhirnya kita sampai di gate 28 pukul 13.36 wkwk. Engga kebangetan lah ya telatnya. Sampai di pesawat tuh rasanya masih ngos ngosan aja. Alhamdulillah ponakan anteng, pinter banget mau duduk sendiri juga. Perjalanan ke Tanjung Pandan berjalan lancar. Oh iya waktu pertama lihat pesawatnya rada kuciwa sih karena ternyata pesawat Garudanya tuh yang jenis jet. Jadi kecil gitu. Seatnya pun hanya seat dalam bentuk 2-2. Tak apa lah kali ini saya harus rela untuk tidak duduk di dekat jendela.

ditengah lari-lari menuju gate 28, foto dulu deh soalnya bagus atapnya :p

2. Sampai di Bandara H.A.S Hanandjoeddin

Pukul 15.20 WIB kami sampai di bandara H.A.S Hanandjoeddin Tanjung Pandan. Di pintu kedatangan sudah ada kakak dan mas Angga. Mas Angga ini yang menjadi tour guide kami selama di Belitung. Kami pun langsung menuju penginapan untuk beres-beres dan istirahat sejenak.

Bandara Int. H.A.S. Hanandjoeddin

Kami menginap di La Lucia Hotel sekitar 30 menit dari Bandara H.A.S Hanandjoeddin. Selama perjalanan dari Bandara ke penginapan kami disuguhi pemandangan deretan kebun sawit. Yang saya suka lalu lintas di Beltung tidak lah seramai Jakarta. Benar-benar menenangkan pikiran. Selamat tinggal sejenak Jakarta  yang riuh 🙂

Kamar tempat menginap di La Lucia Hotel
sunset dari rooftop hotel
dek adek emesh penikmat senja

Selepas maghrib, kami keluar penginapan untuk mencari makan malam. Dan pilihan jatuh pada Jo’s Seafood. Rasanya cukup enak sih meski harganya bikin nangis. Makananya lupa saya foto karena keburu laper haha. Dan yang menjadi favorit tuh es jeruk kunci sebagai minuman khas Pulau Belitung.

3. Wisata Pantai

Pukul 07.00 pagi, selesai sarapan kami langsung capcus berangkat untuk wisata pantai. Tujuan pertama kami adalah pantai Tanjung Kelayang. Pantai ini adalah starting point untuk menjelajah pulau-pulau cantik di sekitarnya. Perjalanan kami tempuh sekitar satu jam. Sampai di pantai masih pagi, masih sepi. Mamang mamang pemandu perahu saja masih pada duduk-duduk. Kami bertemu dengan salah satu mamang-mamang (lupa namanya :D). kami pun bersiap dan island hopping pun di mulai. Oh iya disini banyak yang menyewakan kapal. Satu kapal bisa berisi 10-12 orang. Bisa langsung datang saja dan banyak mamang-mamang yang langsung menawarkan perahu namun hati-hati jika lagi ramai malah kadang jam sewa mereka padat sekali loh. Jadi harus booking duluan biar aman.

Starting Point untuk Islands Hopping

a. Pulau Batu Berlayar

Ini adalah pulau pertama yang kami singgahi. Disini isinya batu-batu granit gede gitu. Mungkin sisa-sisa jaman dahulu kala saat ada letusan gunung berapi. Pasir disini tuh juga cantik-cantiiik, putih dan bersih. Benar-benar deh lupa sejenak dengan kerjaan di Jakarta hehe. Saya foto-foto sebentar, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke pulau selanjutnya.

Kapal yang membawa kita menikmati Pulau-Pulau cantik di Belitung
Pulau Batu Berlayar

b. Pulau Lengkuas

Merupakan pulau yang paling banyak dituju wisatawan. Disini selain pantainya yang cantik, pasirnya yang putih bersih, banyak pula berjajar batuan yang sangat cantik untuk foto-foto. Disini juga ada mercusuar sebagai ikon Pulau Belitung.

Ikonnya Pulau Belitung
eksis dulu yhaa~
batu karangnya juga lucu-lucu
Kangen bangettt pengin kesini lagi!

c. Pulau Kelayang

hanya mampir sebentar karena panaaas bangeeet masyaAllah.

Cuma mampir sebentar disini karena panasss

d. Pantai Tanjung Tinggi

Pernah nonton film Laskar Pelangi? Masih ingat adegan Ikal dan kawan-kawannya lari-larian di sekitar pantai dengan batu-batu besarnya yang cantik? Yup, inilah Pantai Tanjung Tinggi. Menjadi salah satu lokasi untuk film Laskar Pelangi. Di pantai Tanjung Tinggi kami asyik menikmati semilirnya angin laut. Ponakan asyik main pasir. Saya asyik lihat rombongan wisatawan yang foto-foto dan berenang santai.

Warna airnya bisa beda gitu yaa?

4. Kuliner

Selain seafoodnya yang terkenal enak, disini kita bisa mencicipi mie khas Belitung yaitu Mie Atep. Rasa mie nya lain dari mie kebanyakan. Enak sih menurut saya, apalagi disantap panas-panas dengan minumnya es jeruk kunci. Hmmm syedaapp. Kemarin kami makan di Mie Atep dekat Satam Square.

Selain Mie Atep jangan lupa mampir ke kedai kopi. Tanjung Pandan tuh surganya pecinta kopi karena banyaknya kedai kopi disini. Kami pun mencoba ke kedai Kong Djie. Karena kurang suka ngopi, saya pesan susu hangat jeruk kunci.

es susu jeruk kunci terlove
Kalau ini es jeruk kunci tanpa susu

5. Pulang

Hari Minggu tanggal 6 Oktober adalah saatnya kami check out dan pulang kembali ke Jakarta. Awalnya sebelum ke bandara kita mau ke museum kata Andrea Hirata di Belitung Timur, namun karena takut ponakan saya capek akhirnya kita memilih istirahat saja di hotel. Selepas shalat subuh saya meminjam sepeda dari hotel dan bersepeda menuju Pantai Tanjung Pendam. Kurang lebih 1,5 km dari Hotel tempat kami menginap. Waah rasanya menyenangkan! Apalagi saya sudah lama tidak naik sepeda. Meski gerimis rintik-rintik saya tetap melaju dengan penuh percaya diri. Kakak dan ponakan saya memilih stay di hotel, sedang mbak ipar memilih untuk packing. Saya pun memutuskan untuk sepedaan sendirian dan tetap asik kok. Banyak juga wisatawan yang sepedaan (sama-sama pinjam sepeda dari hotel haha).

Susah naik sepeda sambil selfie tuuu

Pukul 11 kita check out hotel dan menuju bandara. Kami pulang dengan pesawat Citilink dari Tanjung Pandan ke Halim Perdana Kusuma. Alhamdulillah pukul 18 WIB kami sampai dengan selamat meski pesawat harus ngantri landing di Halim karena traffic di Minggu sore yang super padat. Saya harus mengalami berputar-putar di atas langit Bekasi 14 kali sebelum akhirnya boleh landing. Ternyata bikin pusing juga haha. Tapi tak apa lah yang penting mendarat dengan selamat yaa kaan?

Terima Kasih Belitong untuk weekend getaway yang menyenangkan! Bagi teman-teman warga Jakarta dan sekitarnya yang membutuhkan short getaway atau weekend getaway, Pulau Belitung bisa menjadi pilihan karena jarak tempuh Jakarta-Tanjung Pandan yang tidak terlalu jauh. Pun, kita akan dimanjakan dengan pemandangan pantai dan pulau-pulaunya yang mempesona.

Diposkan pada Rumah Kata :)

Hanya Singgah, Bukan Menetap

Dulu saya pernah bilang seperti ini, “Jakarta itu hanya untuk singgah, bukan menetap,”

Nyatanya, setahun kemudian keadaan berbanding terbalik. Jawaban dari takdir ternyata mengharuskan saya mengenal lebih jauh kota ini.

Kini, hampir dua tahun menjadi satu dari ribuan perantau yang memadati Jakarta. Dulu, kota ini begitu asing tetapi sekarang perlahan mulai saling membuka diri. Terkadang benci, tapi seringnya kangen juga.

Nyatanya, sekarang tak hanya singgah. Namun menetap. Sering bertanya ke diri sendiri, “Mau sampai kapan?”. Tak lekas pula mendapat jawabnya. Sebelum tidur, bangun tidur, berangkat kerja, pulang kerja hingga tidur lagi. Saya tak ingin jawaban seperti ini, “Dijalani dulu saja nanti juga ada jawabannya, “. Seakan tidak ada target. Tidak ada greget.

Lekas. Semoga lekas bertemu dengan jawaban yang selama ini dinanti.

Ini akhir pekan,selamat melepas penat ditemani secangkir lemon hangat dan sisa-sisa air hujan tadi sore. Kali ini memang waktumu untuk rehat sejenak.