Diposkan pada Rumah Kata :)

Hanya Singgah, Bukan Menetap

Dulu saya pernah bilang seperti ini, “Jakarta itu hanya untuk singgah, bukan menetap,”

Nyatanya, setahun kemudian keadaan berbanding terbalik. Jawaban dari takdir ternyata mengharuskan saya mengenal lebih jauh kota ini.

Kini, hampir dua tahun menjadi satu dari ribuan perantau yang memadati Jakarta. Dulu, kota ini begitu asing tetapi sekarang perlahan mulai saling membuka diri. Terkadang benci, tapi seringnya kangen juga.

Nyatanya, sekarang tak hanya singgah. Namun menetap. Sering bertanya ke diri sendiri, “Mau sampai kapan?”. Tak lekas pula mendapat jawabnya. Sebelum tidur, bangun tidur, berangkat kerja, pulang kerja hingga tidur lagi. Saya tak ingin jawaban seperti ini, “Dijalani dulu saja nanti juga ada jawabannya, “. Seakan tidak ada target. Tidak ada greget.

Lekas. Semoga lekas bertemu dengan jawaban yang selama ini dinanti.

Ini akhir pekan,selamat melepas penat ditemani secangkir lemon hangat dan sisa-sisa air hujan tadi sore. Kali ini memang waktumu untuk rehat sejenak.

Penulis:

Kimi no nawa~

2 tanggapan untuk “Hanya Singgah, Bukan Menetap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s