Diposkan pada Cerita Sehari-hari, Others

“Tukar Baju” untuk Menyelamatkan Bumi

Tanggal 8 Desember 2019 kemarin saya mengikuti acara Tukar Baju yang diselenggarakan oleh Zero Waste Indonesia bekerja sama dengan Green Peace Indonesia. Tukar Baju (IG: @tukarbaju_) merupakan salah satu kampanye dari komunitas Zero Waste Indonesia (IG: zerowaste.id_official) yang bertujuan untuk meminimalisasi limbah atau sampah tekstil. Kampanye yang mereka fokuskan adalah sustainable fashion.

Untuk mekanisme acara Tukar Baju sendiri adalah kita sebagai penukar atau yang disebut #TemanTukar membawa baju layak pakai kita yang ingin ditukar sebanyak maksimal 5 baju. Baju-baju ini harus melewati sesi kurasi untuk bisa lolos dari para kurator. Beberapa syarat baju yang ingin kita tukar adalah layak pakai, tidak ada cacat di baju, tidak bernoda atau kancing/resleting dalam kondisi baik (tidak rusak).

Sehari sebelum acara, saya mulai memilah baju-baju di lemari. Kebetulan memang saya mulai proses decluttering dimulai dari lemari pakaian. Dan taraaa ternyata hasil declutter pakaian mencapai dua box. Hadeuh, baru juga dua tahun di Jakarta ๐Ÿ˜‚ kebiasaan ini karena sering beli baju karena lapar mata atau tergoda harga murah.

Setelah memilah, akhirnya ada 4 baju yang saya yakin masih layak pakai dan minim cacat. Semoga aja lolos kurasi hehe.

Esoknya, selepas dinas malam saya menuju ke tempat dimana acara Tukar Baju diadakan. Yaitu ke Museum Nasional. Ini juga pertama kalinya saya menginjakan kaki di Museum Nasional. Asyik deh, jadi nambah pengalaman jalan-jalan ke Museum. Tiket masuk Museum sendiri adalah 5.000 rupiah. Selanjutnya saya membayar biaya registrasi sebesar 10.000 rupiah.

Saat itu waktu menunjukan pukul 9.30 WIB dan ternyata antrian di depan booth Tukar Baju sudah panjang. Mereka pada datang jam berapa sih? ๐Ÿ˜‚ saya kira jam 9.30 tuh masih pagi loh hehe.

Setelah proses registrasi, saya diberi nomor antrian dan dicap tangan sebagai tanda sudah terdaftar sebagai #TemanTukar. Saya mendapat antrian no. 24. Proses setelah ini adalah proses yang membuat hati resah dan gelisah. Yaitu proses kurasi! Yup, sebelum ditukarkan, baju-baju yang kita tukarkan harus melewati proses kurasi dulu. Saat nomor saya dipanggil, saya mendapat meja kurasi nomor 1. Kuratornya masih muda, mungkin usianya lebih muda dari saya. Satu persatu baju saya dilihat dan diperiksa secara detail. Perasaan lega saat baju nomor satu lolos kurasi. Baju ini adalah baju kenangan saat beli dengan gaji kerja pertama kali ๐Ÿ™‚ kondisinya memang masih bagus karena jarang saya pakai dan selalu saya gantung. Baju nomor dua ternyata tidak lolos kurasi karena ada bagian baju yang serat kainnya menonjol. Wah padahal saya sendiri tidak sadar ๐Ÿ˜‚. Baju nomor 3 yang saya donasikan adalah jenis outer. Warnanya tosca cantik. Salah satu kesayangan juga. Alhamdulillah lolos kurasi. Dan yang keempat adalah celana jeans. Karena saya memang sudah tidak memakai celana berbahan jeans lagi, daripada menggantung memenuhi lemari lebih baik saya tukarkan saja. Dan ternyata tidak lolos kurasi. Hiks sedihh. Alasannya karena ada benang yang menjuntai wkwk. See? Detail bangettt kuratornya. Dari 4 baju, yang lolos kurasi hanya 2 baju. Saya pun diberi koin kayu sebagai alat tukar. Oh maaf, terbuat dari batok kelapa ding, bukan dari kayu.

Ini adalah koin dari batok kelapa yang digunakan sebagai alat tukar

Saya pun masuk ke venue dan mulai memilih dua baju. Ada banyak baju-baju dengan kondisi yang masih baik. Baju-baju tersebut ditata sesuai dengan warna. Jadi gampang untuk memilih baju yang sedang dicari. Kami para #TemanTukar diberi waktu maksimal 20 menit di booth untuk mencari baju yang kita inginkan. Saya mulai berkeliling. Pilih celana, kemeja, outer, gamis dll. Ada banyak, jadi bingung sendiri hehe.

#TemanTukar yang asyik memilah baju

Selepas memilih, saya menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Dan koin tadi yang saya gunakan untuk membeli baju-baju yang saya pilih. Mudah bukan? Dapat baju baru, gratis pula ๐Ÿ™‚ senaaang rasanya bisa ikutan acara ini. Selain lega karena bisa mengurangi isi lemari, dengan berpartisipasi di acara ini kita juga bisa mengurangi penumpukan limbah fashion lho. Oiya, baju-baju yang tidak lolos kurasi tetap bisa didonasikan di drop box dari Setali (IG: @setali.id) sebuah komunitas yang digagas oleh mbak Andien Aisyah untuk mengurangi limbah fashion.

Saya berjodoh dengan dua baju ini. Jenis knitwear dan tunic

Acara tukar baju ini berlangsung dari tanggal 7-8 Desember 2019 di Monumen Nasional. Komunitas Tukar Baju cukup sering melakukan kegiatan Tukar Baju, tidak hanya di Jakarta, namun juga pernah berlangsung di Jogja atau Bali.

Kuy, kalau ada waktu bisa ikutan ๐Ÿ™‚

Penulis:

Kimi no nawa~

9 tanggapan untuk ““Tukar Baju” untuk Menyelamatkan Bumi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s