Diposkan pada Rumah Kata :)

Sepulang Kerja

Pulang kerja tanah basah. Ternyata hujan turun sedari sore. Begitu kata bapak-bapak yang kebetulan lewat.

Benar sih, aku masih merasakan gerimis rintik-rintik jatuh di pipi dan tanganku. Melangkahlah kaki ini menuju halte busway.

Sepi. Oh mungkin karena sudah masuk libur akhir tahun. Sebagian besar penghuni Jakarta yang merupakan perantau mungkin mudik ke kampung halaman, atau mungkin juga liburan.

Aku menunduk, mengamati sepatuku yang basah. Aku tak suka sepatuku bercorak kotor seperti ini. Rasanya ingin lekas sampai di kosan saja.

Lima menit menunggu, busway yang aku tunggu datang. Syukurlah, masih dapat tempat duduk. Akhirnya bisa melakukan hal yang paling aku suka, melamun sepulang kerja di busway! Haha aneh ya? Tapi aku suka. Karena hanya ada aku dengan kecamuk pikiranku sendiri. Memikirkan apa yang sudah aku lakukan selama bekerja tadi. Atau memikirkan besok enaknya sarapan pakai apa ya? Banyak pokoknya! Terserah aku mau memikirkan apa. Orang lain nggak ada yang tahu karena nggak akan aku tuliskan disini.

Sampai di kosan, setelah mandi, shalat dan bebersih sejenak akhirnya tibalah waktu rehat. Tapi rupanya mata ini belum mau terpejam. Otak ini masih ingin berfikir.

Hmm. Padahal tubuh sudah lelah. Buktinya aku menguap beberapa kali.

Buka instagram, isinya orang-orang yang liburan atau kumpul bareng keluarga. Belum lagi foto-foto pernikahan teman atau keluarga kecil mereka. Buka twitter, yaa itu itu saja postingannya. Bosan.

Akhirnya buka laptop dan nonton film. Judul filmnya Love, Rosie. Bagus. Aku suka. Benar-benar cocok ditonton sama orang yang lagi patah hati.

What? Patah hati ya? Enggak sih… hanya saja… entahlah. Nggak bisa dideskripsikan dengan kata-kata.

Lebay? Ya biarin aja.

“Yang bisa kamu lakukan ya letting go. Melepaskan.. jangan dipaksa untuk bertahan jika kamu tahu akan menyusahkan dirimu sendiri. Ayo move on!” Nasihat seorang teman.

Move on sih.. tapi terkadang suka teringat kembali. Ya namanya juga kenangan. Terkadang sering datang tanpa diminta. Menyebalkan.

Di situasi aneh bin melelahkan seperti ini, temanku bilang begini,

“Nanti pasti sampai kok, tenang aja, ”

Terus aku berterima kasih karena sudah mau mendengarkan. Temanku yang baik, semoga kamu juga selalu semangat. Aku juga ingin bilang ke kamu,

“Tenang saja, nanti pasti sampai kok,”

Yang perlu kita lakukan adalah tetap mengayuh, tetap berjalan, tetap berlari. Dan untuk itu semua dibutuhkan mimpi-mimpi sebagai bahan bakarnya.

Ya semoga, suatu saat nanti… aku sampai.

Penulis:

Kimi no nawa~

4 tanggapan untuk “Sepulang Kerja

  1. Untuk “sampai” tadi, kupikir harus berlari. Berlari mengejar ketertinggalan, atau mengejar entah apapun itu.
    Tapi sekarang cukup jalan sesantai-santainya. Tahu-tahu, 2019 akan segera berakhir 😀
    Ya meskipun untuk “sampai” juga tak tahu, masih seberapa jauh lagi. Tapi setidaknya, menikmati sekali hari demi hari di 2019 yang terasa cepat sekali berganti 😀
    Ya meskipun masih menyisakan sedikit sesal, marah, juga sedih 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s