Diposkan pada Curhat Tentang Film

Nonton Critical Eleven

Hai. Minggu ini sepertinya jadi movie of the week bagi saya. Why?

Saya cerita deh, hari Senin tanggal 8 kemarin, saya dan teman-teman kantor nonton Guardian of the Galaxy vol. 2. Awalnya ini ide mbak Mey, pengin nonton bareng-bareng gitu. Akhirnya rame-rame pulang kantor kita nonton mamas Chriss Pratt yang ganteng itu loooh. Kami pilih film yang jam tayangnya 17.30 WIB. Dan tebak? Saya baru pertama kali berkunjung ke cinemanya Cilacap. Wait, cinema? Wkwk. Iya, cinema mininya Cilacap euy. Namanya Dakota. Karena mepet waktu maghrib, kami pun shalat dulu sebelum nonton. Jadi telat setengah jam-an gitu deh. Dan, saya suka banget sama filmnya! Menghibur banget, apalagi sama jokesnya si rocket racoon. Saya juga terpesona dengan kelucuan baby Groot yang ternyata diperankan sama Vin Diesel. Nggak nyangka deh, Vin Diesel yang kokoh keker gitu jadi Groot si bayi pohon ๐Ÿ˜† Kalau suka film-film DC atau Marvel, coba nonton film ini deh ๐Ÿ˜„. Dijamin…terhibur.

Dan hari ini saya kembali nonton lagi. Kali ini di CGV cinema di Rita Mall Purwokerto. Saya nonton bareng mbak kembar (ya iya lah, mau sama siapa lagi coba? ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚). Yep, kami nonton Critical Eleven. Iyah! Ini loh film yang sudah saya tunggu-tunggu sejak beberapa bulan lalu. ย Sejak si penulisnya bilang kalau novelnya bakalan diadaptasi ke layar lebar. Terus doi spoiler aktor dan aktrisnya. Yang bikin cewek-cewek jejeritan karena ada Reza Rahardian dan Hamish Daud. Tipe lelaki idaman cewek banget kan? Haha.

Saya tertarik nonton karena saya suka novelnya. I’m really love it! Dari novel-novel karya Ika Natassa yang lain, Critical Eleven is my favorite!

So, how was the movie?

Hmm…bagus. Iya, apalagi pas scene di Nu York. Jadi kepengen tinggal disana. Eh.

As your expectations?

Nope. Tapi kan emang nggak boleh bandingin novel sama film ya? Nggak fair lah. Cuma kenapa ya, saya ngantuk di pertengahan film plus lapar jugaa haha ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ menurut saya sih durasinya terlalu lama. Saya masuk bioskop sekitar pukul 10.50 wib dan keluar sekitar pukul 13.15 wib. Dua jam lebih lah. Dan untuk ukuran film lokal ini lama loh.

How’s your Ale?

Hah? Nanyain Ale? Iya dia diperanin sama Reza Rahardian. Ganteng gak? Banget! Dan ย I give a thumb untuk babang Reza. Feel Bapak Aldebaran Risjadnya dapet banget. Apalagi pas akting dia di rig, pakai seragam engineer itu loh. Manly banget pemirsah! Pas dia keringetan habis ngapain gitu (pokoknya habis kerja deh ya). Haha level manly saya kok cetek abis siiiih ๐Ÿ˜‚. And gimana Tanya Laetitia Baskoro a.k.a Anya Risjad yang diperankan oleh mbak cantik Adinia Wirasti? ini saya juga sukaaaaa bangettt. Mbak Wirasti, cantik banget deh. She played well as Anya, cewek mandiri yang sok sokan strong tapi di dalam dirinya ia sebenarnya lemah dan butuh perlindungan. Hmm…begitulah. Ada juga si Haris Risjad (bagi penggemar karyanya Ika Natassa pasti nggak asing sama tokoh ini kan?) yang diperankan oleh Refal Hady. Awalnya saya kira Haris bakal diperankan oleh Hamish. Eh ternyata salah. Babang Hamish memerankan Donny, sahabatnya Anya. Terus ada Mika Tambayong juga. I guess dia bakalan jadi Keara, pacarnya Haris, eh ternyata enggak. Dia malah jadi girlfriend to be nya Donny. Hahaha saya banyak salah tebak. Habisnya jika membaca novelnya, mbak Mikha ini cocok jadi Keara sih ๐Ÿ˜

Btw, bertemunya Reza-Adinia di Critical Eleven seperti melihat kembali Reza-Adinia berakting di Jakarta Maghrib. Chemistrynya dapet banget, aih. Apalagi pas akting marah-marahnya itu loh. Reza banget! *honestly, sedikit lebay emang.

Jika nonton film ini bersama pasangan, mungkin lain lagi ceritanya. Mungkin saya nggak ngantuk di tengah film. Maklum ye, samping kanan dan kiri saya nonton bareng pasangan mereka. Saya nonton sama pasangan kembar saya #miris ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Oh iya, film ini ratenya untuk Dewasa ya. Mohon diperhatikan bagi yang ingin menonton sebaiknya jangan bawa anak kecil atau anak-anak yang belum 17 tahun. Banyak adegan kissingnya, ada beberapa juga adegan ‘more than kissing‘ yang biasa dilakukan oleh pasangan suami istri (iykwim). Kan kasihan adik adik kita belum pada mudeng ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ #sayajugamasihbelummudengsih. Masih samar-samar karena belum praktek langsung :p

Okedeh, ini cerita saya di Kamis ini. Jika hari ini adalah Kamis, besok adalah Jumat. Dan kejepit. Apanya? Harinya laaaah. Pengeeen liburrr ajaaa wakaka.

Yaa gitu deh.

Selamat nonton (bagi yang mau nonton).

p.s

Setelah tulisan ini dipost, terjadilah percakapan antara saya dan mbak kembar.

Dia (mbak kembar) : “Kok jadinya komennya bagus-bagus semua sih? tadi aja berisik mau komen ini mau komen itu,”

Saya : “Apalah aku ini mbak, cuma modal duit 35rebu merusak mood orang yang udah semangat mau nonton. biarlah rasa penasaran mereka terjawab oleh diri mereka sendiri,”

dan kemudian dia pamit mau shalat. Dan saya balik ngerjain tugas kantor. Hebat ya, udah kerja masih punya pe er juga.

โ€‹
Dua tiket dan saus sambal.

โ€‹
Mampir Gramed duluu sebelum nonton. Sakau belum nyium wangi buku baru. *dijepret oleh mbak kembar, seolah-olah candid.

Diposkan pada Curhat Tentang Film

Nonton Film SPLIT

Hari sabtu kemarin saya baru sadar jika minggu ini ternyata ada long weekend lagi. Sudah gitu jatuhnya di hari Senin pula. Benar-benar membahagiakan bagi orang-orang seperti saya ini ๐Ÿ˜„. Jika long weekend kemarin saya habiskan di luar rumah, kali ini saya manfaatkan untuk istirahat di rumah saja. Yap, badan ini rasanya menuntut untuk take a rest sejenak setelah minggu kemarin lembur gila-gilaan. Gimana gak lembur? Setengah orang kantor ditugaskan diklat diluar kota seminggu full. Dan almost of them adalah dari bagian pelayanan. Jadi deh, kami para sisa orang di kantor harus meluangkan waktu lebih untuk mengejar deadline yang harus selesai akhir bulan ini. See? Remuk banget rasanya ni badan. Apalagi saya baru saja sembuh setelah dua minggu yang lalu nyusruk nyium aspal ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ berangkat kantor pun kaki masih senut-senut dan muka masih gak jelas. Haha. Tapi masih juga disuruh pelayanan. Hebat!

Okedeh, 3 hari di rumah ini saya habiskan buat tidur dan tidur. Selain itu saya habiskan waktu dengan menonton film. Kebetulan stok film baru sedang banyak gegara abang saya habis mudik (kalau abang mudik pasti restock film ๐Ÿ˜). Dan film yang saya tonton adalah SPLIT. Ada yang udah pernah nonton? Film ini bergenre horror thriller psikologis. Rilis sekitar Februari 2017. Mengisahkan seorang laki-laki yang memiliki kelainan yaitu DID (Dissociative Identity Disorder), sebuah kelainan yang membuat penderita memiliki lebih dari satu kepribadian. Di film ini tokoh utamanya adalah Kevin Crumb diperankan oleh mas ganteng James McAvoy yang memiliki 23 kepribadian berbeda-beda. Sifat dan karakter dari masing-masing kepribadian pun berbeda. Ada yang jahat dan ada yang baik. Empat kepribadian yang menonjol adalah Barry seorang desainer yang kemayu. Hedwig, seorang anak kecil berusia 9 tahun yang jahil dan usil. Patricia, seorang wanita dengan style bangsawan. Dan Dennis, laki-laki berkepala botak dan berkacamata yang terobsesi dengan gadis remaja dan kebersihan. Cerita berawal dengan peristiwa penculikan 3 gadis SMA yang dilakukan oleh orang bernama Dennis (McAvoy). Ketiga gadis SMA ini bernama Claire, Marcia dan Casey disekap dibawah tanah yang sempit dan pengap. Beneran deh bagi penderita klaustrofobia harus siap siap tarik napas panjang pas adegan di ruang bawah tanah ini. Setelah beberapa hari diculik, mereka merasa ada yang aneh dengan penculik mereka yang kadang-kadang bersikap baik, kekanakan, kemayu atau berubah menjadi jahat. Mereka pun berusaha mencari jalan keluar namun gagal. Akibat usaha mereka untuk kabur, Dennis marah dam memutuskan untuk mengurung mereka di 3 kamar berbeda. Kasihan banget :(. Dari ketiga cewek tersebut ada satu cewek bernama Casey (cewek paling nerd dan pendiam) yang menyadari jika penculik mereka memiliki kepribadian ganda. Ia pun mencoba memanfaatkan salah satu kepribadian tersebut untuk kabur dari si penculik. Berhasilkah Casey kabur dari tempat tersebut? Tonton sendiri aja yah ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„ ane kagak mau spoiler. Wkwk. 

Nah, yang membuat film ini menarik adalah James McAvoy pinter banget membawa penonton masuk ke dunia dari tiap-tiap kepribadiannya. Saat berubah jadi Barry, saya seolah olah percaya jika ia adalah seorang desain fashion yang handal. Saat jadi si bocah Hedwig, ia pun bertingkah layaknya anak usia 9 tahun. Aaah, aktingnya keren banget pokoknya. Kesengsem deh ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„. Twist di film ini juga menarik. Banyak adegan yang memacu adrenalin karena beberapa adegan menampilkan acara kejar-kejaran antara si penculik dengan korbannya. Beberapa kali saya nonton film thriller psikologis seperti the Call, the Lovely Bones atau Gone Girl, saya kira Split yang paling membuat saya bergidik ngeri. Duh jadi ngebayangin diculik sama orang asing di ruang bawah tanah yang pengap dan terisolir dari dunia luar. Terus si penculik ini ternyata seorang psikopat. Hiii ngeri banget pokoknya ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ. Kelar  nonton ini saya jadi berpikir, memangnya di Amerika sono banyak bertebaran psikopat ya? Kok ngeri amat kalau emang beneran begitu adanya.

Oke, karena habis nonton SPLIT saya tak kunjung ngantuk juga. Saya lanjutkan nonton film SPY. Ini film genrenya action comedi  sih. Saya sukses ketawa sepanjang film. Duh apalagi ada mas gans Jude Law. Eh bukan mas ding tapi om ganteng ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ setelah nonton yang horor horor dan bikin tegang saya netralkan dengan menonton film komedi yang bikin ketawa ๐Ÿ˜‚. Film SPY bukan termasuk film baru sih, kalau gak salah keluaran tahun 2016. Ini film mengisahkan tentang agen CIA yang berusaha melindungi USA dari bisnis jual beli bom nuklir. Meski sepertinya film serius tapi ini beneran  jauh dari kata serious. Banyak lawaknya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Hari ini sebenernya saya diajak main sama mbak kembar bareng gengnya dia. Tapi gak dapet ijin dari ibuk karena belum sembuh total pasca jatuh dari motor. Iyasih emang kaki saya masih senut-senut meski sudah agak mendingan. Tapi masih trauma aja naik motor jarak jauh huhu. Ya sudahlah, meski pagi ini rasanya sepi sekali karena ditinggal mbak kembar pergi main. Sepertinya saya masih akan membunuh waktu dengan menonton film. Hmm enaknya nonton film apa ya? Mungkin nonton Hacksaw Ridge kali yah biar rame ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Diposkan pada Curhat Tentang Film

The Secret World of Arriety

arrietty-poster

Oke baiklah. Kali ini saya akan kembali curhat tentang film. Jadi seperti lebaran-lebaran sebelumnya, dimana saat lebaran adalah waktu yang pas banget buat update stok film dikarenakan kakak saya yang koleksi filmnya ratusan itu bakalan mudik. Yap. Jadilah saya mudik dengan membawa hardisk eksternal kebanggaan demi repurchase film-film dari kakak.

Dan yang paling wajib buat ditonton adalah film-filmnya studio ghibli. Sejak pertama nonton My Neighbour is Tottoro saya langsung sukaaa sama karya-karyanya Hayao Miyazaki dan studio Ghibli. TOP banget deh, mulai dari jalan cerita, sound, animasi, sampai latar dari film-filmnya. Imajinatif banget!

Salah satu film Ghibli favorit saya adalah The Secret World of Arriety. Aaah sukak banget deh sama animasi yang dibuat oleh Hayao Miyazaki ini. Kisah film ini merupakan adaptasi dari novel The Borrowers karya Mary Norton. Menceritakan tentang kehidupan โ€˜para peminjamโ€™ yang merupakan manusia namun berukuran kecil (tidak lebih dari 10 cm). nah imut banget kan? Jadi, para peminjam ini punya kehidupan seperti manusia. Mereka tidur, makan, dan juga mempunyai keluarga. Dan mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan meminjam barang-barang miliki manusia tanpa membuat manusia tersebut rugi. Misal ngambil gula seperlunya, ngambil kancing baju yang lepas terus nyempil di bawah sofa, atau ngambil selembar tissue yang bagi kita sepele tapi bagi para peminjam ini tissue bisa digunakan berhari-hari ๐Ÿ˜€ Lanjutkan membaca “The Secret World of Arriety” โ†’

Diposkan pada Curhat Tentang Film

[Review Film]- The Way Home (Korea)

twh

Saya baru saja nonton sebuah film yang menurut saya so touching banget. Judulnya adalah The Way Home (Jiburo). Jadi, awal mula saya dapet film ini adalah rekomendasi dari teman kelompok profesi ners, Diana dan Kartika. Mereka bilang kalau film The Way Home bagus dan menguras air mata. Karena saya sedang ingin nonton yang sedih sedih, tanpa pikir panjangย saya langsung siapin flesdis daan mengkopinya ๐Ÿ˜€ (Thanks Diana).

The Way Home adalah film dari Korea yang tergolong jadul. Setelah googling ternyata film ini keluaran tahun 2002. Mengisahkan tentang seorang anak bernama Sang Woo (Yo Seung Ho) yang terpaksa tinggal di desa bersama neneknya yang bisu (tapi tidak tuli). Ibu Sang Woo baru saja cerai dan mengalami kebangkrutan sehingga sementara ia menitipkan putranya untuk diasuh oleh sang nenek (Kim Eul Boon) di desa. Sang Woo ini ternyata anaknya nakaaaal bangets! Dia cuek, nggak menghormati orang yang lebih tua dan suka banget berkata kasar dengan neneknya. Ditinggal berdua saja dengan neneknya membuat Sang Woo frustasi karena kehidupannya langsung berubah 90 derajat dari kehidupan super mewah menjadi super sederhana. Bisa dibilang miskin juga.

Untuk tinggal di desa, Sang Woo membawa banyak mainan termasuk mainan favoritnya yaitu gameboy/game bot. suatu hari baterai gameboy nya habis, ia pun merengek kepada neneknya untuk dibelikan baterai yang baru. Namun, sang nenek tidak memberikannya karena memang tidak memiliki uang untuk membeli baterai. Sang Woo kesal, ia pun akhirnya mencuri tusuk konde milik neneknya saat sang nenek tidur siang. Sang Woo berjalan keliling desa mencari baterai tapi ternyata tidak ada toko yang menjual baterai khusus gameboy. Ia pun pulang sambil membawa tusuk konde neneknya karena kebetulan si pemilik toko mengenal nenek Sang Woo (dan ternyata nenek mengganti tusuk kondenya yang hilang dengan sendok! T.T sedihnyaa). Saat perjalanan pulang, Sang Woo tersesat tapi untungnya ada penduduk desa yang berbaik hati dan mengantarnya pulang. Bagian ini beneran touching banget loooh, keliatan banget kalau penduduk desa itu baik dan ramah.

Kenakalan Sang Woo ternyata bertambah dari hari ke hari. Ia berani memecahkan kendi yang biasa neneknya gunakan sebagai tempat membuang kotoran dan juga membuang sepatu satu-satunya sang nenek ke perapian. Akibatnya nenek harus mengambil air tanpa alas kaki (padahal jalannya berbatu gitu). ย Sang Woo juga meminta dibelikan ayam kentucky. Namun karena nenek nggak pernah lihat bahkan mendengar ayam kentucky, beliau pun pergi ke pasar membeli ayam, memotongnya, dan memasak ayam rebus. Melihat itu Sang Woo marah dan ngambek. Ia malas makan masakan neneknya. Dasar Sang Woo gengsinya gedhe banget, saat malam tiba ia merasa lapar dan akhirnya menghabiskan satu mangkok besar sup ayam buatan neneknya. Ia curi curi makan saat neneknya terlelap. Pagi harinya sang nenek demam, Sang Woo panik. Ia pun mengambil kain dan mengompres neneknya. Ia juga menyiapkan makan pagi agar neneknya cepat sembuh.

photo4213

saat Sang Woo kecewa karena ayam kentucky nya tidak sesuai harapannya

twh 3

Sang Woo merawat neneknya yang sakit karena terlalu lelah memasak ayam

twh 2

saat Sang Woo harus berpisah dengan nenek

Lama kelamaan hati Sang Wooย luluh melihat kebaikan hati sang nenek. ย Suatu hari ia diajak neneknya ke pasar untuk menjual melon dan labu. Sang Woo merasa kasihan saat melihat neneknya berjualan di pasar dan kelihatan lelah. Nenek juga rela menggunakan uang hasil jualan untuk membelikan Sang Woo sepatu baru dan makan di restoran enak. Yah, padahal uang neneknya sangat pas-pas an tapi beliau rela demi kebahagiaan cucunya.

Tibalah saatnya Sang Woo harus kembali ke kota. Sebelum dijemput ibunya, sang Woo mengajari neneknya baca tulis agar bisa berkirim surat. Ternyata Sang Woo nggak tega meninggalkan neneknya seorang diri tanpa kemampuan komunikasi. Ia mengajari neneknya menulis โ€œaku sakitโ€ jika neneknya sedang sakit sehingga Sang Woo bisa cepat-cepat mengunjunginya. Ia juga menulis โ€œaku rinduโ€ jika neneknya rindu untuk bertemu dirinya. Sungguh, adegan ini so sweet sekaliiiii. Image Sang Woo yang nakal dan manja langsung berubah. Aih, anak ini minta dicium! :3

Film ini berdurasi sekitar 90 menit. Saya menikmatinya dari awal sampai akhir. Nangis nggak? Aaaah, jangan tanya deh. Tentu saja saya nangis! Nangis bombay malahan. Hiks. Nonton film ini saya jadi inget nenek tercinta yang sebulan yang lalu baru saja dipanggil Allah swt. Beliau meninggalkan saya untuk selama-lamanya ๐Ÿ˜ฆ sediiiiiih banget rasanya. Saya jadi nostalgia, terutama saat adegan sang nenek minta bantuan Sang Woo untuk memasukan benang ke dalam jarum. Dulu semasa hidupnya, mbah putri (panggilan untuk nenek saya) hobi banget menyuruh saya memasukan benang. Beliau pasti panggil-panggil gituu, dan sama seperti Sang Woo, saya yang sedang asyik main atau nonton tv sering sebal dan melakukannya dengan setengah hati. Maafkan cucumu ini ya mbaaahโ€ฆ

Sedihnya saya bertambah jika ingat saya nggak berada di samping mbah putri di waktu terakhirnya. Saya nggak bisa pulang ke rumah karena masih pendidikan profesi. Saat mendengar kabar mbah meninggal saya sedang shift malam (waktu itu jamย  3 dini hari saya mendapat sms jika mbah baru saja meninggal). Duh, rasanya nano-nano! Nggak ada lagi mbah putri yang suka meluk saya kalau pulang mudik, nggak ada mbah putri yang suka nyuruh nyuruh, nggak ada mbah putri yang suka cium pipi, nggak ada mbah putri yang ngasih uang jajan, nggak ada lagi mbah putri yang aku suapin, nggak ada lagi nyiapin obatnya mbah 3x sehari, nggak ada lagi nganter HD, nggak ada lagi nganter kontrol, nggak ada lagi nasi pecel buatan mbah, nggak ada lagi soto favorit buatan mbah, nggak ada lagi sambal paling enak sedunia, nasi goreng paling mantap buatan mbah putri. Aaah, terlalu banyak kenangan yang saya habiskan bersama mbah putri.ย  Mbah putri itu bagaikan ibu kedua saya. Sedari bayi mengasuh saya dan kembaran saya karena ibu bekerja dan baru pulang di sore hari. Kami berdua senang bermain-main di rumah mbah, tiduran di perutnya yang empuk, dan masak bareng mbah putri. Beliau nggak pernah marah ke cucu cucunya. Seringnya malah kita dipeluk dan dicium.

Teruntuk mbah putri, semoga mbah tenang disisi Allah SWT ya mbahโ€ฆ..cucu mu ini sedang berusaha mengejar cita-citanya. Maafkan jika belum bisa mewujudkan keinginan mbah untuk melihat kami bersanding di pelaminan. Ternyata Allah menakdirkan mbah putri untuk pulang terlebih dahulu. Disini, kami hanya bisa mendoakanmu mbahโ€ฆ:(

Sudah ya, saya malah jadi nangis lagi.

eniwei, filmnya rekomended ditonton bareng keluarga besar. siapin aja tissue yang banyak :’D

Bhay-bhayy

Diposkan pada Curhat Tentang Film

Assalamualaikum Beijing, Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Beijing

Assalamualaikum Beijing merupakan film adaptasi dari novel karya Asma Nadia. Film ini menceritakan tokoh Asmara yang akrab dipanggil Asma/Ra yang mencoba bangkit setelah cintanya kandas karena ulah tunangannya.

Film ini dibuka dengan adegan antara Asmara (Revalina S.Temat) dengan tunangannya, Dewa (Ibnu Jamil). Pernikahan Asma yang tinggal sebentar lagi terpaksa dibatalkan karena Dewa mengaku telah selingkuh dengan cewek bernama Anita sampai Anita hamil. Dewa terus bersikeras untuk mempertahankan hubungannya dengan Asmara. Namun, wanita mana sih yang mau dimadu? Apalagi ini belum menikah sudah diselingkuhi. Akhirnya Asmara merelakan cintanya kandas dan ia memilih untuk menutup lembaran hidupnya bersama Dewa.

Tiga bulan kemudian, Asma terbang ke Beijing untuk melakukan tugasnya sebagai reporter. Disana ia bertemu dengan sahabatnya yang bernama Sekar (Laudya Chintya Bella) dan suami Sekar bernama Ridwan (Deddy Mahendra Desta). Sekar yang enerjik dan Ridwan yang kaku membuat Asmara harus terbiasa mendengar keributan-keributan kecil yang dihasilkan dari pasangan muda ini.

Suatu hari, saat Asma dalam perjalanan untuk mencari berita, ia bertemu dengan cowok ganteng bernama Zhungwen (Morgan Oey). Zhungwen membantu Asma menunjukkan halte bus yang Asma tuju. Mereka pun berkenalan. Zhungwen tertarik dengan cara Asma memberi salam, ia menolak menerima jabat tangan dari Zhungwen, Asma membalas salamnya dengan menangkupkan tangannya di depan dada. Ya, karena bagi muslimah haram hukumnya menyentuh yang seseorang yang bukan muhrimnya. Pada pertemuan pertama tersebut Zhungwen berjanji untuk menemui Asma lagi untuk menceritakan legenda favoritnya yang bernama Ashima (Zhungwen tidak bisa mengucapkan Asma, ia selalu memanggil Asma dengan Ashima).

Pertemuan singkat itu ternyata berlanjut. Zhungwen dan Asma kembali bertemu. Zhugwen yang ternyata seorang tour guide ditugaskan menjadi tour guide Asma selama di Beijing. Jadilah mereka berdua banyak menghabiskan waktu bersama. Zhungwen semakin tertarik dengan Asma. Ia pun sedikit demi sedikit mulai belajar tentang Islam. Lanjutkan membaca “Assalamualaikum Beijing, Assalamualaikum Cinta” โ†’

Diposkan pada Curhat Tentang Film

Review Film: Divergent

Assalamualaikum!

Hai hai akhirnya balik lagi ngeblog ๐Ÿ˜€

Btw, masih nuansa idul fitri nggak nih (semoga masih) saya mau ngucapin Taqobalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin ya pembaca semuaaa *tsah, macam banyak aja yang mampir dimari :p

Oke, berhubung masih libur lebaran, saya mau share tentang sebuah film yang baru saya tonton. Judulnya adalah: Divergent. Film ini hasil rekomendasi dari kakak saya tercinta. Dia bilang kalau filmnya bagus, dan emang bagus sih! ๐Ÿ˜€

Divergent.Groupings

Oke film ini hampir-hampir mirip seperti The Hungger Games dan Harry Potter. Ceritanya nih, dulu pernah ada peperangan besar (nggak dijelasin peperangan apa) hingga akhirnya Chicago selamat dari kehancuran. Untuk melanggengkan keamanan kota, maka pemimpin membagi masyarakat menjadi 5 golongan. Mereka adalah Erudite (golongan cerdas, ilmuwan), Amity (golongan orang baik, petani), Dauntless(golongan pemberani, polisinya kota Chicago), Candor (golongan jujur), dan Abnegation (golongan relawan). Penggolongan ini mengingatkan saya dengan distrik di Hunger Games dan asrama di Harry Potter.

Tokoh utama di film ini bernama Beatrice Prior (diperankan oleh Shailene Woodley). Beatrice adalah anak dari keluarga Prior dari golongan Abgenation. Dia juga memiliki seorang kakak bernama Caleb Prior (Ansel Elgort). Orangtua Beatrice merupakan tokoh yang berpengaruh dalam golongan mereka.

Dan tibalah hari dimana para remaja harus melakukan test untuk menentukan di golongan manakah mereka seharusnya berada. Test ini untuk membuktikan jika tidak semua anak harus mengikuti golongan orang tuanya. Setiap individu berhak menentukan dimana mereka sebaiknya berada namun harus disesuaikan dengan hasil test.

Ada yang aneh dari hasil test Beatrice, bahwa ia ternyata adalah seorang Divergent (kelainan) yaitu satu individu yang memiliki lebih dari sifat yang menonjol, jadi bisa masuk ke Erudite, Dauntless atau Amity. Wanita yang mengujinya menasihati Beatrice agar ia tidak bilang kepada siapa pun jika ia adalah Divergent. Wanita itu memberi saran agar Beatrice mengikuti golongan orang tuanya.

Dihari yang ditentukan, Beatrice memilih untuk masuk Dauntless, dan kakaknya, Caleb memilih Erudite. Meski sedih namun kedua orang tua mereka melepas kakak beradik itu untuk mengikuti keinginan hatinya.

Beatrice segera bergabung bersama golongan Dauntless. Golongan yang banyak menyebutnya sebagai gologan orang โ€˜gilaโ€™ karena mereka tak memiliki rasa takut. Sebagai tantangan pertama, Beatrice harus memanjat tiang rel kereta, kemudian melompat masuk ke dalam kereta dan lompat dari kereta ke atas gedung bertingkat. Kemudian Beatrice harus melompat dari ketinggian menuju dasar gedung. Ngeri banget ngeliatnya, eh ternyata dibawahnya ada jarring-jaringnya *gagal ngeri deh*.

divergentsalah satu adegan lompat dari kereta

Setelah masuk Dauntless, Betarice mengganti nama menjadi Tris. Ia bertemu dengan cowok ganteng nan atletis bernama Four (Theo James), yang merupakan orang penting di Dauntless. Tris juga berteman dengan sesama pemula bernama Christina (Zoe Kravitz), Al dan Edward. Mereka harus menjalani seleksi untuk menjadi anggota Dauntless. Bagi yang tidak lolos seleksi mereka terpaksa menjadi Factionless (non Faksi, tanpa golongan). Orang-orang tanpa golongan ini digambarkan menyedihkan banget, hidup luntang-lantung nggak jelas, tanpa makanan dan biasanya dibantu sama golongan Abnegation.

Tes demi tes dilalui Tris, awalnya performanya sangat buruk hingga ia terancam di DO. Sampai akhirnya ia bangkit dari keterpurukan dan bersemangat lagi menjalani tes demi tes untuk menjadi Dauntless sejati. Sebenarnya, sifat Divergent Tris sudah mulai terlihat di awal latihan, saat ia mencoba menolong temannya dari kejahatan pimpinan mereka Eric (Jay Courtney). Dari sifat-sifat Tris yang berbeda membuat Four (si ganteng Theo James) menaruh simpati pada gadis ini. Hingga akhirnya Four mengetahui jika Tris adalah seorang Divergent.

Four melindungi Tris dari konspirasi yang dilakukan Erudite dan Dauntless. Pimpinan Erudite, Jenaine (Kate Winslet) sangat membenci para divergent. Ia menginginkan semua divergent mati karena divergent dipercaya bisa mengancam system. Bersama Four, yang ternyata seorang divergent juga, Tris berusaha membebaskan kota dari pengaruh jahat Jeanine.

Yah, inti dari film ini sebenarnya adalah penyelamatan kota dari pemimpin yang doyan menindas. Hampir sama seperti Hunger Games dimana di ending film terjadi pemberontakan oleh divergent dan orang-orang yang masih memiliki hati nurani.

Film ini menurut saya bagus, tidak lain dan tidak bukan karena banyak adegan actionnya ๐Ÿ˜€ akting Shailene Woodley juga patut diacungi jempol. Keren! Lebih keren kayaknya dari Jennifer Lawrence hehe. Selain kaya akan adegan gulat, ada juga adegan romantisnya *secara film ini merupakan adapatsi dari novel yang bergenre remaja hehe*, yaitu adegan antara Tris dengan Four. Uwow, si ganteng Theo James keren bingits! Yang saya suka dari film ini, romantic scene nya nggak terlalu lebay macam Twilight. Lupakan deh adegan mesra yang super hoeks dari Edward-Bella. Four dan Tris menujukan sisi romantic mereka sesuai porsi. Meskipun favorit saya tetep pasangan Katniss-Peeta.

DIVERGENTduh, romantisnyaa neng Tris sama aa Four :p

Saya sendiri belum membaca novel Divergent, tapi saat saya searching di blog, banyak yang bilang jika pemeran Tris, Shailene Woodley terlalu tua untuk memerankan gadis 16 tahun ini. Umur sebenarnya si cantik Shailene adalah 22 tahun. Oh iya, Shailene Woodley pernah bermain di film Oscar The Descendenants bareng George Clooney sebagai Alexander King. Cewek ini juga pernah main di film yang diangkat dari novel laris, The Fault in Our Stars bareng pemeran Caleb Prior (Ansel Elgort). Di film itu mereka berperan sebagai sepasang kekasih.

Dan untuk Theo James? Nggak komentar deh, ini cowok ganteng banget! Walaupun banyak yang komentar jika Theo juga terlalu tua untuk meranin Four, bagi saya sih nggak masalah yang penting ganteng aja hahaha. Daripada diperanin sama si vampir yang doyan tepe tepe sama manusia, kan gantengan Theo James *ditampol penggemar Twilight*.

So, yang belum nonton Divergent, saya saranin buat segera cari filmnya dan tonton! Dijamin anda puas ๐Ÿ˜€

Apalagi buat penggemar ciwi ciwi setrong macam Katniss Everdeen, kalian bisa menemukan the another Katniss dalam diri Tris Prior. Selamat menonton ๐Ÿ™‚

Shailene-Woodley-as-Tris-divergent-the-movie-32524449-500-500cantik ya Shailene Woodley

Saya kasih film ini 8 bintang dari 10 bintang.

Diposkan pada Curhat Tentang Film

Review: Into the Forest of Fireflies Lights

hotarubi no mori e

Bagaimana rasanya kalau suka seseorang tapi kita nggak boleh sedikitpun menyentuhnya?

Itulah yang dirasakan Takegawa Hotaru.

Hotaru, begitu ia akrab dipanggil, pertama kali bertemu Gin di sebuah hutan dewa gunung. Saat itu musimย  panas, Hotaru kecil menangis karena tersesat di tengah hutan dewa gunung yang terkenal angker.

Tiba-tiba dari balik pohon, muncul seorang laki-laki bertopeng rubah. Hotaru bahagia sekali karena tahu ada manusia lain di hutan tersebut. Siapa tahu dia bisa membawanya keluar dari hutan menyeramkan ini. Reflek, Hotaru kecil berlari untuk memeluk laki-laki tadi.

โ€œBuk!โ€

Bukannya membalas pelukan anak itu, laki-laki itu malah memukul Hotaru dengan tongkat kayu. Alasannya: ia tak boleh disentuh oleh manusia. Lalu laki-laki itu mengantar Hotaru keluar dari hutan dewa gunung.

Ya, begitulah awal mula pertemuan Hotaru dengan Gin. Hotaru kecil menuruti perintah Gin untuk tidak menyentuhnya. Gin mengatakan jika ia adalah roh gunung. Namun, karena wajahnya tidak seperti roh yang lain, ia harus mengenakan topeng rubah. Gin akan menghilang jika ia disentuh oleh manusia.

Sejak saat itu dimulailah persahabatan antara Hotaru dan Gin. Setiap musim panas tiba, Hotaru akan mengunjungi pamannya di desa dan tentu saja akan mengunjungi Gin di hutan dewa gunung. Mereka menjelajah hutan bersama, bermain dan bersenang-senang bersama.

Suatu hari, saat mereka asyik bermain, Hotaru iseng membuka topeng Gin. Ia ingin tahu seperti apa wajah laki-laki yang pernah menolongnya ini. Ternyata wajah Gin sangat normal untuk ukuran arwah. Cukup tampan, malahan. Dan sepertinya Hotaru sadar, jika ia menaruh hati dengan pemuda itu.

Tahun demi tahun berlalu. Sekarang tinggi Hotaru sudah hampir sama dengan Gin. Jika dilihat, mereka hampir sama sebagai remaja. Hotaru tak begitu mengerti pertumbuhan umur seorang roh, tapi ia tak memusingkan itu. Yang ia tahu, sekarang usianya telah sama dengan Gin. Setiap Natsu tiba, Hotaru rutin mengunjungi Gin. Sampai suatu hari Gin mengajaknya ke festival roh. Hotaru ragu namun Gin meyakinkannya jika festival roh hampir sama dengan festival yang selalu diadakan manusia. Akhirnya mereka pergi bersama. Gin bilang, ini adalah kencan pertama mereka.

Hotaru dan Gin benar-benar melewati malam yang bahagia. Di perjalanan pulang Gin mengutarakan perasaannya jika ia tak bisa jauh dari Hotaru. Setiap tahun, saat Hotaru tidak disisinya ia pasti merindukan gadis itu. Dengan hati-hati, Gin memasangkan topeng rubahnya ke wajah Hotaru dan..menciumnya. Baginya ini cara terbaik agar ia bisa menunjukan rasa sayangnya pada Hotaru.

**

Hotarubi No Mori E adalah anime Jepang yang diambil dari manga dengan judul yang sama karya Yuki Midorikawa. Pertama kali dipublikasikan dalam bentuk manga pada tahun 2003. Dalam versi film, durasinya tidak sampai satu jam. Sungguh, ini adalah movie Jepang ternyebelin yang saya tonton. Betapa tidak, movie ini berhasil mengaduk-aduk perasaan saya sepanjang film berlangsung. Dan saya harus disuguhkan sad ending yang membutuhkan setidaknya waktu semalam untuk saya agar menerimanya (haha lebai banget deh). Yap, saya memang belum menuliskan detail endingnya, nggak tega hehe. Movie ini menarik sekali dengan alur ceritanya yang unik sekaligus romantis dan dramatis. Betapa tidak, roh dan manusia saling jatuh cinta dan cinta mereka harus terpisahkan pada akhirnya. Yah, apalagi pas adegan Hotaru memeluk Gin yang perlahan-lahan tubuhnya memudar dan hanya menyisakan bajunya yang lagi dipeluk sama Hotaru. Sebenarnya yang paling menyebalkan adalah, kenapa pertama kalinya Gin menyentuh manusia bukanlah Hotaru yang disentuhnya, tetapi karena tidak sengaja menyentuh anak kecil yang dikira olehnya adalah roh. Duh, kan kesannya kurang romantis gitu ya hehe. Tapi, at least saya suka sekali movie ini. Ceritanya sederhana namun memukau. Fresh banget deh! Dan yang penting tokoh cewek disini bukanlah tokoh cewek centil ala ala drama Korea (saya paling sebel jalan cerita cewek centil dipasangkan cowok cool, beuh bisa sedikit kreatif nggak sih?). Oh iya untuk versi internasionalnya, movie ini diberi judul into the forest of Firefliesโ€™s light. Soalnya setelah Gin menghilang, hutan tersebut didatangi banyak kunang-kunang. Mungkin, Gin berubah jadi kunang-kunang kali yak hehe.

scene yang paling menyentuh yaitu saat Hotaru terjatuh dari pohon dan Gin berusaha menolong namun ia sadar apa yang akan dilakukannya adalah salah dan hanya bisa diam melihat Hotaru yang jatuh ke atas semak-semak.

Dengan wajah kesakitan namun masih tersenyum, Hotaru bilang ke Gin:

“Gin, apapun yang terjadi, jangan pernah menyentuhku, oke?”

(duuuh, mewek nih)

*eh ini intinya saya cerita juga endingnya haha

Btw, di movienya Gin cakep banget. Kalau di cosplaykan gimana ya? ๐Ÿ˜€

Diposkan pada Curhat Tentang Film

Pride and Prejudice-Movie Review

Pride_&_Prejudice_(2005)_Bennet_sisters_screenshot

The Bennet Sisters

Telat banget mungkin ya bagi saya untuk mereview film ini. Secara film Pride and Prejudice ini keluaran 2005 (coba hitung, sekitar 9 tahun yang lalu! :D). tapi, tak apalah, wong saya baru nonton tadi siang. Itu juga setelah saya nonton The Lord of The Ring 3 (telat lagi haha).

Pride and Prejudice adalah film roman Inggris dengan latar masa Victorian. Film ini diangkat dari novel karya Jane Austen dengan judul yang sama. Film ini menceritakan tentang sebuah keluarga dengan lima anak perempuan. Mr. and Mrs. Bennet memiliki lima anak perempuan, dan semuanya belum menikah. Mereka adalah Jane, kakak tertua, paling cantik dan lembut. Putri kedua Elizabeth, paling cerdas dan pemberani, kemudian ada Mary si kutu buku dan Lidya and Kitty, mereka berdua adalah putri yang aggak โ€˜liarโ€™ dan gampangan dengan cowok.

Mrs. Bennet sangat cemas dengan keadaan putri-putrinya. Ia sibuk mencarikan jodoh untuk putrinya, terutama putrinya yang tertua yaitu Jane Bennet. Suatu pagi tersiar kabar jika ada bangsawan baru yang membeli kastil. Dia bernama Mr. Bingley. Beruntungnya lagi, Mr. Bingley masih single. Dari situ dimulailah percomblangan yang dilakukan Mrs. Bennet untuk Mr. Bingley agar mau menikahi salah satu putrinya. Dan beruntungnya Jane, Ia menjadi satu-satunya gadis di desa mereka yang mendapat perhatian Mr. Bingley. Selain Mr. Bingley, kastil tersebut ditinggali oleh kakak perempuan Mr. Bingley dan Mr. Darcy, teman Mr. Bingley. Nah, Mr. darcy inilah yang akan menyita banyak perhatian karena ia terkenal angkuh, sombong, dan cuek.

Awalnya Elizabeth Bennet sangat membenci Mr. darcy karena perangainya ini. Ia bahkan bersumpah, jika harus menikah, laki-laki terakhir yang harus ia nikaih adalah Mr. Darcy. Kebencian Elizabeth diperparah dengan desas-desus yang menyebutkan jika Mr. Darcy tidak suka dengan hubungan Mr. Bingley dan Jane Bennet, sehingga mereka harus berpisah. Jane patah hati, begitu pula dengan Elizabeth, dia semakin membenci Darcy. Namun, Mr. Darcy yang terkenal angkuh itu luluh juga dengan Elizabeth. Ia pun menyatakan cintanya kepada putri kedua keluarga Bennet itu. Setelah rangkaian kejadian-kejadian lain, akhirnya Elizabeth menyadari sikapnya selama ini salah dalam menilai Mr. Darcy. Apalagi saat Mr. Darcy kembali mempertemukan Jane dan Mr. Bingley hingga akhirnya mereka bertunangan dan menikah.

Mr. Darcy dan Miss Elizabeth Bennet akhirnya mengakui perasaan masing-masing. Mereka pun akhirnya menikah.

***

Yeah, akhirnya ceritanya happy ending juga. Saya sempat menyangka, tokoh Elizabeth bakalan jadi perawan tua karena sifat keras kepalanya itu. Tapi, akhirnya Liz berjodoh dengan Tuan Darcy. Film ini sungguh memanjakan mata saya yang notabene penggemar film roman (ceilahh). Keira Kneightly bermain sebagai Elizabeth Bennet mengingatkan saya dengan Anna Karenina. Di film itu Keira juga bermain apik dan cantik. Dia memang cocok dengan gaya Victorian. Film ini benar-benar so ladies! ya, di film ini jelas sekali digambarkan bagaimana respon cewek-cewek jika ada salah seorang lelaki yang sedang menyukainya. Cewek itu suka bisik-bisik nggak jelas kalau ada cowok ganteng, saling curhat tentang cowok yang disukainya, berpusing ria tentang penampilan mereka, dan tentu saja rapuh saat patah hati. Ckckck rempong bener ya jadi cewek (padahal saya juga cewek hehe).

Yang saya kurang suka dari film ini adalah, pemeran cowoknya, yaitu Mr. Darcy kurang ganteng! Terlalu tua hehe. Katanya dalam novel Pride and Prejudice, Mr. Darcy digambarkan sebagai tokoh yang tampan dan tegas. Tapi kok, di filmnya terlihat menye-menye ya? Apa karena tatapan matanya yang sendu itu? Aku sih penginnya diperanin sama Orlando Bloom aja (f.y.i, saya jatuh cinta sama Legolas gara-gara nonton The Lord of The Ring -_-). At least, saya menyukai film ini. Ceritanya ringan, pemandangannya bagus, banyak dance, ball, dan tentu saja cewek banget! Hehe. Oh iya, film ini dibintangi sama Carrie Mulligan juga loh, dia berperan jadi Katty, adik Elizabeth Bennet yang centil (tapi centilan Lidya daripada Katty). Dan di film ini Carrie terlihat masih sangat muda (ya iyalah, secara itu film 9 tahun yang lalu :P).

Saya masih berharap untuk membaca novel ini. Biasanya versi novel lebih mendatangkan ‘feel’nya ๐Ÿ™‚

Terima kasih sudah mampir dan membaca.

Diposkan pada Curhat Tentang Film

[Review] The Hunger Games

The-Hunger-Games-film-poster

Assalamualaikum..apa kabar semuanya? Gimana ramadannya? Semoga lancar dan mendapat berkah ya ^^

Oh iya kali ini saya pengin update tentang film. Yeah, akhirnya saya update juga tentang review film (kayaknya lama banget gak posting tentang film hehe). Ramadan ini saya full di rumah terus, alias gak kemana-mana. Alhamdulillah ibadah jadi lebih khusyuk. Kegiatan sehari-hari saya selain memperbanyak ibadah juga menghabiskan waktu dengan nonton film. Yap! Kemarin saya baru saja nonton The Hunger Games. Telat mungkin ya? tapi gak apa-apa deh :p Ini dia reviewnya.

Film ini bercerita tentang sebuah Negara bernama Panem. Negara ini adalah Negara yang di bangun dari reruntuhan Amerika Serikat. Negara ini memiliki 12 districk dengan tingkat kemakmuran yang berbeda-beda. Penguasa dari setiap distrik tersebut berpusat di Capitol. Berbeda dengan ke 12 distrik yang sangat tertinggal, Capitol merupakan tempat dengan jutaan impian. Kemajuan teknologinya tak ada yang menandingi. Karena sebuah peristiwa pembrontakan terhadap Capitol di masa lalu yang dilakukan oleh masyarakat distrik, akhirnya penguasa Capitol menetapkan sebuah permainan yang bernama Hunger Games, dimana setiap distrik mengirimkan perwakilannya (disebut tributes) yaitu satu remaja pria dan satu remaja putri untuk dipertandingkan dalam sebuah acara dengan rating tertinggi, yaitu Hunger Games. di permainan hanya akan ada satu pemenang dari 24 tributes yang ada. Dan untuk memenangkan permainan ini, setiap tributes harus membunuh tributes lainnya dan berusaha untuk tetap hidup hingga hanya dialah tribute yang tersisa.

Ada sebuah distrik, yaitu distrik 12 dimana tokoh utama dari film ini berasal. Yap, dialah Katniss Everdeen (Jenifer Lawrence) yang โ€œberuntungโ€ mendapatkan kepercayaan menjadi tribute untuk distrik 12. Sebenarnya Primrose Everdeen (adik dari Katniss) yang harus menjadi tribute untuk Hunger Games ke 74 dari distrik mereka. Namun karena Katniss sangat menyayangi adiknya, maka ia rela menggantikannya untuk menjadi tribute dari distrik 12. Untuk remaja pria, Peeta Mellark (Josh Hutcherson) yang terpilih untuk berjuang bersama Katniss melawan 22 tributes lainnya dari 11 distrik yang ada.

Perjuangan Katniss dan Peeta dimulai dengan mereka harus pergi dari distrik 12 menuju Capitol. Katniss harus meninggalkan ibu, adiknya, dan Gale, remaja pria yang cukup dekat dengannya. Di Capitol Katniss dan Peeta mendapatkan pendamping. Effie Trinket, penata busana, Cinna dan pelatih mereka, mantan pemenang Hunger Games Haymitch. Di Capitol, setiap perwakilan dari tiap distrik harus melakukan training sebelum perlombaan untuk melatih fisik dan mental mereka. Bagaimana mereka harus membuat api, survive di hutan yang dingin, dan tentu saja harus memiliki kemampuan bela diri agar tidak terbunuh oleh tribute lain. Karena ini adalah sebuah acara tahunan, maka rating sangat dinomorsatukan. Peeta dan Katniss pun harus berpura-pura saling jatuh cinta untuk meningkatkan rating, sehingga menarik para sponsor.

Selama hampir 120 menit, saya tak pernah merasa bosan menikmti film garapan Gary Ross ini. dari awal sampai akhir film ini sungguh entertaining. Dari departemen acting, tak ada yang kurang. Semua bermain sesuai porsi. Jenifer Lawrence bisa membangunย  chemistry yang kuat dengan lawan mainnya Josh Hutcherson dan Liam Hemsworth. Meskipun sama-sama menghadirkan romansa cinta segitiga (Katniss-Peeta-Gale) ternyata film ini ceritanya lebih kelam daripada the twilight saga. Yah, adegan yang paling saya suka adalah saat perlombaan Hunger Games itu sendiri. Apalagi saat adegan emosional antara Katniss dan Peeta saat mereka harus saling bunuh karena peraturan lomba diubah seenaknya oleh penguasa capitol, tapi akhirnya Katniss melakukan tindakan yang brilliant!(tonton sendiri aja ya bagian endingnya, gak seru kalau dijabarin semuanya :D)

Kisah cinta segitiganya juga menarik. Saya suka banget sama acting Josh Hutcherson hehe.ย  Apalagi saat Peeta mengalami luka parah dibagian kaku dan Katniss harus merawatnya. So sweet banget deh! Kalau saya jadi Katniss saya lebih milih Peeta daripada Gale ๐Ÿ˜€

Oh iya, untuk tribute favorite saya, selain Katniss dan Peeta tentunya, saya menyukai Rue (perwakilan dari distrik 11). Gadis cilik tersebut banyak membantu Katniss dan sangat lugu namun cerdik. Sayangnya ia meninggal terkena tombak. Waktu adegan ini saya sedih banget,ย  apalagi saat Katniss memberikan karangan bunga untuk Rue. Menyentuh banget!

Oh iya untuk film selanjutnya yaitu The Hunger Games: Catching Fire bakalan rilis November 2013 tahun ini. Can wait? Tentu saja ๐Ÿ˜€

FYI, di dunia nyata kita nggak bakalan melihat Katniss jalan bareng Peeta. Soalnya Jeniffer Lawrence saat ini sedang menjalin hubungan denga Nicholas Hoult (Pemeran R di Warm Bodies) dan Josh Hutcherson juga sudah punya pacar. Kalau Gale? tahu lah, kalau si Liam Hemsworth ini sudah makin lengket dengan Miley Cyrus ๐Ÿ˜€

the-hunger-games-2para tributes dari setiap distrik

Diposkan pada Curhat Tentang Film

[Review] : The Perks of Being A Wallflower

hr_The_Perks_of_Being_a_Wallflower_8

Ohayou!

Waah senangnya malam ini bisa nonton film juga. Karena kebetulan besok nggak ada kuliah, ya udah deh kesempatan emas ini aku gunakan buat refreshing sejenak ๐Ÿ˜€ dan film yang beruntung aku tonton adalah The Perks of Being A Wallflower.

The Perks of Being A Wallflower merupakan film yang diadaptasi dari novel karya Stephen Chobsky. Film ini mengisahkan persahabatan 3 orang remaja (Charlie, Sam, dan Patrick) dimana ketiganya memiliki karakter berbeda dan unik. Charlie (Logan Lerman) adalah seorang remaja yang baru memasuki masa SMA nya. Charlie merupakan time cowok kuper, suka membaca dan tidak memiliki banyak teman. Berbeda dengan Sam dan Patrick. Dua orang ini adalah kakak beradik. Sam (Emma Watson) adalah stepsister dari Patrick (Ezra Miller). Sam memiliki karakter yang cerdas, sedikit nakal namun mudah untuk dicintai. Sedangkan Patrick adalah cowok tanpa beban. Ya, hidup Patrick terkesan bebas dan ia suka melakukan sesuatu sesukanya sendiri. Baginya tata tertib adalah sesuatu yang harus ia langgar.

Ketiga orang tersebut bertemu di SMA, diawali dengan perkenalan Patrick dan Charlie di kelas Fisika (kalau nggak salah). Di sekolahnya Patrick termasuk cowok yang dianggap aneh. Belakangan diketahui ternyata Patrick seorang homo *yucks. Karena kedekatan Charlie dengan Patrick akhirnya Charlie mengenal Sam, Alice, dan Mary Elizabeth. Mereka pun tergabung dalam sebuah geng. Pesta malam natal, pesta ulang tahun Charlie, dan pesta perayaan tahun baru mereka lewati bersama-sama. Sampai suatu saat, Charlie menyadari jika ia menyukai Sam. Namun sayang, cinta Charlie bertepuk sebelah tangan karena Sam keburu jadian dengan Craig. Kasihan Charlie, namun akhirnya ia pacaran dengan Mary Elizabeth. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja sampai Charlie melakukan kesalahan mencium Sam di depan Mary Elizabeth dkk saat perayaan malam natal. Sebagai cewek, tentu saja Mary Elizabeth marah dan akhirnya mereka berdua harus putus.

Charlie mulai merasa ia kembali dihantui oleh almarhum tantenya yang meninggal saat ia kecil. Akibat peristiwa itu Charlie hidup dalam halusinasi. sering ia mendengar atau melihat kenangan masa kecilnya yang menyakitkan. Akhirnya Charlie harus menjalani perawatan jika ia menginginkan untuk sembuh. Bersamaan dengan masuknya Charlie di Rumah Sakit Jiwa, Sam dan Patrick sudah move out ke luar kota untuk menjalani kehidupan kampus mereka. Meskipun mereka berjauhan, ketiganya senantiasa berhubungan satu sama lain. Dan the ending nih yang paling aku suka karena banyak quote bagus yang muncul di dialog ๐Ÿ˜€

the-perks-of-being-a-wallflower-perks-012_df-05972_rgb_wide-f9ce8a63c9d077f41196e1864b721ec79e6dfe5b-s4

the perks

The Perks Of Being A Wallflower, film

Kesimpulannya film ini merupakan film yang sangat layak kita tonton karena banyak manfaat yang bisa diambil dari TPOBW ini. Akting Logan Lerman boleh banget diacungi lima atau sepuluh jempol! Aktingnya bener-bener keren. Pas sekali memerankan Charlie yang labil, fragile dan nggak percaya diri. Begitupula dengan acting Emma Watson, sheโ€™s not Hermione anymore! ๐Ÿ˜€ yeah sheโ€™s changing. Emma looks so stunning with her style. Memerankan tokoh Sam yang manis tapi nakal dan mudah disukai semua orang adalah karakter yang cocok untuk diperankan oleh Emma. Dan untuk Ezra Miller, I canโ€™t say anything except you are always good in your act! ๐Ÿ˜€ yeah, ย pertama kali meliht Ezra adalah di film We Need to Talk about Kevin. Di film itu ezra berperan menjadi Kevin, anak yang punya kelainan membenci ibunya dari lahir dan ia juga seorang psikopat. Pokoknya beda banget lihat Ezra di WNTTAK dan TPOBAW ini ๐Ÿ˜€

At least, kalau teman-teman ingin menontonnya, bisa diunduh disini. Happy watching guys ๐Ÿ˜€

nah, it’s time to go to bed! besok harus latihan volley jam setengah 7 ๐Ÿ˜€